Wali Kota Jaya Negara Hadiri Karya Ngenteg Linggih di Banjar Tengah Renon Serahkan Hibah Rp400 Juta untuk Mendukung Pelaksanaan Upakara

0
94
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Banjar Tengah Renon, (2/4).

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri pelaksanaan Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit di Peryangan Ida Ratu Gede Begawan Penyarikan, Banjar Adat Tengah, Renon, bertepatan dengan Purnama Sasih Kadasa, Rabu (2/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Jaya Negara juga turut menandatangani prasasti serta menyerahkan dana hibah sebesar Rp400 juta untuk mendukung pelaksanaan upakara.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Provinsi Bali Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya dan Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Budiarta, tokoh masyarakat setempat, serta krama pengempon.

Dalam sambutannya, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kekompakan warga Banjar Tengah Renon dalam menyelenggarakan karya secara gotong royong. Menurutnya, kebersamaan krama dalam mempersiapkan hingga melaksanakan yadnya menjadi cerminan nilai luhur budaya Bali yang tetap terjaga.

“Pelaksanaan karya ini menunjukkan kekompakan dan semangat gotong royong krama pengempon. Semoga melalui yadnya ini, warga dianugerahi kerahayuan dan kerukunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Sekda Eddy Mulya Tutup Porsenijar Kota Denpasar Tahun 2026 Diharapkan Lahir Atlet dan Seniman Pelajar yang Siap Harumkan Nama Denpasar

Lebih lanjut dijelaskan, upacara Ngenteg Linggih merupakan prosesi sakral untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya di tempat suci. Prosesi ini juga menjadi wujud permohonan agar Ida Sang Hyang Widhi Wasa berkenan menetapkan stana-Nya, sehingga dapat memberikan perlindungan, keharmonisan, serta kesejahteraan bagi seluruh pratisentana.

“Upacara ini merupakan prosesi untuk melinggihkan Ida Sang Hyang Widhi Wasa pada stana-Nya, sekaligus memohon anugerah perlindungan dan kesejahteraan bagi umat,” imbuhnya.

Sementara itu, Parwantaka Karya, I Made Suwena, menjelaskan bahwa rangkaian karya telah dimulai sejak 22 Maret 2026, diawali dengan upacara nunas toya dan melaspas taring. Selanjutnya, pada 23 Maret dilaksanakan nunas piuning, 25 Maret ngentegan beras (ngingsah), 29 Maret mecaru pelinggih Ratu Gede dan Balai Banjar, serta 31 Maret melasti ke segara.

Puncak karya dilaksanakan pada Rabu, 2 April 2026, bertepatan dengan Wrespati Wage Watugunung, yang dipuput oleh Ida Pedanda Gede Wanasari Sanur. Rangkaian upacara akan dilanjutkan dengan nyinep pada 5 April dan meajar-ajar pada 12 April 2026 mendatang.

Baca Juga:  Besakih Tanpa Sampah Plastik, Koster Tegaskan Disiplin Total demi Kesucian Karya IBTK 2026 Larangan Plastik Sekali Pakai Diperketat, Pengawasan dan Sanksi Tegas Disiapkan

Lebih lanjut dijelaskan, Karya Ngenteg Linggih lan Pedudusan Alit idealnya dilaksanakan paling lama setiap 30 tahun sekali. Namun demikian, di pura tersebut karya serupa sebelumnya belum pernah dilaksanakan. Karena itu, berdasarkan kesepakatan krama, upacara digelar secara swadaya dengan melibatkan sekitar 190 kepala keluarga, serta didukung bantuan hibah dari Pemerintah Kota Denpasar.

Pihak panitia berharap seluruh rangkaian karya dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan dan kerahajengan bagi seluruh krama Banjar Adat Tengah Renon.

“Kami berharap karya ini dapat berjalan labda karya serta memberikan kerahayuan bagi seluruh krama adat,” pungkasnya.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here