Wawali Arya Wibawa Ajak Desa Adat Jaga Kondusivitas Nyepi dan Idul Fitri di Denpasar

0
55
Foto: Wakil Walikota Denpasar, Kadek Agus Arya Wibawa saat Rapat Kordinasi Pelaksanaan Pengamanan dan Persiapan Menyambut Hari Suci Nyepi Caka 1948 yang beriringan dengan Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri bersama Bendesa se-Kota Denpasar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa mengajak seluruh desa adat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Denpasar menjelang rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 Tahun 2026 yang beriringan dengan Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

Hal tersebut disampaikan Arya Wibawa saat Rapat Koordinasi Pengamanan dan Persiapan Hari Suci Nyepi Caka 1948 bersama para bendesa adat se-Kota Denpasar yang digelar di Wantilan Pura Dalem Bungkeneng, Desa Adat Tonja, Kamis (12/3).

Rapat koordinasi tersebut turut melibatkan unsur forkopimda, desa adat, serta berbagai pihak terkait guna mengantisipasi potensi kerawanan dan memastikan seluruh rangkaian pelaksanaan Nyepi dapat berjalan aman, tertib, dan lancar.

Arya Wibawa menjelaskan, rangkaian Hari Suci Nyepi meliputi beberapa tahapan penting, mulai dari prosesi Melasti, Tawur Agung Kesanga, Malam Pengerupukan dengan pengarakan ogoh-ogoh, Nyepi, hingga Ngembak Geni. Tahun ini perayaan Nyepi jatuh pada 19 Maret 2026 dan berdekatan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri sehingga diperlukan koordinasi dan toleransi antarumat beragama.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Perkuat Sinergi TNI–Polri Percepat Penanganan Sampah Berbasis Sumber

“Keamanan dan ketertiban selama rangkaian Nyepi menjadi prioritas utama. Semua pihak harus berpartisipasi aktif agar seluruh tahapan perayaan dapat berlangsung aman, damai, dan tetap menjaga harmoni di tengah keberagaman masyarakat,” ujar Arya Wibawa.

Ia menegaskan bahwa secara teknis pelaksanaan rangkaian Nyepi sepenuhnya diserahkan kepada desa adat yang memiliki tatanan aturan melalui awig-awig, pararem, dan desa mawecara. Pemerintah Kota Denpasar berperan sebagai fasilitator dan koordinator untuk memastikan seluruh proses berjalan kondusif.

Sementara itu, Ketua Forum Bendesa Kota Denpasar Wayan Eka Yana mengatakan bahwa rapat koordinasi ini menjadi momentum penyamaan persepsi terkait pelaksanaan rangkaian Nyepi, termasuk pengaturan jadwal melasti, pengarakan ogoh-ogoh, hingga pola pengamanan di masing-masing wilayah desa adat.

Baca Juga:  Dibuka Sekda Eddy Mulya, 170 Tenaga Kerja Hotel dan Restoran Denpasar Ikuti Sertifikasi Kompetensi

Menurutnya, momentum Nyepi yang beriringan dengan Hari Raya Idul Fitri menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai toleransi dan kebersamaan di tengah masyarakat Denpasar yang majemuk.

Selain membahas pengamanan rangkaian Nyepi, pertemuan tersebut juga menyoroti pentingnya peran desa adat dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis sumber di Kota Denpasar.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Arya Wibawa juga menyerahkan bag komposter kepada seluruh bendesa adat se-Kota Denpasar sebagai bagian dari upaya percepatan penanganan sampah di tingkat masyarakat, sekaligus memberikan penghargaan kepada bendesa adat yang telah purna tugas.

Arya Wibawa berharap melalui koordinasi yang solid antara pemerintah, desa adat, dan masyarakat, seluruh rangkaian Hari Suci Nyepi Caka 1948 dapat berlangsung lancar serta tetap menjaga suasana aman dan harmonis di Kota Denpasar.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here