Bali Luncurkan 11 Bus Listrik Trans Sarbagita, Percepat Transisi Energi Bersih

0
1062
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy saat peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan infrastruktur pengisian daya hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Pemerintah Provinsi Bali mempercepat transformasi transportasi ramah lingkungan melalui peluncuran Bus Listrik Trans Sarbagita dan stasiun pengisian daya (charging station) hibah Proyek Bali E-Mobility. Peluncuran dilakukan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Kamis (22/10/2026).

Melalui proyek kerja sama Indonesia dan Republik Korea tersebut, Bali menerima hibah berupa 11 unit bus listrik dan enam unit infrastruktur pengisian daya. Program ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sekaligus mendukung kebijakan Bali Energi Bersih.

Gubernur Koster mengatakan, pengembangan transportasi listrik merupakan bagian dari kebijakan energi bersih yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali dari sektor hulu hingga hilir.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

Percepat Kebijakan Bali Energi Bersih

Koster menjelaskan, di sektor hulu, Pemerintah Provinsi Bali mendorong pengurangan penggunaan energi fosil, seperti batu bara dan solar, serta percepatan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. Upaya pengembangan energi surya juga mendapat dukungan pemerintah pusat melalui alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk.

Baca Juga:  Lepas Tukik, Arya Wibawa Buka Gerakan Bulan Cinta Laut

Menurut Koster, proses perizinan pengembangan PLTS tersebut tengah berjalan dan diharapkan pelaksanaannya dapat dimulai pada 2027.

Sementara itu, di sektor hilir, Pemprov Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.

Koster mengakui implementasi kebijakan tersebut sempat terkendala pandemi COVID-19. Namun, pada periode kedua kepemimpinannya, ia menegaskan komitmen untuk kembali mempercepat pelaksanaannya.

Ia juga mengajak masyarakat Bali untuk beralih menggunakan kendaraan listrik karena dinilai lebih hemat, efisien, tidak bising, dan tidak menghasilkan emisi gas buang langsung dari kendaraan.

Koster menyebut penjualan mobil listrik di Bali terus meningkat, meskipun penggunaan kendaraan listrik roda dua masih perlu didorong lebih jauh.

Hibah Bus Listrik Hasil Kolaborasi Indonesia-Korea

Gubernur Koster menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Korea atas dukungan dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ia juga berterima kasih kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Melalui Proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI).

Kerja sama tersebut menghasilkan hibah 11 unit bus listrik dan enam unit infrastruktur pengisian daya untuk Pemerintah Provinsi Bali.

Koster menjelaskan bahwa bus listrik yang dihibahkan telah memenuhi persyaratan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

Foto: Bali menerima hibah 11 bus listrik dan enam infrastruktur pengisian daya melalui Proyek Bali E-Mobility. Gubernur Wayan Koster berharap program ini mempercepat transisi energi bersih di sektor transportasi.

Ia juga menyoroti desain dan warna bus yang diarahkan menggunakan kombinasi hitam, merah, dan putih sebagai lambang Tri Datu, yang lekat dengan nilai budaya Bali.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang Tri Datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo rame-rame kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster.

Bappenas Dorong Bali Jadi Model Transisi Energi

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, Proyek Bali E-Mobility menjadi bukti kolaborasi antara Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih.

Bali dipilih sebagai lokasi percontohan yang diharapkan memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Rachmat juga mengapresiasi komitmen Pemprov Bali dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurutnya, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak cukup hanya melalui pengelolaan sampah rumah tangga. Pengurangan pencemaran dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Baca Juga:  Ida Betara Turun Kabeh Pemkot Denpasar Nganyarin 11 April 2023

Ia menilai kearifan lokal Bali memiliki relevansi kuat dengan upaya membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali, yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dan manusia, serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat Bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Rachmat.

Menurutnya, filosofi Tri Hita Karana dapat menjadi landasan dalam mendorong transisi energi yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali mampu menjadi model pembangunan berkelanjutan, tidak hanya bagi Indonesia, tetapi juga bagi dunia, melalui integrasi kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan pelestarian lingkungan.

Peluncuran bus listrik dan infrastruktur pengisian daya ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat arah pembangunan Bali yang lebih ramah lingkungan. Keberhasilan program tersebut selanjutnya akan bergantung pada pemanfaatan armada, kesiapan infrastruktur pengisian daya, serta dukungan masyarakat dalam beralih menuju transportasi rendah emisi.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here