Hari UMKM Nasional 2026 Digelar di Bali, Putri Koster Apresiasi GEMBIRA dan Dorong UMKM Naik Kelas

0
39
Foto: Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ibu Putri Koster menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 sekaligus memberikan apresiasi terhadap Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA) di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, mengapresiasi Gerakan Memajukan Bisnis Rakyat (GEMBIRA) yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali sebagai upaya memperkuat keberadaan dan daya saing pelaku UMKM di Bali.

Apresiasi tersebut disampaikan Ibu Putri Koster saat menghadiri peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 di Kantor Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Kamis (13/8/2026).

GEMBIRA dinilai mampu memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk terus berkembang, bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi, sekaligus memperluas pemasaran melalui platform digital maupun secara langsung.

Menurut Putri Koster, keberadaan UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian masyarakat. Karena itu, pembinaan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan, tetapi juga harus diikuti dengan membuka akses pemasaran.

Gerakan GEMBIRA menjadi salah satu pendekatan yang dinilai penting karena memberikan kesempatan kepada pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun pasar.

Penguatan pemasaran melalui platform digital juga menjadi semakin penting di tengah perubahan perilaku konsumen yang semakin banyak memanfaatkan kanal daring untuk mencari dan membeli produk.

Putri Koster juga menyoroti kolaborasi Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali dengan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, khususnya melalui kegiatan Bergerak dan Berbagi.

Program tersebut menghadirkan chef ke desa-desa untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang memiliki minat dan potensi di bidang kuliner.

Dalam setiap pelaksanaan, chef akan memilih 30 peserta. Dengan kegiatan yang dilaksanakan di tiga desa dalam satu hari, sebanyak 90 orang memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan.

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan memasak masyarakat, tetapi juga membuka peluang lahirnya pelaku UMKM baru.

Masyarakat juga didorong mengembangkan olahan pangan dengan memanfaatkan bahan baku khas daerah masing-masing sehingga produk yang dihasilkan memiliki identitas sekaligus nilai ekonomi.

Baca Juga:  Gubernur Koster Bertemu DJSN, Bali Siap Jadi Pilot Project Reformasi Sistem Rujukan Kesehatan Nasional

Penguatan UMKM juga dilakukan melalui keterlibatan pelaku usaha, khususnya sektor kuliner, dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) yang diselenggarakan setiap tahun.

Menurut Putri Koster, PKB dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk kerajinan dan olahan pangan UMKM Bali kepada masyarakat yang lebih luas.

Kehadiran UMKM dalam event berskala besar seperti PKB sekaligus memberikan pengalaman bagi pelaku usaha dalam mengelola produk, pemasaran dan pelayanan konsumen.

“Ketika UMKM diberikan ruang, mereka bukan hanya berjualan, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan identitas dan kualitas produknya kepada pasar yang lebih luas,” demikian semangat yang ditekankan dalam pengembangan UMKM Bali.

Di tengah dorongan memperluas pasar, Putri Koster mengingatkan pelaku UMKM agar tidak mengabaikan kualitas produk.

Menurutnya, aspek kesehatan, kebersihan proses pengolahan, kelayakan konsumsi serta kualitas bahan baku harus menjadi perhatian utama, khususnya bagi UMKM sektor kuliner.

Pemanfaatan hasil pertanian dan potensi khas masing-masing daerah juga perlu terus dikembangkan sehingga produk UMKM Bali memiliki keunikan dan daya saing.

Pembinaan bersama berbagai pihak, termasuk Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam aspek keamanan dan kelayakan konsumsi, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM Bali.

Putri Koster optimistis apabila pembinaan dilakukan secara konsisten, UMKM Bali dapat berkembang dari pasar lokal menuju pasar nasional.

Ia juga berharap pembinaan UMKM tetap berkelanjutan dan tidak berhenti ketika terjadi pergantian kepemimpinan.

Dengan keberlanjutan program, UMKM diharapkan tetap menjadi kekuatan ekonomi masyarakat sekaligus “pelita” di tengah berbagai tantangan perekonomian.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Tri Arya Dhyana Kubontubuh, menyampaikan apresiasi kepada Putri Koster atas dukungan terhadap perkembangan UMKM dan IKM di Bali.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan Dekranasda Provinsi Bali memberikan motivasi kepada pelaku UMKM dan IKM untuk terus berkarya, mengembangkan produk dan memperluas pasar.

Peringatan Hari UMKM Nasional Tahun 2026 juga menjadi momentum khusus karena untuk pertama kalinya peringatan tersebut dirayakan di Bali.

Baca Juga:  Belanja Infrastruktur Badung Tembus 59,8 Persen, Perubahan KUA-PPAS 2026 Disepakati

Kegiatan sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku UMKM kuliner tradisional yang berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026.

Apresiasi diberikan kepada 20 UMKM dengan nilai penjualan tertinggi selama penyelenggaraan PKB XLVIII.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan terhadap kerja keras pelaku UMKM sekaligus menunjukkan bahwa event kebudayaan seperti PKB dapat menjadi ruang strategis untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan.

Dengan penguatan GEMBIRA, kolaborasi pemerintah dan PKK, pembinaan kualitas produk, perluasan pemasaran digital serta pemberian ruang pada event besar seperti PKB, UMKM Bali diharapkan tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here