Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara”, ASN Peduli Endek Gerakkan IKM Bali Bangkit

0
1053
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua Dekranasda Bali Ny. Putri Koster menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8/2026). Ist.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Dekranasda Provinsi Bali terus mendorong pelestarian kain tenun endek sekaligus memperkuat ekosistem industri kecil dan menengah (IKM) lokal melalui Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Senin (31/8).

Kegiatan tersebut menjadi ruang promosi produk IKM/UMKM Bali Bangkit sekaligus mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) mengambil peran sebagai pengguna dan konsumen produk lokal Bali.

Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, mengatakan penggunaan kain endek di lingkungan ASN memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun kekompakan dan kerapian dalam berbusana.

Menurutnya, kebijakan penggunaan busana berbahan endek setiap Selasa dan Jumat, serta penggunaan kain endek secara serentak sebagai bagian dari busana adat pada Kamis, HUT Pemerintah Provinsi Bali, serta rahina Purnama dan Tilem, merupakan bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur Bali.

“Mari kita belajar bersama untuk mencintai produk lokal buatan perajin Bali, perajin yang merupakan saudara kita sendiri. Jika bukan kita yang peduli terhadap warisan leluhur, siapa lagi yang akan menjaganya?” tegas Ny. Putri Koster.

Ny. Putri Koster menjelaskan, kain tenun endek memiliki motif khas yang berkembang di berbagai wilayah Bali. Penggunaan secara konsisten diharapkan tidak hanya menjaga keberadaan wastra tradisional, tetapi juga menciptakan permintaan yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi perajin, penenun dan pelaku IKM.

BACA JUGA:

| Bali Siapkan Trem Listrik Bandara–Canggu, Groundbreaking Ditargetkan Maret 2027

Karena itu, ia mengajak ASN tidak berhenti pada penggunaan kain endek, tetapi turut membeli dan mempromosikan produk IKM Bali Bangkit maupun produk perajin di sentra-sentra endek di wilayah masing-masing.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membiarkan produk kerajinan lokal semakin terpinggirkan oleh produk dari luar Bali yang ditawarkan dengan harga lebih murah.

“Jangan sampai produk kita semakin terpinggirkan, bahkan hilang, karena kita lebih memilih membeli dan menggunakan produk troso, yakni produk buatan luar Bali yang didatangkan dan dijual di Bali dengan harga murah,” ujarnya.

Dekranasda Bali Fashion Day merupakan bagian dari trilogi fashion show Dekranasda Provinsi Bali. Kegiatan ini tidak hanya dirancang sebagai pertunjukan busana, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan kain tenun endek dengan kreativitas desainer muda lokal Bali, model busana, koreografi dan komposisi musik.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sekaligus memperluas penggunaan kain endek. Di sisi lain, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem industri mode berbasis wastra Bali.

Dengan demikian, endek tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya, tetapi juga terus memiliki nilai ekonomi dan dapat berkembang mengikuti kebutuhan serta selera masyarakat.

Gubernur Bali Wayan Koster turut hadir menyaksikan Dekranasda Bali Fashion Day. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai salah satu cara kreatif mempromosikan produk IKM/UMKM sekaligus membangun kebersamaan di lingkungan perangkat daerah.

“Secara khusus, kegiatan ini memberikan kesan tersendiri dalam cara mempromosikan produk IKM/UMKM secara tidak langsung dan memberikan dampak positif bagi penjual maupun produsen. Kegiatan ini sekaligus menggairahkan suasana internal perangkat daerah dan memperkuat kebersamaan. Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua pihak yang terlibat,” ujar Koster.

Dekranasda Bali Fashion Day kali ini melibatkan empat perangkat daerah, yakni Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Bali; Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali; Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali; serta Badan Riset dan Inovasi Daerah Provinsi Bali.

BACA JUGA:

| Soft Opening Haidilao Bali di Living World, Antari Jaya Negara Apresiasi Hadirnya Destinasi Kuliner Baru

Melalui keterlibatan ASN, desainer, perajin, penenun, pelaku IKM/UMKM dan perangkat daerah, Dekranasda Bali Fashion Day “Wastra Hitakara” diharapkan tidak berhenti sebagai pertunjukan busana.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan bersama untuk menjaga endek, menghidupkan karya perajin, sekaligus menggerakkan perekonomian Bali melalui kecintaan terhadap produk lokal.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here