Partai Demokrat Tegaskan Tiga Agenda Perjuangan: Majukan Ekonomi, Tegakkan Keadilan, Jaga Demokrasi

0
1040
Foto: Pidato Politik Ketum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono, (7/9/2026).

Demokrat: Politik Harus Membuat Hidup Rakyat Lebih Baik

JAKARTA, KEN-KENKHABARE – Partai Demokrat menegaskan bahwa ukuran keberhasilan politik dan pemerintahan bukan terletak pada seberapa keras seseorang berbicara, banyaknya janji yang disampaikan, maupun besarnya kekuasaan yang dimiliki, melainkan pada perubahan nyata yang dirasakan masyarakat. Hal ini disampaikan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono di depan para kader pada Ulang Tahun ke-25 Partai Demokrat, Senin (7/9/2026) di Jakarta melalui akun Youtube Partai Demokrat.

“Pada akhirnya, politik harus diuji dengan satu pertanyaan sederhana. Apakah kehidupan rakyat menjadi lebih baik?” demikian ditegaskan dalam pidato Partai Demokrat.

Menurutnya, harapan rakyat sesungguhnya sederhana, yakni kehidupan hari ini harus lebih baik daripada kemarin, dan kehidupan hari esok harus lebih baik daripada hari ini.

Ukuran tersebut dinilai menjadi tolok ukur paling jujur bagi setiap pemimpin politik, partai politik, maupun pemerintahan.

Perjalanan seperempat abad Partai Demokrat juga dinilai memberikan pelajaran bahwa kepercayaan rakyat bukan sesuatu yang dapat diwariskan, melainkan harus diperjuangkan setiap hari.

Baca Juga:  Kelurahan Sanur Gelar Pelatihan Membuat Banten Caru, Upaya Melestarikan Nilai Ajaran Agama Hindu

Perjuangan itu dilakukan melalui gagasan yang relevan, kebijakan yang berpihak kepada masyarakat, serta kerja nyata yang manfaatnya dapat dirasakan rakyat.

“Tujuan politik bukan sekadar memenangkan kekuasaan. Tujuan politik adalah memenangkan masa depan rakyat,” tegasnya.

Partai Demokrat sendiri lahir pada 2001, tidak lama setelah Indonesia memasuki era Reformasi. Kelahiran partai tersebut tidak dapat dilepaskan dari situasi Indonesia ketika itu yang menghadapi krisis multidimensi, mulai dari krisis ekonomi yang berkembang menjadi krisis politik, sosial, hukum, keamanan hingga krisis kepercayaan.

Reformasi hadir untuk mengoreksi berbagai persoalan, termasuk pemusatan kekuasaan yang berlebihan, praktik korupsi, kolusi dan nepotisme, lemahnya supremasi hukum, terbatasnya kebebasan dan partisipasi rakyat, serta keterlibatan aparat keamanan dalam politik kekuasaan.

Salah satu amanah penting Reformasi, menurut pidato tersebut, adalah memastikan alat dan aparatur negara berdiri di atas semua golongan.

TNI, Polri, intelijen, penegak hukum, ASN, serta seluruh aparatur negara harus menjalankan tugas secara profesional dan netral, termasuk dalam setiap pemilu.

Baca Juga:  Gempa Bumi Tektonik Dengan Kekuatan 4,1 Magnitudo Terjadi Di Kuta Bali

“Mereka semua adalah milik rakyat, milik kita semua,” tegasnya.

Sejarah Reformasi, lanjutnya, perlu diingat bukan untuk kembali ke masa lalu, tetapi untuk mengambil pelajaran bagi masa depan. Kekuasaan harus tetap diawasi, hukum harus berlaku adil, korupsi harus dilawan, dan kedaulatan rakyat harus dijaga serta dihormati.

Karena Partai Demokrat lahir dari semangat Reformasi, nilai-nilai tersebut disebut sebagai bagian dari jati diri sekaligus tanggung jawab sejarah partai.

Seiring perubahan zaman, tantangan pemerintah dan harapan masyarakat juga terus berkembang. Karena itu, Partai Demokrat menegaskan tiga agenda perjuangan yang harus menjadi pedoman kader Demokrat dari tingkat pusat hingga daerah.

Ketiga agenda tersebut adalah:

  1. Memajukan ekonomi
  2. Menegakkan keadilan
  3. Menjaga demokrasi

Dalam agenda ekonomi, seluruh kader Demokrat diminta sungguh-sungguh mendengarkan persoalan masyarakat secara langsung, baik di kampung, pasar, tempat kerja, ruang pertemuan maupun media sosial.

Menurutnya, masih banyak keluarga yang telah bekerja keras tetapi belum merasakan kehidupan yang semakin mudah. Harga kebutuhan sehari-hari masih menjadi tekanan, sementara memperoleh pekerjaan yang layak juga tidak selalu mudah.

Persoalan tersebut, antara lain, dirasakan pelaku UMKM, pekerja informal, pengemudi ojek online, ibu rumah tangga, generasi muda, dan kelompok masyarakat lainnya.

Pidato tersebut menyoroti sejumlah persoalan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat, mulai dari tekanan harga kebutuhan pokok, keterbatasan lapangan pekerjaan berkualitas, daya beli keluarga yang tertekan, hingga beban biaya hidup kelas menengah.

Di sisi lain, banyak UMKM masih berjuang memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha. Kesempatan ekonomi dan kualitas pelayanan dasar juga dinilai belum merata di berbagai wilayah.

Karena itu, kader Demokrat diminta tidak menjauh dari kenyataan yang dihadapi masyarakat.

“Dengarkan, pahami dan perjuangkan jalan keluarnya. Sebab di balik setiap angka ekonomi, ada kehidupan manusia,” demikian pesan dalam pidato tersebut.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: chanel youtube Partai Demokrat
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here