Tandatangani Prasasti Karya di Bualu, Bupati Adi Arnawa: Budaya Adalah Garda Pariwisata Bali

0
1042
Foto: Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menandatangani prasasti karya saat menghadiri Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama lan Nyurud Ayu di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Senin (7/9/2026).

BADUNG, KEN-KENKHABARE – Kebudayaan dan spiritualitas Bali bukan sekadar warisan leluhur, tetapi juga modal sosial yang menopang keberlanjutan pariwisata. Karena itu, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan pembangunan ekonomi di Kabupaten Badung harus berjalan seiring dengan upaya menjaga adat, tradisi, serta keberadaan tempat-tempat suci.

Hal tersebut disampaikan Bupati Adi Arnawa saat menghadiri sekaligus menjadi upasaksi Karya di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu, Wantilan Dadia Bualu, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Senin (7/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menandatangani prasasti karya sebagai penanda pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Wraspati Kalpa, Caru Rsi Gana Utama lan Nyurud Ayu di Pura Ibu Panti Dukuh Bualu.

Puncak pujawali dijadwalkan berlangsung pada Anggara Kliwon Wuku Prangbakat, Selasa (15/9/2026).

Di hadapan krama, Bupati Adi Arnawa mengatakan aspek spiritual menjadi semakin penting karena struktur perekonomian Badung sangat bergantung pada sektor pariwisata.

Menurutnya, pariwisata memiliki karakter yang rentan terhadap berbagai faktor eksternal, termasuk bencana alam maupun gangguan terhadap mobilitas wisatawan global.

“Pariwisata itu sifatnya sangat rentan. Hari ini bisa bagus, besok bisa tiba-tiba tidak,” ujarnya.

Adi Arnawa menyebutkan, Kabupaten Badung saat ini berkontribusi sekitar 74 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Provinsi Bali. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pemerintah daerah tidak hanya berorientasi pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga menjaga ekosistem budaya dan spiritual yang menjadi bagian penting dari daya tarik Bali.

“Sekarang ini tiyang sedang fokus membenahi beberapa fasilitas umum pada sejumlah pura Kahyangan Jagat. Ekonomi tidak akan bisa tumbuh tanpa dukungan infrastruktur,” ucapnya.

Selain pembangunan dan penataan fasilitas tempat ibadah, Pemkab Badung juga mendorong pembenahan transportasi, jalur pedestrian, serta kantong parkir di kawasan pariwisata.

Wilayah Bualu menjadi salah satu kawasan strategis karena berfungsi sebagai penyangga kawasan pariwisata internasional Nusa Dua.

Baca Juga:  Jaya Negara dan Arya Wibawa Pimpin Bhakti Penganyar Pemkot Denpasar di Besakih

Pembenahan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan sekaligus mendorong peningkatan length of stay atau lama tinggal wisatawan.

Semakin lama wisatawan berada di Bali, semakin besar pula potensi efek berganda (multiplier effect) yang diterima pelaku usaha dan masyarakat lokal.

“Semoga karya berjalan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan, sida karya, sida purna, sida sidaning don,” pungkas Bupati Adi Arnawa.

Sementara itu, Manggala Prawartaka Karya I Wayan Garta menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Badung yang telah memfasilitasi pembangunan Pura Ibu Panti Dukuh Bualu.

Wayan Garta menjelaskan, pelaksanaan karya tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar yang bersumber dari swadaya krama. Besarnya kebutuhan anggaran berkaitan dengan tingkatan dan kompleksitas seluruh rangkaian upacara, termasuk hingga tahap pengeremekan.

Baca Juga:  Denpasar Raih LPM Award, Perkuat Kolaborasi Wujudkan Pembangunan Berbasis Masyarakat

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan DPD RI, sejumlah Anggota DPRD Badung, di antaranya I Made Rai Wirata, I Wayan Luwir Wiana, I Nyoman Karyana, dan I Wayan Sukses.

Hadir pula Sekcam Kuta Selatan bersama unsur Tripika, Lurah Benoa, Bendesa Adat Bualu, Penglingsir Pasemetonan Dukuh Bali I Nyoman Sumerta, serta krama Pasemetonan Dukuh Badung.

Editor: I Nyoman Arta W

Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here