Sekda Denpasar Buka Interactive Talkshow, PGRI Bali dan MTC International Jalin Kerja Sama Tingkatkan SDM Berwawasan Global

0
60
Foto: Sekda Denpasar Eddy Mulya membuka Interactive Talkshow dan MoU PGRI Bali, (29/6).

DENPASAR, KEN-KEN – Sekretaris Daerah Kota Denpasar sekaligus Ketua PGRI Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, membuka Interactive Talkshow yang diselenggarakan MTC International bekerja sama dengan Casa College Cyprus.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Palace Sanur, Senin (29/6).

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU antara PGRI Provinsi Bali dan MTC International.

Kerja sama ini bertujuan memfasilitasi satuan pendidikan serta para guru dalam meningkatkan pengetahuan global, khususnya di bidang penguasaan bahasa, kesiapan kerja, dan akses pendidikan internasional.

Sekda Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mengatakan kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia Bali agar mampu bersaing di era global.

Menurutnya, PGRI Bali memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan berbagai gagasan dan inovasi dalam dunia pendidikan.

Hal ini penting agar dunia pendidikan mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus berlangsung.

“Semangat kita adalah siapa yang mampu beradaptasi dengan perubahan, maka dialah yang akan memenangkan persaingan di era ekonomi global. PGRI sebagai organisasi profesi guru memiliki tujuan menciptakan SDM unggul, baik peserta didik maupun guru sebagai fasilitator pembelajaran,” ujarnya.

Eddy Mulya menjelaskan, melalui kemitraan dengan MTC International, para pelajar, khususnya siswa SMA dan SMK di Bali, diharapkan memiliki wawasan global.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka alternatif bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memperoleh kesempatan kerja di luar negeri.

Selain bagi siswa, peningkatan kapasitas juga perlu diberikan kepada para guru.

Menurut Eddy Mulya, guru harus memiliki kompetensi yang memadai agar mampu menjadi pendamping yang efektif bagi peserta didik.

“Tidak hanya murid yang harus ditingkatkan kapasitasnya, guru juga harus terus meningkatkan kompetensinya sebagai pendamping. Jangan sampai mendampingi tetapi belum memiliki kemampuan yang memadai,” tegasnya.

Lebih lanjut, Eddy Mulya mengatakan PGRI Bali akan terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Bali.

Ia berharap generasi muda Bali memiliki pola pikir global tanpa meninggalkan karakter dan jati diri masyarakat Bali.

Menurutnya, masyarakat Bali dikenal memiliki keramahan, etika, serta kualitas pelayanan yang baik.

Foto: Penandatanganan Kerjasama MOU PGRI Bali dan MTC International.

Nilai-nilai tersebut harus tetap menjadi kekuatan utama dalam menghadapi persaingan global.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Nuek Bagia Pulakerti

Sementara itu, Direktur Utama MTC International, I Putu Miasta, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membuka peluang pendidikan dan karier internasional bagi generasi muda Indonesia.

Menurutnya, masih banyak anggapan di masyarakat bahwa bekerja atau belajar di luar negeri memerlukan biaya sangat besar dan memiliki risiko penipuan.

Melalui kerja sama ini, pihaknya ingin membuka akses yang lebih luas sekaligus memberikan edukasi mengenai jalur pendidikan dan pekerjaan yang aman serta legal.

“Kami ingin membantu menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan kualitas SDM, mengurangi pengangguran, serta mengangkat kesejahteraan masyarakat. Ini menjadi titik awal bagi generasi muda untuk memiliki kompetensi yang diakui secara global,” katanya.

Ia menambahkan, Interactive Talkshow tersebut juga menghadirkan narasumber langsung dari President & Executive Director Casa College Cyprus, Mr. Yiannis Saveriades.

Dalam kegiatan itu, peserta mendapatkan informasi mengenai peluang studi, program kerja sambil kuliah, hingga prospek karier di Eropa.

Melalui kolaborasi antara PGRI Provinsi Bali dan MTC International, diharapkan semakin banyak generasi muda Bali yang memiliki kompetensi internasional dan pengalaman global.

Ke depan, generasi muda yang memiliki wawasan global tersebut diharapkan mampu kembali ke Indonesia untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas SDM membutuhkan kolaborasi lintas lembaga, dunia pendidikan, dan mitra internasional agar mampu menjawab tantangan zaman secara adaptif dan berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here