Pemkot Denpasar Dorong Sektor Pariwisata, Destinasi, dan Horeka Terapkan Ekonomi Sirkular

0
64
Sekda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mewakili Walikota Denpasar saat membuka Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar di Grand Mercure Sanur, Selasa (28/4).

Wujudkan Pariwisata Berkelanjutan, Tanamkan Konsep Waste to Worth dengan Strategi 5R

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Kota Denpasar mendorong sektor pariwisata, destinasi, serta hotel, restoran, kafe, dan katering (Horeka) untuk menerapkan ekonomi sirkular yang mengintegrasikan aktivitas bisnis pariwisata dengan pengelolaan sampah dan limbah secara berkelanjutan.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, mewakili Wali Kota Denpasar saat membuka Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar di Grand Mercure Sanur, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penyamaan persepsi dalam mewujudkan pariwisata berkelanjutan melalui konsep waste to worth dengan sistem ekonomi sirkular yang mengedepankan strategi 5R, yaitu rethink, reduce, reuse, recycle, dan recovery.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Ryastiti, menjelaskan bahwa Gathering Destinasi Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2026 diikuti oleh 80 peserta yang terdiri atas 40 perwakilan daerah tujuan wisata (DTW) dan 40 pelaku usaha Horeka.

Ia mengatakan, sejumlah narasumber turut dihadirkan dalam kegiatan tersebut, yakni Inspektur Daerah Kota Denpasar, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, perwakilan Eling Ring Pertiwi Anak Agung Ngurah Srijaya Widiada, perwakilan Blockchain I Komang T. Ananda D. Priantara, serta manajemen PT Bali Ocean Magic-Waterboom Bali, Syifa Muntaha.

“Mari kita samakan persepsi mewujudkan pariwisata berkelanjutan di Kota Denpasar dengan konsep waste to worth,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya menegaskan bahwa sebagai kota pariwisata berbasis budaya, Denpasar tidak hanya dituntut menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas, tetapi juga memastikan pengelolaan destinasi dilakukan secara berkelanjutan.

Baca Juga:  Ingatkan Generasi Muda akan Bahaya Narkotika, Pemkot Denpasar Gelar Sosialisasi ke SMP di Denpasar

“Kami tidak bisa lagi memandang sampah sebagai persoalan biasa. Ini adalah isu strategis yang berpengaruh langsung terhadap keberlanjutan pariwisata dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, pendekatan ekonomi sirkular sejalan dengan konsep waste to worth. Pendekatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam mengubah paradigma pengelolaan sampah, sekaligus mendukung kebijakan Pemerintah Kota Denpasar yang mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, mulai dari pemilahan, pengurangan, hingga pengolahan yang dilakukan sejak dari hotel, restoran, kafe, hingga destinasi wisata.

“Kami mendorong pelaku pariwisata, baik destinasi maupun Horeka, agar mulai menerapkan sistem ekonomi sirkular. Pendekatan ini mendorong kita untuk melihat sampah sebagai potensi dengan konsep 5R, di mana sampah bukan sekadar residu yang harus dibuang,” tambahnya.

Eddy Mulya menekankan bahwa sektor Horeka memiliki peran yang sangat penting dan strategis dalam mendukung upaya tersebut. Langkah sederhana seperti pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pengolahan sisa makanan menjadi kompos, serta pemanfaatan kembali material yang masih bernilai dinilai mampu memberikan dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan kolaboratif.

“Jika setiap pelaku usaha, termasuk usaha pariwisata, konsisten melakukan langkah kecil ini, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan kota kita,” jelasnya.

Baca Juga:  Peringatan Hari OTDA ke-30, Pemkot Denpasar Kembali Raih Prestasi Kinerja Tinggi

Lebih lanjut, Eddy Mulya mendorong terbentuknya ekosistem kolaboratif antara pelaku pariwisata, pelaku usaha Horeka, komunitas, pengelola sampah, serta pemerintah. Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan rantai pengelolaan sampah berbasis sumber dapat berjalan secara terintegrasi, sehingga sampah tidak lagi berakhir di tempat pembuangan akhir, melainkan diolah menjadi produk bernilai seperti kompos, material daur ulang, hingga produk kreatif yang memiliki nilai ekonomi.

“Kolaborasi adalah kunci. Tanpa sinergi, upaya ini tidak akan berjalan optimal,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa gathering ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama, berbagi praktik baik, serta membangun sinergi dalam mewujudkan pariwisata Denpasar yang bersih, hijau, dan berkelanjutan. Eddy berharap forum tersebut tidak berhenti pada diskusi, melainkan mampu melahirkan langkah nyata yang dapat diterapkan di masing-masing destinasi wisata dan usaha Horeka.

“Kami berharap ini tidak berhenti pada diskusi, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata di lapangan,” pungkasnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here