Gubernur Koster Satukan Kekuatan, PSEL Denpasar Raya Jadi Harapan Baru Bali

0
118
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster, Walikota Denpasar Jaya Negara dan Bupati Badung Adi Arnawa bersatu atasi sampah program PSEL.

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Badung dan Pemerintah Kota Denpasar resmi menandatangani kerja sama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya, Senin (13/4). Langkah ini dipandang sebagai terobosan strategis untuk menjawab krisis sampah yang kian mengkhawatirkan di Pulau Dewata.

Penandatanganan dilakukan di Kantor Gubernur Bali, Renon, oleh Gubernur Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara. Momentum tersebut bukan sekadar formalitas administratif, melainkan simbol komitmen lintas daerah dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80

Krisis Sampah Bali

Bali saat ini menghadapi tekanan serius akibat keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA), terutama di Suwung. Kondisi ini memicu praktik pembakaran liar dan pembuangan sampah ke sungai, yang memperburuk ancaman lingkungan. Penolakan masyarakat terhadap solusi sementara seperti sentra kompos menunjukkan bahwa masalah sampah menyentuh aspek sosial, budaya, dan kenyamanan hidup warga. Pulau Dewata bahkan disebut berada dalam “kepungan sampah”, sebuah ironi bagi destinasi pariwisata dunia.

PSEL Jadi Solusi Jangka Panjang

PSEL Denpasar Raya dirancang sebagai solusi permanen dengan teknologi berstandar Eropa yang ramah lingkungan. Fasilitas ini akan mengubah sampah menjadi energi listrik dengan sistem pengolahan yang meminimalkan limbah turunan dan emisi. Proyek ditargetkan mulai groundbreaking pada pertengahan 2026, setelah sebelumnya terkendala minimnya minat investor. Dengan adanya kesepakatan resmi antar pemerintah daerah, peluang realisasi dinilai semakin terbuka.

Bali Bergerak

Dalam dokumen kerja sama ditegaskan bahwa pembangunan PSEL mencakup penyiapan infrastruktur pendukung. Penandatanganan ini membawa pesan kuat bahwa Bali tidak tinggal diam menghadapi krisis sampah. Pemerintah memilih langkah kolaboratif, menyatukan kekuatan provinsi dan daerah untuk kebijakan terintegrasi.

Baca Juga:  Gubernur Koster Apresiasi Gerakan Tanam Mangrove Inisiatif Kemendagri, Sejalan dengan Program Pemprov Bali

Harapan Baru Pulau Dewata

Meski tantangan implementasi, pengawasan, dan penerimaan masyarakat masih menanti, proyek PSEL menjadi titik balik penting. Dari tumpukan sampah yang mengancam citra pariwisata, kini Bali menata ulang dirinya dengan sistem pengelolaan modern yang memberi nilai tambah berupa energi listrik. PSEL Denpasar Raya diharapkan menjadi harapan baru bagi Pulau Dewata.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here