Hari Wanita Internasional 2026, Putri Koster Ajak Perempuan Berani Bertindak Nyata

0
48
Foto: Hari Wanita Internasional 2026 bertema Women Taking Action yang digelar di Hotel Maya, Sanur, Denpasar, Kamis (12/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Suastini Koster mengajak perempuan untuk tidak hanya berbicara tentang kesetaraan gender, tetapi juga berani mengambil tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri perayaan Hari Wanita Internasional 2026 bertema Women Taking Action yang digelar di Hotel Maya, Sanur, Denpasar, Kamis (12/3).

Menurutnya, perempuan Indonesia dan dunia perlu terus membuka wawasan serta memperkuat semangat agar mampu berperan aktif di berbagai bidang kehidupan dengan tetap menjunjung nilai-nilai budaya dan adab ketimuran.

Baca Juga:  Jelang Nyepi dan Idul Fitri, Pemkot Denpasar Pastikan Stok Pangan Aman di Gudang Bulog Sempidi

“Sejak dahulu perempuan telah menyadari pentingnya kesetaraan gender, namun bukan untuk menjadi saingan laki-laki, melainkan sebagai pendamping yang setara dan saling menguatkan,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa perempuan Bali sejak lama telah terlibat aktif dalam kehidupan sosial dan adat, bahkan memegang peranan penting dalam berbagai kegiatan masyarakat.

“Perempuan tidak hanya menuntut hak, tetapi juga harus menunjukkan kontribusi nyata,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster mencontohkan perannya yang tidak hanya sebagai istri gubernur, tetapi juga aktif melayani masyarakat melalui berbagai program sebagai Ketua TP PKK dan Dekranasda Provinsi Bali.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, serta berbagai organisasi perempuan dan komunitas masyarakat.

Baca Juga:  Pimpin Apel Bersama Kapolda, Gubernur Koster Pastikan Bali Aman Saat Nyepi dan Idul Fitri

Sementara itu, Konsul Jenderal Australia di Bali, Jo Stevens, menyoroti masih besarnya tantangan kesetaraan gender di tingkat global.

Ia menyebut sekitar 2,5 miliar perempuan di dunia belum memperoleh kesempatan ekonomi yang setara. Selain itu, perempuan juga lebih rentan terhadap kemiskinan ekstrem, kerawanan pangan, serta kekerasan berbasis gender.

Menurutnya, Australia terus mendorong kesetaraan gender melalui kerja sama dengan pemerintah dan masyarakat sipil, termasuk melalui program INKLUSI, yaitu kemitraan Australia–Indonesia untuk mempromosikan kesetaraan gender dan inklusi sosial di 34 provinsi di Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas diskusi sebelumnya dengan Putri Koster mengenai peran perempuan dalam perekonomian dan budaya Bali, termasuk potensi besar sektor kerajinan tradisional yang banyak digerakkan oleh perempuan.

Melalui perayaan Hari Wanita Internasional tersebut, para peserta diajak untuk memperkuat kolaborasi serta menemukan langkah nyata dalam mendorong kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di berbagai sektor kehidupan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here