Duta Gong Kebyar Anak-anak Denpasar Pukau Penonton di Panggung Ardha Candra PKB XLVIII

0
87
Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar I Wayan Sutama, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Ketua TP PKK Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara dalam kesempatan menyaksikan penampilan Duta Gong Kebyar Anak-Anak Duta Kota Denpasar dalam ajang PKB XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam.

Wali Kota Jaya Negara Apresiasi Duta GKA Denpasar

DENPASAR, KEN-KEN – Duta Gong Kebyar Anak-anak Kota Denpasar dari Sanggar Cilinaya, Desa Peguyangan Kaja, Kecamatan Denpasar Utara, tampil memukau dalam ajang Pesta Kesenian Bali XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Senin (15/6) malam. Penampilan yang mengangkat nilai budaya dan permainan tradisional melalui dolanan Upih Jaran tersebut mendapat apresiasi langsung dari Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara.

Turut hadir memberikan dukungan dalam kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa; Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya; Ketua Komisi II DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sutama; Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya; serta Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara.

Penampilan kedua duta kabupaten/kota tersebut turut disaksikan Gubernur Bali, Wayan Koster; Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta; dan Wakil Bupati Bangli, I Wayan Diar.

Dalam pementasan tersebut, Duta GKA Kota Denpasar menempati panggung sisi utara dan berhadapan dengan Duta GKA Kabupaten Bangli dari Sekaa Gong Kebyar Anak-anak Santika Murti, Banjar Demulih, Desa Adat Demulih, Kecamatan Susut.

Masing-masing sekaa menampilkan tabuh kreasi pepanggulan, tari kreasi, dan dolanan sebagai penutup sajian seni di hadapan ratusan penonton yang memadati arena pertunjukan.

Usai menyaksikan penampilan tersebut, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi kepada seluruh penabuh, penari, pelatih, serta keluarga besar Sanggar Cilinaya.

Menurutnya, dedikasi yang ditunjukkan para peserta menjadi bagian penting dalam menjaga dan melestarikan seni budaya Bali.

Jaya Negara menilai, penampilan anak-anak Denpasar tidak hanya menunjukkan kualitas artistik, tetapi juga menjadi bukti bahwa generasi muda tetap memiliki semangat untuk mencintai, merawat, dan melanjutkan warisan budaya leluhur.

“Adik-adik penabuh dan penari telah menunjukkan semangat luar biasa. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Denpasar karena generasi mudanya terus berlatih, berkarya, dan menjaga adat serta budaya Bali,” ujar Jaya Negara.

Sementara itu, Koordinator Sanggar Cilinaya, I Ketut Sudiarta, menjelaskan bahwa Duta GKA Kota Denpasar membawakan tiga garapan utama.

Ketiga garapan tersebut yakni Tabuh Kreasi Pepanggulan Sudhi Atma, Tari Kreasi Puja Prasamya, dan dolanan Upih Jaran.

Tabuh Sudhi Atma merupakan karya I Made Suwendra yang menggambarkan proses penyucian jiwa untuk mencapai keheningan batin melalui harmonisasi nada dan teknik permainan Gong Kebyar.

Sementara itu, Tari Puja Prasamya merupakan tari penyambutan yang mengandung pesan kebersamaan, saling menghormati, dan kasih sayang sebagai landasan terciptanya kedamaian.

Penampilan ditutup dengan dolanan Upih Jaran, sebuah garapan yang terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak menggunakan daun upih yang dibentuk menyerupai kuda.

Baca Juga:  Selaras dengan Tema “Feel The Grow” D’Youth Fest 6.0, Tekiber Hadirkan Operet Penuh Makna tentang Harmoni dan Pertumbuhan

Karya yang ditata oleh Yan Ove bersama Tu dan Tik ini mengangkat pesan tentang pentingnya menjaga alam, menghormati roh dan jiwa yang menyertai kehidupan, serta melestarikan tradisi budaya sebagai bagian dari identitas masyarakat Bali.

“Melalui permainan sederhana yang sarat makna tersebut, para penampil berhasil menghadirkan suasana ceria, penuh semangat, sekaligus mengingatkan pentingnya sportivitas, kebersamaan, dan kecintaan terhadap budaya sejak usia dini,” ujar Sudiarta.

Melalui penampilan Duta GKA Kota Denpasar dalam PKB XLVIII Tahun 2026, generasi muda kembali menunjukkan perannya sebagai pewaris sekaligus pelanjut seni budaya Bali.

Panggung Ardha Candra menjadi ruang penting bagi anak-anak Denpasar untuk menampilkan kreativitas, disiplin, serta kecintaan terhadap tradisi.

Penampilan Sanggar Cilinaya juga menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat dimulai sejak dini melalui proses pembinaan, latihan, kebersamaan, dan ruang apresiasi yang berkelanjutan.

Dengan hadirnya karya seperti Upih Jaran, permainan tradisional tidak hanya dihidupkan kembali sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter, penguatan identitas budaya, dan penanaman nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here