Gubernur Koster Dorong Percepatan Penguatan Aksesibilitas Transportasi Keluar Masuk Bandara Ngurah Rai

0
51
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster mendorong percepatan penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Ngurah Rai

BADUNG, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster, mendukung sekaligus mendorong percepatan upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Menurutnya, penguatan aksesibilitas transportasi menjadi kebutuhan mendesak mengingat strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai sebagai gerbang utama masuk ke Pulau Dewata.

Dukungan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) Penguatan Aksesibilitas Transportasi dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Senin (15/6).

Mengawali arahannya, Gubernur Koster menyambut baik pelaksanaan FGD sebagai bagian penting dari upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara.

Ia menilai, penguatan aksesibilitas tersebut menjadi perhatian yang sangat urgen karena berkaitan langsung dengan persoalan kemacetan.

Jika tidak diantisipasi sejak dini, Koster khawatir kemacetan menuju dan keluar dari kawasan bandara dapat memengaruhi citra pariwisata Bali.

Selanjutnya, Gubernur Koster memberikan gambaran mengenai strategisnya posisi Bandara Ngurah Rai dalam pembangunan sektor kepariwisataan Bali.

“Pada tahun 2025, wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai tercatat sebanyak 7 juta 50 ribu orang. Ditambah wisatawan domestik yang mencapai 9,2 juta. Jadi kalau ditotal, mencapai 16 juta lebih,” urainya.

Mencermati data tersebut, menurut Koster, penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara dan kawasan sekitarnya menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

Ia berharap FGD tersebut mampu menghasilkan rumusan yang komprehensif dalam upaya mengantisipasi kemacetan keluar masuk bandara, termasuk kawasan sekitarnya, khususnya wilayah Badung dan Denpasar.

Baca Juga:  Duta Gong Kebyar Anak-anak Denpasar Pukau Penonton di Panggung Ardha Candra PKB XLVIII

“Petakan betul setiap titiknya. Ini tak bisa fokus di satu titik saja, alur kendaraan harus benar-benar dipetakan,” pinta Koster.

Gubernur Bali dua periode tersebut berharap seluruh komponen dapat mendukung upaya penguatan aksesibilitas transportasi bandara agar segera bisa dikerjakan.

Menurutnya, apabila tidak terdapat hal yang sangat krusial, FGD kali ini diharapkan dapat menghasilkan rumusan konkret untuk segera ditindaklanjuti.

Dalam arahannya, Koster juga menyinggung rencana perluasan parkir dan terminal.

Ia berharap pihak pengelola bandara dapat segera merealisasikan rencana tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan penguatan aksesibilitas Bandara Ngurah Rai.

Sementara itu, Direktur Strategi dan Pengembangan Teknologi PT Angkasa Pura Indonesia, Ferry Kusnowo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaksanaan FGD tahun sebelumnya.

Ia menjelaskan, FGD kali ini bertujuan memperoleh masukan dari berbagai komponen sehingga dapat menghasilkan kajian yang lebih komprehensif.

Menurut Ferry, upaya penguatan aksesibilitas transportasi keluar masuk bandara membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, bertahap, dan kolaboratif.

FGD tersebut turut diisi dengan penyampaian kajian dari akademisi Universitas Udayana, Prof. Ir. Putu Alit Suthanaya.

Baca Juga:  Duta Gong Kebyar Anak-anak Denpasar Pukau Penonton di Panggung Ardha Candra PKB XLVIII

Kajian tersebut kemudian mendapat masukan dari sejumlah pihak untuk penyempurnaan.

Melalui FGD ini, penguatan aksesibilitas transportasi menuju dan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai diharapkan dapat dirumuskan secara lebih menyeluruh.

Langkah tersebut menjadi penting untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan wisatawan, mengurangi potensi kemacetan, serta menjaga kualitas layanan pariwisata Bali sebagai destinasi dunia.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here