Bali Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Dinkes Pastikan Belum Ada Kasus

0
112
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., dalam rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5), menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan memastikan hingga saat ini belum ditemukan kasus maupun suspek hantavirus di wilayah Bali. Meski demikian, langkah kewaspadaan dan pencegahan terus diperkuat menyusul adanya laporan temuan kasus hantavirus di beberapa wilayah Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., dalam rilis resmi di Denpasar, Selasa (12/5), menegaskan bahwa masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan tanpa menimbulkan kepanikan.

“Hingga saat ini belum ada kasus maupun suspek hantavirus yang terdeteksi di Bali,” kata dr. Anom.

Ia menjelaskan, penguatan surveilans terus dilakukan di berbagai titik, termasuk pintu masuk Bali seperti bandara dan pelabuhan. Pengawasan juga diperluas ke area kerja yang dinilai memiliki risiko lebih tinggi terhadap paparan hewan pengerat.

Baca Juga:  20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di PKB XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional

Hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus. Penularan ke manusia dapat terjadi melalui paparan kotoran, urine, atau air liur tikus yang terinfeksi, termasuk debu yang telah terkontaminasi.

Berbeda dengan sejumlah penyakit menular lain, hantavirus tidak menular antarmanusia seperti COVID-19. Karena itu, upaya pencegahan lebih ditekankan pada pengendalian lingkungan, kebersihan rumah, serta pencegahan kontak dengan tikus dan kotorannya.

Gejala awal hantavirus umumnya menyerupai flu berat, seperti demam, pusing, dan nyeri otot. Dalam kondisi tertentu, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius sehingga perlu mendapat penanganan medis.

Sebagai langkah antisipasi, Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. Warga juga diminta mencegah berkembangnya populasi tikus dengan menutup akses masuk tikus, membersihkan sisa makanan, serta menjaga tempat penyimpanan makanan agar tetap aman.

Masyarakat juga diimbau berhati-hati saat membersihkan rumah, gudang, atau ruangan yang lama tidak digunakan. Penggunaan masker dan sarung tangan disarankan untuk mengurangi risiko paparan debu yang terkontaminasi kotoran tikus.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Lepas Jalan Sehat HUT ke-26 SMK PGRI 4 Denpasar

Selain itu, warga diminta tidak menyapu kotoran tikus dalam kondisi kering karena dapat membuat debu beterbangan. Area yang terkontaminasi sebaiknya dibersihkan dengan cara dibasahi terlebih dahulu menggunakan cairan pembersih atau disinfektan sebelum dibersihkan secara hati-hati.

Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat yang mengalami demam tinggi disertai nyeri otot setelah kontak dengan lingkungan yang banyak tikus agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.

Dalam upaya pencegahan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus memperkuat koordinasi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota serta fasilitas kesehatan di seluruh Bali. Pemantauan dilakukan terhadap pasien dengan gejala flu berat yang memiliki riwayat kontak dengan tikus atau lingkungan tidak bersih.

Langkah lain yang dilakukan meliputi pengetatan skrining terhadap pekerja migran maupun kru kapal pesiar yang kembali ke Bali. Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan melalui penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Dr. dr. I Nyoman Gede Anom menegaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Bali terus berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI untuk memantau perkembangan situasi secara real-time.

Dengan penguatan surveilans, edukasi, dan penerapan PHBS, Pemerintah Provinsi Bali berharap masyarakat tetap waspada, menjaga kebersihan lingkungan, serta segera mengakses layanan kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada risiko infeksi hantavirus.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here