Jelang Tumpek Wayang, Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Puspem Badung, Tegaskan Sampah Tanggung Jawab Bersama

0
1032
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta dan jajaran ASN serta masyarakat mengikuti aksi bersih-bersih saluran irigasi dan lingkungan di kawasan Puspem Badung, Mangupraja Mandala, Jumat (9/10/2026), menjelang Rahina Tumpek Wayang.

MANGUPURA, KEN-KENKHABARE – Menjaga lingkungan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan budaya yang harus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari. Pesan itu ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin aksi bersih-bersih lingkungan di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Mangupraja Mandala, Jumat (9/10/2026), menjelang Rahina Tumpek Wayang.

Bersama Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Adi Arnawa menggerakkan ribuan aparatur sipil negara (ASN) dan berbagai komponen masyarakat untuk membersihkan lingkungan, termasuk saluran irigasi, anak sungai, telajakan, serta sampah plastik di sekitar kawasan Puspem.

Kegiatan gotong royong ini melibatkan Wakil Ketua III DPRD Badung I Made Sunarta, Sekda Badung I.B. Surya Suamba, jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), Forkopimda, para camat, instansi vertikal, perguruan tinggi, pelajar, hingga komunitas peduli lingkungan.

Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya membumikan nilai Jana Kerthi, yakni menjaga keseimbangan lingkungan sebagai fondasi kehidupan masyarakat yang sehat dan sejahtera.

Baca Juga:  Sosialisasi KUHP Nasional dan KUHAP Baru di Unud, Sistem Hukum Pidana Indonesia Masuk Babak Baru

Adi Arnawa mengatakan, nilai menjaga kesucian dan kelestarian alam telah diwariskan leluhur Bali melalui berbagai tradisi, termasuk perayaan Tumpek Wayang. Momentum ini, menurutnya, perlu dimaknai sebagai pengingat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai kebiasaan yang berkelanjutan.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir lengkap untuk melaksanakan bersih-bersih lingkungan termasuk irigasi di sepanjang Puspem ini. Di Bali, budaya itu sudah tumbuh dan terbukti dari perayaan Tumpek Wayang. Kita diingatkan untuk selalu bersih-bersih lingkungan, bukan hanya sekarang, tetapi seterusnya. Mudah-mudahan ini menjadi budaya bagi generasi muda ke depan,” ujar Adi Arnawa.

Ia berharap keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga kebiasaan menjaga kebersihan tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan bersama, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Bupati Adi Arnawa juga menekankan pentingnya menjadikan kawasan Puspem Badung sebagai contoh atau role model dalam pengelolaan kebersihan dan penataan ruang hijau.

Menurutnya, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK). Pemerintah memang memiliki tanggung jawab menyiapkan regulasi dan sarana pendukung, tetapi keberhasilan pengelolaan sampah sangat bergantung pada perubahan perilaku masyarakat.

Karena itu, aksi bersih-bersih perlu diikuti komitmen bersama untuk menjaga lingkungan yang telah dibersihkan agar tidak kembali dipenuhi sampah.

Adi Arnawa turut mengapresiasi pembatasan penggunaan kantong plastik dan botol plastik sekali pakai di lingkungan instansi pemerintahan. Ia juga menyoroti pembiasaan membawa botol minum atau tumbler pribadi sesuai Surat Edaran Sekda Badung.

Upaya tersebut diharapkan memperkuat pengurangan sampah plastik dari sumbernya, terutama dalam aktivitas perkantoran dan pelayanan pemerintahan.

Dalam arahannya, Adi Arnawa mengajak masyarakat menerapkan lima langkah untuk memperkuat pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Warga Jaga Kebersihan Lingkungan Dapat Apresiasi Beras 5 Kg dari TP PKK Provinsi Bali

Pertama, mengurangi timbulan sampah. Kedua, memilah sampah sejak dari sumbernya. Ketiga, memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai guna atau nilai ekonomi. Keempat, mengelola sampah residu secara tepat. Kelima, tidak membuang sampah sembarangan.

Langkah tersebut menegaskan bahwa kebersihan lingkungan tidak cukup mengandalkan kegiatan pembersihan, tetapi membutuhkan perubahan kebiasaan mulai dari rumah tangga, tempat kerja, sekolah, hingga ruang publik.

Bagi Pemerintah Kabupaten Badung, gerakan menjelang Tumpek Wayang ini sekaligus menjadi ajakan untuk menerjemahkan nilai kearifan lokal ke dalam tindakan nyata. Semangat Jana Kerthi diharapkan tidak berhenti pada kegiatan gotong royong, melainkan menjadi landasan perilaku masyarakat dalam menjaga alam.

“Kebersihan bukan pekerjaan satu pihak, bukan pula pekerjaan satu hari. Kebersihan adalah budaya, tanggung jawab, dan bagian dari kualitas hidup kita bersama. Setelah lingkungan ini bersih, mari kita jaga agar tetap bersih,” pungkas Adi Arnawa.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: ProkopimBdg
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here