Dialog Bersama BEM FH Unud, Wawali Arya Wibawa Perkuat Komitmen Penanganan Sampah

0
67
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa dalam kesempatan dialog bersama jajaran pengurus BEM FH UNUD, Selasa (19/5) di Kantor Walikota Denpasar.

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menerima audiensi Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Udayana (BEM FH Unud), Selasa (19/5), di Kantor Wali Kota Denpasar.

Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh dialog konstruktif. Audiensi ini menjadi ruang komunikasi antara mahasiswa dan Pemerintah Kota Denpasar dalam mencari solusi penanganan sampah yang lebih optimal, terukur, dan berkelanjutan.

Kehadiran BEM FH Unud dipimpin Ketua BEM, I Gusti Agung Roman Kertajaya, bersama Wakil Ketua BEM FH Unud, Pande Putu Jiyestha Nugraha; Kepala Bidang Kajian dan Aksi Strategis BEM FH Unud, Ida Bagus Gede Permana Putra Manuaba; Kepala Bidang Pengabdian Masyarakat, I Wayan Aditya Dharma; serta Kepala Bidang Jaringan Komunikasi dan Informasi, Putu Wiryateja Kusuma Prima Harsa.

Turut hadir mendampingi Wakil Wali Kota Denpasar, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ida Bagus Putra Wirabawa; Kepala Badan Kesbangpol Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Gede Darma Putra Atmadja; serta instansi terkait lainnya.

Ketua BEM FH Unud, I Gusti Agung Roman Kertajaya, menyampaikan bahwa kedatangan pihaknya bertujuan menyerahkan policy brief yang memuat analisis berbasis data serta rekomendasi solusi konkret terkait pengelolaan sampah di Kota Denpasar.

“Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian Pemkot Denpasar dan kesempatan untuk berdialog langsung bersama Bapak Wakil Wali Kota Denpasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua BEM FH Unud, Pande Putu Jiyestha Nugraha, mengatakan pihaknya mendukung penguatan penegakan hukum terhadap pelanggaran pembuangan sampah sembarangan. Selain itu, BEM FH Unud juga mendorong optimalisasi pemerataan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan TPS3R di seluruh desa dan kelurahan.

Mahasiswa juga mengapresiasi langkah Kota Denpasar sebagai daerah yang mengawali gerakan pengurangan penggunaan tas kresek sekali pakai. Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu langkah penting dalam membangun budaya pengurangan sampah sejak dari sumber.

Baca Juga:  Wagub Giri Prasta Sampaikan Pendapat Akhir Raperda Perubahan Pajak dan Retribusi Daerah

“Sinergi antara regulasi pemerintah, desa adat melalui perarem, serta edukasi masyarakat menjadi langkah penting agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mengapresiasi masukan, kepedulian, dan kontribusi pemikiran mahasiswa terhadap persoalan lingkungan di Kota Denpasar. Menurutnya, keterlibatan akademisi dan mahasiswa sangat penting dalam memperkuat kebijakan berbasis kajian serta partisipasi publik.

Baca Juga:  Wali Kota Jaya Negara Terima Delegasi Guangzhou, Bahas Peluang Kerja Sama Sister City

Arya Wibawa menegaskan bahwa rekomendasi yang disampaikan BEM FH Unud akan menjadi bahan pertimbangan dan masukan bagi jajaran Pemerintah Kota Denpasar dalam merumuskan kebijakan penanganan sampah ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Arya Wibawa juga memaparkan berbagai program yang telah dijalankan Pemkot Denpasar dalam pengelolaan sampah. Program tersebut meliputi pengelolaan sampah berbasis sumber melalui teba vertikal, komposter, bank sampah, serta optimalisasi TPST dengan dukungan teknologi pengolahan modern dan energi baru terbarukan.

“Pembinaan disiplin pengelolaan sampah juga melibatkan peran OPD Pemkot Denpasar sebagai bapak angkat kebersihan di desa dan kelurahan,” ujar Arya Wibawa.

Ia menambahkan, penanganan sampah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari masyarakat, desa dan kelurahan, desa adat, dunia pendidikan, komunitas, hingga generasi muda.

Melalui dialog bersama BEM FH Unud ini, Pemkot Denpasar berharap kesadaran kolektif masyarakat terhadap pengelolaan sampah semakin kuat. Sinergi antara pemerintah dan mahasiswa juga diharapkan mampu melahirkan gagasan serta aksi nyata dalam mewujudkan Kota Denpasar yang bersih, sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here