Wali Kota Jaya Negara Buka Lomba Mancing Lele Air Deras Banjar Saraswati Kesiman, Diikuti Ribuan Pemancing

0
44
Foto: Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara saat membuka lomba mancing lele air deras yang diselenggarakan Banjar Saraswati, Kesiman Denpasar dengan penebaran ikan lele di aliran Tukad (sungai) Bindu Kesiman, Minggu Pagi (9/8).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE.COM – Suasana Tukad Bindu, Kesiman, Denpasar, Minggu (9/8/2026) pagi, mendadak semarak dipadati para penghobi mancing. Sejak subuh, sekitar seribu pemancing dari Kota Denpasar dan sejumlah daerah lainnya berdatangan untuk mengikuti Lomba Mancing Lele Air Deras Banjar Saraswati Kesiman yang dibuka langsung Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Pembukaan lomba ditandai dengan penebaran ikan lele ke aliran Tukad Bindu Kesiman. Kegiatan yang digelar Banjar Saraswati tersebut tidak hanya menjadi ajang rekreasi dan penyaluran hobi, tetapi juga dikemas sebagai kegiatan penggalian dana untuk mendukung pelaksanaan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati yang dijadwalkan berlangsung pada Desember mendatang.

Antusiasme peserta terlihat sejak pagi. Pemancing tidak hanya datang dari wilayah Kota Denpasar, tetapi juga dari luar Denpasar. Mereka membawa perlengkapan dan umpan masing-masing untuk mengikuti perlombaan memperebutkan ikan master dengan bobot terberat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Provinsi Bali AA Gede Agung Suyoga, serta Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede.

Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengapresiasi inisiatif Banjar Saraswati Kesiman yang mengemas kegiatan penggalian dana melalui lomba mancing.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Sepakad Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan ruang rekreasi bagi masyarakat sekaligus dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kebersihan dan kelestarian kawasan Tukad Bindu.

“Tentu kami sangat mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini, semoga selain menjadi wahana rekreasi dan hiburan, ini juga menjadi edukasi untuk terus menjaga kelestarian lingkungan atau subak,” ujar Jaya Negara.

Ia berharap kegiatan masyarakat yang memanfaatkan ruang publik dan lingkungan sekitar tetap memperhatikan kebersihan serta kelestarian alam. Dengan demikian, kegiatan rekreasi dapat memberikan manfaat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.

Sementara itu, Kelian Adat Banjar Saraswati, Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, menjelaskan bahwa lomba mancing tersebut diselenggarakan sebagai bagian dari upaya penggalian dana untuk menyukseskan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati yang dijadwalkan pada Desember mendatang.

Namun, kegiatan tersebut tidak semata-mata ditujukan untuk penggalangan dana. Panitia juga ingin menghadirkan kegiatan kemasyarakatan yang mampu mempertemukan warga dengan para penghobi mancing.

“Kegiatan ini kami selenggarakan dalam rangka penggalian dana untuk menyukseskan Karya Melaspas dan Mendem Pedagingan Banjar Saraswati. Tetapi sekaligus menjadi inovasi kegiatan kemasyarakatan yang bisa menjadi wadah penyaluran hobi dan meningkatkan keakraban antarwarga serta pecinta mancing,” jelasnya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Sepakad Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

Untuk menarik minat peserta, panitia menyiapkan lebih dari 500 kilogram ikan lele, ditambah enam ekor ikan master dengan bobot masing-masing di atas tiga kilogram.

“Untuk lomba kali ini, kami menyebar sekitar 2.100 kupon dengan harga Rp60.000 per kupon. Peserta yang hadir diperkirakan mencapai 1.000 orang pemancing. Tiket tersebut sudah mencakup akses masuk serta kupon undian doorprize,” ujar Srijaya Widiada.

Lomba mancing tersebut memperebutkan hadiah uang tunai untuk enam kategori pemenang berdasarkan bobot ikan master terberat.

Juara pertama mendapatkan hadiah Rp2.500.000, juara kedua Rp1.500.000, juara ketiga Rp1.000.000, juara keempat Rp750.000, juara kelima Rp500.000 dan juara keenam Rp250.000.

Tidak hanya hadiah utama, panitia juga menyediakan sekitar 50 ekor ikan berpita khusus yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendapatkan hadiah tambahan berupa uang tunai maupun barang.

Hadiah tersebut dapat dimenangkan berdasarkan warna pita yang terdapat pada ikan yang berhasil dipancing peserta.

Konsep tersebut membuat suasana perlombaan semakin menarik karena peserta tidak hanya berusaha mendapatkan ikan dengan bobot terberat, tetapi juga memiliki peluang memperoleh hadiah tambahan melalui ikan berpita.

Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada berharap kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu model penggalian dana yang kreatif di tingkat masyarakat.

Menurutnya, kegiatan sosial dan keagamaan di lingkungan banjar membutuhkan dukungan bersama. Karena itu, metode penggalangan dana dapat dikembangkan dengan berbagai kegiatan yang sekaligus memberikan hiburan dan manfaat bagi masyarakat.

“Harapan kami ke depan, upaya penggalian dana untuk kegiatan kemasyarakatan dan keagamaan bisa terus berkembang secara kreatif, tidak hanya bergantung pada cara-cara konvensional seperti kupon makanan saja,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Sepakad Run 2026, Dorong Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Warga

Lomba Mancing Lele Air Deras Banjar Saraswati Kesiman pun tidak hanya menjadi ajang berburu ikan dan hadiah. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana tradisi gotong royong di tingkat banjar dapat dikemas melalui kegiatan kreatif yang mampu menggabungkan unsur sosial, rekreasi, kebersamaan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here