Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit Pura Taman Sari Pengambean

0
1028
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit Pura Taman Sari Pengambean, Jalan Tegal Wangi, Sesetan, bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, Sabtu (26/9/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit Pura Taman Sari Pengambean, Jalan Tegal Wangi, Sesetan, bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, Saniscara Umanis Bala, Sabtu (26/9/2026).

Kehadiran Arya Wibawa menjadi bagian dari dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan dan adat yang berlangsung di tengah masyarakat.

Turut hadir Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto, Kabag Kesra Kota Denpasar Putu Agus Jayadi, serta undangan terkait lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa mengatakan pelaksanaan karya di Pura Taman Sari Pengambean diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan antarsesama umat, khususnya keluarga besar pengempon pura.

Menurutnya, pelaksanaan yadnya tidak hanya memiliki makna keagamaan, tetapi juga menjadi sarana meningkatkan nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga:  Busana Adat Tabanan Pukau Penonton, Bunda Rai Dorong Pelestarian Warisan Budaya

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif,” kata Arya Wibawa.

Ia berharap nilai-nilai kebersamaan yang tumbuh dalam pelaksanaan karya dapat terus dipelihara sehingga memberikan manfaat bagi kehidupan umat dan lingkungan sekitar.

Sementara itu, Manggala Karya I Ketut Armawa menyampaikan bahwa pelaksanaan karya ditujukan untuk menetralisir aura negatif yang dinilai dapat mengganggu kehidupan manusia, khususnya bagi masyarakat pengempon Pura Taman Sari Pengambean.

“Sehingga diharapkan, nantinya dapat mewujudkan kehidupan yang aman, damai, gemah ripah loh jinawi,” kata Armawa.

Armawa menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai sejak awal September 2026. Sejumlah tahapan dilaksanakan sebelum memasuki puncak karya yang bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat.

Rangkaian tersebut meliputi Nyukat Genah Sarana Karya, Pemelaspasan Bale Pesanekan, Ngenteg Karya, Mecaru Karya, hingga Puncak Karya yang dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2026).

Menurut Armawa, pelaksanaan karya juga menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta memohon perlindungan agar umat manusia terhindar dari berbagai marabahaya.

Selain itu, karya tersebut dimaknai sebagai wujud rasa syukur kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa sekaligus memohon tuntunan dalam menjalankan tugas dan kewajiban kehidupan.

“Tujuannya tentu tidak lain adalah untuk menjaga keseimbangan alam semesta beserta isinya serta menghindari seluruh umat manusia dari marabahaya, serta sebagai wujud syukur untuk senantiasa diberikan tuntunan dalam melaksanakan tugas kewajiban,” ujarnya.

Baca Juga:  Hadiri Karya di Pura Tedung Sari, Jaya Negara Ajak Krama Perkuat Sradha Bhakti dan Gotong Royong

Pelaksanaan Karya Mamungkah Ngenteg Linggih lan Padudusan Alit tersebut sekaligus menjadi momentum bagi keluarga besar Pura Taman Sari Pengambean untuk memperkuat kebersamaan, menjaga keharmonisan dan melanjutkan nilai-nilai yadnya dalam kehidupan masyarakat.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here