Gubernur Koster Dorong Kreativitas Anak Muda Bali Lewat Kompetisi Mixology & Flair Bartender

0
57
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster mendorong kreativitas anak muda melalui Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangka HUT ke-68 Provinsi Bali.

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Kreativitas dan keterampilan anak muda Bali di bidang mixology dan flair bartending mendapat perhatian serius dari Gubernur Bali Wayan Koster. Menurut Koster, kemampuan meracik minuman sekaligus menguasai teknik atraktif dalam memainkan botol dan peralatan bar bukan sekadar keterampilan hiburan, tetapi memiliki potensi ekonomi yang besar bagi generasi muda Bali.

Pandangan tersebut disampaikan Koster saat menghadiri Kompetisi Mixology & Flair Bartender yang digelar di Gedung Kertha Saba, Areal Rumah Jabatan Gubernur Bali, Minggu (9/8/2026). Kompetisi tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-68 Provinsi Bali dan diikuti 23 calon bartender berbakat.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta menunjukkan kemampuan meracik koktail berbahan dasar arak yang dipadukan dengan buah dan rempah khas Bali. Selain kreativitas dalam menciptakan racikan, peserta juga ditantang menunjukkan keterampilan flair bartending melalui aksi atraktif memainkan botol dan berbagai peralatan bar.

Bagi Koster, keterampilan tersebut merupakan potensi yang perlu mendapat ruang pengembangan karena Bali memiliki ekosistem pariwisata yang mendukung tumbuhnya profesi bartender.

“Saya tertarik karena ini keterampilan unik dan langka. Menurut saya ini adalah potensi besar, karena anak-anak kita dianugerahi keterampilan seperti itu. Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia punya ekosistem yang baik,” ujar Koster.

Koster juga melihat keterampilan mixology dapat memberikan dampak lebih luas terhadap pengembangan produk lokal Bali, khususnya arak, buah-buahan dan rempah yang digunakan sebagai bahan dasar maupun pelengkap racikan.

Menurutnya, kemampuan bartender dalam mengolah bahan lokal menjadi produk kreatif dapat membantu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk masyarakat.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Buka Lomba Mancing Lele Air Deras Banjar Saraswati Kesiman, Diikuti Ribuan Pemancing

“Kita harus urus dan beri perhatian serius karena dapat memajukan perekonomian masyarakat dan membuka lapangan kerja baru,” sebutnya.

Ia menilai Bali memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu daerah unggulan dalam pengembangan profesi bartender. Keunggulan tersebut didukung oleh posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia dengan industri hotel, restoran, bar dan sektor pariwisata yang berkembang.

“Ini peluang bagi anak-anak kita. Selain punya nilai tawar di hotel atau restoran, dengan kemampuan yang dimiliki, mereka juga bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja. Harus kita urus dari hulu hingga hilir,” urainya.

Untuk meningkatkan profesionalisme sekaligus nilai tawar para bartender muda, Koster menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memberikan sertifikat kepada peserta yang mengikuti kompetisi.

Sertifikasi tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bukti kompetensi yang dapat mendukung peluang kerja maupun pengembangan usaha para bartender.

Selain sertifikasi, Koster juga mendorong adanya fasilitasi akses permodalan bagi peserta yang memiliki keinginan membuka usaha secara mandiri.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Sepakad Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

Menurutnya, pengembangan talenta anak muda tidak cukup berhenti pada kompetisi. Pemerintah perlu membangun ekosistem yang memungkinkan keterampilan tersebut berkembang menjadi profesi, usaha, dan sumber penghasilan baru.

Koster juga berharap kompetisi Mixology & Flair Bartender dapat digelar lebih sering. Bahkan, ia mendorong agar Bali dapat menjadi tuan rumah kompetisi tingkat nasional sehingga semakin banyak bartender muda memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus meningkatkan pengalaman.

Persaingan 23 peserta berlangsung ketat. Setelah melalui proses penilaian dewan juri, Kadek Suniantara keluar sebagai juara Kompetisi Mixology & Flair Bartender dalam rangkaian HUT ke-68 Provinsi Bali.

Pemuda yang akrab disapa Kadek Suni tersebut tampil dengan racikan bertajuk “Dewan Kemangi”. Racikan tersebut menggunakan arak Dewan yang dipadukan dengan kemangi, jahe, sirup markisa dan lime, serta tambahan topping Sprite.

Tidak hanya mengandalkan rasa dan perpaduan bahan, Kadek Suni juga berhasil menarik perhatian penonton melalui kemampuan flair bartending, dengan memainkan botol dan peralatan peracik minuman secara atraktif.

Atas prestasinya tersebut, Kadek Suni berhak memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp15 juta serta peluang dikirim ke Polandia untuk mengikuti kejuaraan bartender.

Kompetisi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa kreativitas anak muda Bali dapat berkembang menjadi kompetensi profesional yang memiliki nilai ekonomi. Dengan dukungan ekosistem pariwisata, pengembangan keterampilan, sertifikasi, akses permodalan dan ruang kompetisi yang berkelanjutan, talenta bartender Bali berpotensi semakin dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.Pen

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here