Universitas Warmadewa Melaksanakan Skema Ipteks PKM Desa Binaan Pembuatan Purana dan Prasasti

0
45
Foto: Universitas Warmadewa melaksanakan PKM Desa Binaan di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar, Kerobokan, dengan program penyusunan sejarah, tata kelola, Purana dan Prasasti.

BADUNG, KEN-KEN – Universitas Warmadewa melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat atau PKM skema Desa Binaan dengan fokus penguatan tata kelola dan dokumentasi historis Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar, Desa Adat Kerobokan, Badung. Program yang dirancang selama tiga tahun ini diawali dengan paruman perdana di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar, Jumat (28/5), untuk membahas tahapan penyusunan sejarah pura, dokumentasi digital, hingga rencana pembuatan Purana dan Prasasti.

Program ini dirancang selama tiga tahun dengan fokus utama pada penyusunan sejarah pura, penguatan kelembagaan dan tata kelola, serta penyusunan Purana dan Prasasti sebagai bagian dari upaya pelestarian warisan sejarah, adat, dan spiritual masyarakat setempat.

Tahapan awal kegiatan dilaksanakan melalui paruman perdana yang berlangsung di Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar, Desa Adat Kerobokan. Paruman tersebut dipimpin oleh Pamuncuk Wayan Sumertha dan dihadiri Pemangku Pura Dalem Kahyangan serta para prajuru lainnya.

Dari pihak Universitas Warmadewa hadir Dr. Drs. Made Mardika, M.Si. dan Dr. I Wayan Rideng, S.H., M.H. yang mewakili tim pelaksana berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Warmadewa.

Dalam paruman tersebut, disampaikan rencana tindak lanjut pelaksanaan program PKM Desa Binaan, termasuk penyusunan dokumen sejarah pura, dokumentasi digital, penguatan tata kelola kelembagaan, hingga rencana pembuatan dokumen Purana dan Prasasti Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar.

Perwakilan Tim Universitas Warmadewa, Dr. I Wayan Rideng, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada kegiatan pengabdian masyarakat secara administratif, tetapi juga diarahkan untuk menghasilkan luaran yang bermanfaat bagi krama adat dan generasi mendatang.

Menurutnya, pada tahun pertama program akan difokuskan pada penyusunan sejarah pura dengan target luaran berupa Buku Sejarah Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar, dokumentasi digital sejarah pura, serta arsip wawancara sejarah lisan.

“Pada tahap awal ini, kami akan menelusuri dan mendokumentasikan sejarah Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar. Karena itu, informasi dari para penglingsir, tetua adat, pemangku, dan krama yang mengetahui sejarah pura menjadi sangat penting sebagai dasar penyusunan dokumen sejarah,” ujar Dr. Rideng.

Baca Juga:  Denpasar Fashion Street Siap Digelar 6 Juni, Angkat Kreasi Busana Berbahan Kain Perca

Ia menambahkan, dokumentasi sejarah lisan menjadi salah satu bagian penting dalam program ini. Sebab, banyak pengetahuan adat, sejarah pura, dan tradisi lokal yang hidup dalam ingatan para tetua, namun belum terdokumentasikan secara tertulis dan sistematis.

“Melalui program ini, kami ingin membantu krama adat agar sejarah pura tidak hanya diwariskan secara lisan, tetapi juga terdokumentasi dalam bentuk buku, arsip digital, dan dokumen kelembagaan yang dapat dijadikan rujukan ke depan,” tambahnya.

Pada tahun kedua, program akan diarahkan pada penguatan kelembagaan dan tata kelola. Target luarannya meliputi penyusunan dokumen awig-awig pura, database penyungsung pura, serta dokumen tata kelola kelembagaan pura.

Baca Juga:  Abadikan Denpasar Lewat Karya Visual, Pemkot Gelar Lomba Foto, Video dan Pameran Kreatif 2026

Sementara pada tahun ketiga, kegiatan akan difokuskan pada penyusunan Purana dan Prasasti. Tahapan ini meliputi kajian narasi purana berdasarkan sejarah dan tradisi lisan, penyusunan naskah purana, penyusunan redaksi prasasti, serta konsultasi dengan tokoh agama dan adat.

Dalam paruman perdana tersebut, juga dibahas langkah-langkah kerja tim ke depan. Pihak prajuru pura diminta membentuk tim kecil untuk membantu dan memfasilitasi kerja tim Universitas Warmadewa di lapangan.

Pada kesempatan itu, Made Warta ditunjuk sebagai koordinator tim kecil dari pihak prajuru untuk mendukung proses pengumpulan data, koordinasi narasumber, dan fasilitasi kebutuhan tim pelaksana.

Pamuncuk Wayan Sumertha juga memohon kepada peserta paruman agar mulai menginventarisasi keberadaan para penglingsir atau tetua krama adat yang nantinya dapat dimintai informasi dan pengetahuan terkait sejarah Pura Dalem Kahyangan Banjar Anyar.

Inventarisasi tersebut dinilai penting agar proses penyusunan sejarah, purana, dan prasasti dapat dilakukan secara utuh, berbasis sumber yang kuat, serta tetap berpegang pada tradisi lisan dan nilai-nilai adat yang diwariskan secara turun-temurun.

Melalui PKM Desa Binaan ini, Universitas Warmadewa berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pelestarian sejarah pura, penguatan kelembagaan adat, serta pengembangan tata kelola berbasis dokumentasi yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Program ini juga diharapkan menjadi model pengabdian masyarakat berbasis budaya, di mana perguruan tinggi hadir mendampingi desa adat dalam menjaga warisan leluhur, memperkuat identitas lokal, serta menyiapkan dokumen sejarah, purana, dan prasasti sebagai pedoman bagi generasi berikutnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here