
DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri rangkaian Karya Mamungkah Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, Ngresi Gana, Mapeselang Menawa Ratna, Mapeselang Medasar antuk Tawur Balik Sumpah lan Tawur Wraspati Kalapa di Pura Tedung Sari dan Pura Ratu Gede Bagawan Penyarikan, Banjar Pesanggaran, Desa Adat Pedungan, Kamis (30/7/2026).
Kehadiran Wali Kota Jaya Negara menjadi wujud dukungan Pemerintah Kota Denpasar terhadap pelestarian adat, agama, tradisi, dan budaya Bali yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Jaya Negara mengikuti rangkaian persembahyangan bersama para sulinggih, prajuru desa adat, pengempon pura, dan krama setempat dengan penuh khidmat.
Di sela-sela kegiatan, Jaya Negara mengatakan pelaksanaan karya yadnya tidak hanya menjadi wujud bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi momentum mempererat kebersamaan dan memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.
“Karya seperti ini merupakan warisan luhur yang harus terus dijaga bersama. Selain meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, pelaksanaan karya juga menjadi sarana mempererat rasa persaudaraan, gotong royong, serta menjaga keharmonisan kehidupan sesuai ajaran Tri Hita Karana,” ujar Jaya Negara.
Menurutnya, nilai kebersamaan yang tumbuh dalam setiap pelaksanaan yadnya menjadi kekuatan penting bagi masyarakat dalam menjaga keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.
Ia juga mengapresiasi semangat ngayah seluruh krama Banjar Pesanggaran yang secara bersama-sama mempersiapkan dan menyukseskan rangkaian upacara.
Jaya Negara berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar hingga prosesi penyineban serta memberikan kerahayuan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi krama pengempon maupun masyarakat Kota Denpasar secara umum.
Pemerintah Kota Denpasar, lanjutnya, terus berkomitmen mendukung kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari upaya menjaga identitas serta keberlanjutan kebudayaan Bali.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, desa adat, prajuru, pengempon pura, dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya dari generasi ke generasi.
Sementara itu, Panitia Karya I Made Badra menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wali Kota Denpasar beserta jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam rangkaian karya tersebut.
Menurutnya, perhatian dan dukungan pemerintah menjadi penyemangat bagi krama dalam melaksanakan yadnya sekaligus menjaga kelestarian tradisi, adat, dan budaya Bali.
“Kehadiran pemerintah memberikan semangat bagi krama untuk terus menjaga dan melestarikan tradisi serta budaya Bali agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.
Pelaksanaan karya berlangsung dalam suasana khidmat dan diikuti antusias oleh krama Banjar Pesanggaran, Desa Adat Pedungan.
Seluruh krama bergotong royong dan ngayah sesuai swadharma masing-masing demi menyukseskan rangkaian upacara di Pura Tedung Sari dan Pura Ratu Gede Bagawan Penyarikan.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi wujud nyata kehidupan masyarakat Bali yang berlandaskan sradha bhakti, gotong royong, dan nilai menyama braya.
Pewarta & Editor: I Nyoman Arta Wirawan


