Bali–Timor-Leste Business Forum, Koster Dorong Kerja Sama Pariwisata hingga Pertanian

0
1048
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menyambut Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste Marcos da Cruz beserta delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10/2026) malam.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster mendorong penguatan kerja sama antara Bali dan Timor-Leste di berbagai sektor strategis, mulai dari pariwisata, pertanian, peternakan hingga perdagangan. Kolaborasi kedua pihak dinilai memiliki peluang besar untuk membuka kesempatan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Koster saat menyambut kedatangan Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste Marcos da Cruz beserta delegasi Bali–Timor-Leste Business Forum di Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (3/10/2026) malam.

Bali menjadi tuan rumah Bali–Timor-Leste Business Forum bertajuk “Connecting Opportunities, Building Prosperity” yang berlangsung pada 2–3 Oktober 2026.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Bali dan masyarakat Bali, kami menyambut baik dipilihnya Provinsi Bali sebagai tuan rumah penyelenggaraan Bali–Timor-Leste Business Forum,” ujar Koster.

Menurut Koster, hubungan Indonesia dan Timor-Leste selama ini telah terjalin baik. Kedekatan geografis serta hubungan historis kedua negara menjadi modal penting untuk memperkuat kerja sama ke depan.

Ia berharap pertemuan tersebut tidak berhenti pada forum bisnis, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret antara Bali dan Timor-Leste.

“Kami berharap setelah pertemuan ini, Bali dan Timor-Leste dapat bekerja sama mengembangkan berbagai sektor potensial, khususnya pariwisata, pertanian, peternakan, dan perdagangan,” katanya.

Koster menilai sinergi dan kolaborasi antarpihak dapat menjadi instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami siap melanjutkan dan memperkuat hubungan baik yang telah terjalin selama ini,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Koster turut memperkenalkan sejumlah potensi pertanian dan peternakan Bali.

Menurutnya, meskipun Bali memiliki wilayah yang relatif kecil, Pulau Dewata memiliki kekayaan komoditas yang beragam, mulai dari salak Bali, jeruk Bali, manggis, mangga, beras Bali, ayam Bali, babi Bali hingga sapi Bali.

Baca Juga:  Kembangkan Smart City Pemkot Denpasar Jalin Kerjasama Dengan Korlantas Polri

Khusus sapi Bali, Koster menegaskan pemerintah terus menjaga keberadaannya agar tetap terpelihara.

“Sapi dari luar Bali tidak diizinkan masuk. Pemerintah Pusat juga mendukung upaya perlindungan sapi Bali agar kemurnian dan keasliannya tetap terjaga,” ujarnya.

Potensi tersebut, menurut Koster, dapat menjadi salah satu ruang pertukaran pengetahuan dan peluang kerja sama dengan Timor-Leste, terutama dalam pengembangan sektor pertanian dan peternakan.

Dari sektor pariwisata, Koster menyampaikan bahwa hingga 30 September 2026 tercatat sekitar 4,6 juta wisatawan mancanegara (wisman) telah berkunjung ke Bali.

Jumlah tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada 2025. Dari total kunjungan tersebut, sekitar 30 ribu wisatawan berasal dari Timor-Leste.

Data tersebut menunjukkan adanya hubungan mobilitas masyarakat dan wisatawan antara kedua wilayah yang masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui kerja sama pariwisata.

Koster berharap hubungan tersebut dapat terus diperkuat sehingga Bali dan Timor-Leste dapat saling mendukung dalam mengembangkan potensi ekonomi masing-masing.

Sementara itu, Menteri Pertanian, Peternakan, Perikanan, dan Kehutanan Republik Demokratik Timor-Leste Marcos da Cruz menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali atas penyambutan dan dukungan terhadap penyelenggaraan forum bisnis tersebut.

Ia menjelaskan, terdapat tiga tema besar yang menjadi perhatian dalam Bali–Timor-Leste Business Forum, yakni Blue Economy, Green Economy dan Gold Economy.

Dalam pengembangan Green Economy, Timor-Leste memiliki lahan pertanian yang subur dan luas dengan berbagai komoditas, seperti padi, jagung, kopi dan buah-buahan.

Namun, Marcos mengakui masih terdapat berbagai tantangan dalam pengembangan sektor tersebut, terutama terkait kualitas sumber daya manusia. Karena itu, delegasi Timor-Leste ingin mempelajari bagaimana mengelola sektor pertanian secara lebih baik agar mampu menghasilkan manfaat ekonomi yang maksimal.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Buka KTT Ke-42 ASEAN Tahun 2023 di Labuan Bajo

Sementara dalam Blue Economy, Timor-Leste memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar. Berdasarkan studi yang disampaikan Marcos, potensi stok ikan di Timor-Leste mencapai sekitar 700 ribu ton per tahun.

Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung perekonomian. Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu kebutuhan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.

Untuk Gold Economy, Marcos mengatakan delegasi Timor-Leste datang bersama sejumlah pengusaha ke Bali untuk berdiskusi dan mempelajari secara langsung pengembangan bisnis.

“Kami dapat belajar menjalankan bisnis dengan baik, sebagaimana telah banyak dicontohkan oleh masyarakat dan pelaku usaha di Bali,” ujarnya.

Ia berharap berbagai praktik baik yang ditemukan selama berada di Bali dapat diterapkan di Timor-Leste dengan menyesuaikannya terhadap peluang dan potensi yang dimiliki.

“Pertemuan ini memberikan manfaat besar bagi Timor-Leste karena melalui forum ini kita dapat saling belajar,” kata Marcos.

Ia juga menilai suasana Bali yang aman dan damai menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya hubungan kerja sama dan interaksi bisnis yang baik.

Baca Juga:  Seminar Internasional Unwar Bahas Transformasi Hukum Agraria dan Investasi untuk Ekowisata Berkelanjutan

Kedatangan Marcos da Cruz ke Jaya Sabha turut didampingi Wakil Presiden Veteran (Conselho dos Combatentes da Libertação Nacional Timor-Leste) Mario Nicolao dos Reis, Koordinator Jenderal Bidang Ekonomi Jorge, serta Presiden Câmara de Comércio e Indústria Timor-Leste Jorge Manuel de Araujo Serrano.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan hubungan Bali dan Timor-Leste, tidak hanya dalam konteks hubungan antarpemerintah, tetapi juga melalui keterlibatan dunia usaha dan pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumasPemprovBali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here