Wali Kota dan Wawali Denpasar Hadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Banjar Dukuh Pesirahan

0
1042
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih di Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8/2026).

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara bersama Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri Puncak Karya Ngenteg Linggih Mapedudusan Alit, Mapeingkup, Mapancalingga lan Nyatur di Pura Kahyangan, Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan dan Pura Pemanahan, Banjar Dukuh Pesirahan, Desa Adat Pedungan, Rabu (26/8/2026).

Pelaksanaan karya bertepatan dengan Rahina Buda Kliwon Wuku Matal tersebut turut mendapat dukungan Pemerintah Kota Denpasar melalui dana hibah sebesar Rp500 juta. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu pelaksanaan rangkaian upacara keagamaan di lingkungan Banjar Dukuh Pesirahan.

Turut hadir Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Mahendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar Anak Agung Gede Wirawan, Kabag Kesra Kota Denpasar I Putu Agus Jayadi serta Camat Denpasar Selatan I Kadek Ermanto.

Sebelum persembahyangan dimulai, rangkaian kegiatan juga dimeriahkan dengan pementasan Tari Rejang, Baris dan Tari Topeng Sidakarya.

Baca Juga:  BEM Unwar Gelar Dialog Publik “Koster Menjawab”, Dorong Solusi Konkret Hadapi Krisis Lingkungan Bali

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat Banjar Dukuh Pesirahan dalam melaksanakan karya keagamaan tersebut.

Menurutnya, pelaksanaan karya tidak hanya memiliki makna spiritual, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kebersamaan serta meningkatkan sradha dan bhakti masyarakat.

“Pemerintah Kota Denpasar tentu sangat mengapresiasi pelaksanaan karya ini. Semoga seluruh rangkaian upacara berjalan lancar dan memberikan kerahayuan, kedamaian serta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap seluruh rangkaian upacara dapat berlangsung lancar serta memberikan manfaat spiritual dan sosial bagi krama Banjar Dukuh Pesirahan dan masyarakat Desa Adat Pedungan.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya Kadek Dwi Cahyadi mengatakan pelaksanaan karya tersebut telah lama direncanakan. Namun, berdasarkan kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, pelaksanaan karya baru dapat direalisasikan pada tahun 2026.

“Karya ini sudah lama belum terlaksana. Sesuai kesepakatan bersama warga Dukuh Pesirahan Desa Adat Pedungan, akhirnya karya ini dapat dilaksanakan secara berbarengan di Pura Kahyangan Pura Prajapati, Pura Gede Bagawan Penyarikan lan Pura Pemanahan,” jelasnya.

Rangkaian karya telah dimulai sejak 11 Agustus 2026, diawali dengan upacara Matur Piuning Karya lan Ngaturan Guru Piduka.

Baca Juga:  D’Youth Fest 6.0 Digelar 11–12 Juli, Dispar Denpasar Siapkan Kantong Parkir di Sejumlah Titik

Setelah melalui sejumlah tahapan upacara, rangkaian tersebut kemudian mencapai puncaknya pada Rabu (26/8).

Selanjutnya, rangkaian karya akan dilanjutkan dengan Nyegara Gunung serta Nyineb lan Nuek Penyenjer lan Pengenteg Karya yang dijadwalkan pada Rahina Saniscara, 29 Agustus 2026.

Pada puncak karya, upacara di Pura Kahyangan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gde Watulumbung dari Griya Batulumbung, Sibang, serta Ida Rsi Bhujangga Whaisnawa Putra Sara Shri Satya Jati dari Griya Sesetan, Denpasar.

Sementara itu, upacara di Pura Prajapati lan Pemanahan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede dari Griya Anyar Cau Belayu.

Sedangkan upacara di Pura Ratu Gede Begawan Penyarikan dipuput oleh Ida Ratu Pedanda Gede Oka Megelung dari Griya Megelung, Baha, Mengwi.

Kadek Dwi Cahyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Denpasar, atas perhatian serta dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan karya tersebut.

“Terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan Pemerintah Kota Denpasar, khususnya Bapak Wali Kota dan Bapak Wakil Wali Kota. Dukungan ini sangat berarti bagi kami dalam pelaksanaan karya,” ungkapnya.

Dukungan tersebut diharapkan turut memperkuat pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus menjaga keberlanjutan tradisi dan kehidupan sosial masyarakat adat di Kota Denpasar.

Editor: I N Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here