
Her Suprabu Targetkan 92 Emas di PORPROV 2027, Bibit Atlet Muda Terus Diburu
SOLO, KEN-KEN KHABARE – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surakarta mendorong pengembangan sport tourism sebagai salah satu strategi untuk memperkuat sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di Kota Solo.
Ketua KONI Surakarta Her Suprabu, S.P., M.M., mengatakan perkembangan olahraga saat ini tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi telah menjadi bagian dari budaya masyarakat dan memiliki potensi besar untuk mendukung pariwisata daerah.
Hal tersebut disampaikan Her Suprabu dalam jumpa pers bersama awak media di Griya Solopos, Minggu (30/8/2026).
Menurutnya, sport tourism dapat menjadi salah satu andalan untuk menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
“Sport tourism sebagai andalan dalam mengembangkan pariwisata Solo dan UMKM untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Her Suprabu.
Olahraga dan Pariwisata Bisa Berjalan Bersama
Her Suprabu yang menahkodai KONI Surakarta periode 2025-2030 menilai kegiatan olahraga memiliki potensi besar untuk menjadi magnet kunjungan ke Solo.
Event olahraga dapat menghadirkan peserta, pendamping, keluarga, maupun penonton dari berbagai daerah. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi sektor akomodasi, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga UMKM lokal.
Sementara untuk olahraga prestasi, KONI Surakarta tetap menjalankan agenda pembinaan melalui berbagai kompetisi, termasuk Wali Kota Cup dan kejuaraan yang diselenggarakan masing-masing cabang olahraga.
Infrastruktur Olahraga Solo Dinilai Memadai
Dalam pengembangan sport tourism, infrastruktur menjadi salah satu faktor penting.
Her Suprabu menyebut fasilitas olahraga yang dimiliki Kota Surakarta relatif memadai dan bahkan telah digunakan untuk penyelenggaraan kompetisi olahraga tingkat nasional maupun internasional.
Dengan dukungan fasilitas tersebut, Solo memiliki modal untuk terus mengembangkan berbagai event olahraga yang mampu menarik peserta dan wisatawan dari luar daerah.
Gandeng Sponsor untuk Perkuat Pendanaan
Dari sisi pembiayaan, KONI Surakarta tidak hanya mengandalkan dukungan pemerintah melalui APBD.
Her mengatakan pihaknya juga menggandeng pihak ketiga, khususnya sponsor, untuk mendukung pelaksanaan kegiatan dan pembinaan olahraga.
“Kami menggandeng pihak ketiga yaitu para sponsor disamping dana dari APBD Kota Surakarta,” ujarnya.
Menurut Her, strategi tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan program olahraga sekaligus membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan insan olahraga.
KONI Surakarta Petakan 65 Cabang Olahraga
Dalam upaya memperkuat pembinaan prestasi, Her Suprabu mengungkapkan dirinya telah melakukan kunjungan ke berbagai cabang olahraga yang berada di bawah KONI Surakarta.
Dari total 65 cabang olahraga, masih terdapat 15 cabang olahraga yang akan dikunjungi.
Langkah tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi pembinaan sekaligus memetakan potensi atlet yang dapat dikembangkan menuju berbagai ajang kompetisi.
Target 92 Medali Emas PORPROV 2027
Menghadapi PORPROV 2027, KONI Surakarta memasang target ambisius dengan membidik 92 medali emas.
Sejumlah cabang olahraga yang menjadi tumpuan antara lain pencak silat, sepeda, panahan, bulu tangkis, dan sepak bola, Wushu, Taekwondo dan selain cabang olahraga lainnya.
Untuk mencapai target tersebut, pembinaan olahraga prestasi terus diperkuat, termasuk mencari bibit-bibit atlet muda melalui berbagai event olahraga.
“Solo optimistis mendulang medali emas dan juara umum,” pungkas Her.
Dengan mengembangkan sport tourism sekaligus memperkuat pembinaan olahraga prestasi, KONI Surakarta berharap olahraga dapat memberikan kontribusi yang lebih luas bagi Kota Solo, bukan hanya dalam pencapaian prestasi atlet, tetapi juga dalam mendukung pariwisata dan perekonomian masyarakat.
Penulis: I Nyoman Arta Wirawan
Editor: Tim Redaksi


