KP2MI dan Universitas Warmadewa Teken MoU, Perkuat Pelindungan dan Kompetensi Pekerja Migran

0
1069
Foto: Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Drs. H. Mukhtarudin bersama Rektor Universitas Warmadewa Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P. saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara KP2MI/BP2MI dan Universitas Warmadewa di Denpasar, Bali.(2/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI/BP2MI) memperkuat sinergi dengan perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, serta pelindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI).

Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara KP2MI/BP2MI dengan Universitas Warmadewa (Unwar) Jumat, (2/10/2026) di kampus Universitas Warmadewa, Denpasar, Bali.

Penandatanganan dilakukan Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Drs. H. Mukhtarudin, bersama Rektor Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. I Gde Suranaya Pandit, M.P., dihadiri dan disaksikan oleh Ketua Yayasan Sri Kesari Warmadewa Prof. Dr. Drs. Anak Agung Gde Oka Wisnumurti, M.Si., anggota DPR RI dapil Bali, I Gede Sumarjaya Linggih dari Fraksi Golkar, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, S.E., M.M., M.Kes., Komisi IX DPR RI dari Fraksi Demokrat.

Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pelindungan dan penempatan pekerja migran Indonesia yang lebih kuat, mulai dari tahap edukasi, peningkatan kompetensi, pelatihan, hingga penempatan di negara tujuan. Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan harapan agar keberadaan kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi pekerja migran maupun masyarakat secara luas.

Baca Juga:  PKB Jadi Ajang Kesenian Terbesar di Bali, Pj. Gubernur Bali Ajak Besarkan Lagi PKB

“Sekali lagi saya ucapkan selamat datang. Semoga nyaman dengan keadaan di Bali, keadaan di universitas, dan semoga pekerja migran aman, sejahtera, serta Indonesia semakin maju,” ujar Prof. Suranaya Pandit.

Dalam sambutannya Rektor juga menegaskan kesiapan Universitas Warmadewa untuk mengambil bagian dalam pengembangan sumber daya manusia yang memiliki daya saing global, termasuk melalui penguatan pendidikan, pelatihan dan pembekalan bagi calon pekerja migran.

Kolaborasi pemerintah dan perguruan tinggi juga diarahkan untuk memperkuat peran kampus dalam memberikan informasi dan edukasi mengenai migrasi yang aman dan prosedural kepada mahasiswa, alumni maupun masyarakat.

Sementara dalam kesempatan tersebut, Mukhtarudin menegaskan bahwa pekerja migran memiliki posisi penting dalam pembangunan nasional. Karena itu, pemerintah terus mendorong agar calon pekerja migran dipersiapkan secara matang sebelum berangkat ke negara tujuan.

“Pekerja migran bukan sekadar pencari kerja, tetapi juga bagian penting dari pembangunan bangsa. Karena itu, mereka harus dipersiapkan dengan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja,” ujar Mukhtarudin.

Dia menekankan, proses penyiapan pekerja migran tidak boleh berhenti pada kegiatan pelatihan semata. Peserta harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi hingga memahami tahapan yang akan mereka jalani sebelum bekerja di luar negeri.

“Sebetulnya kita harus berpikir bagaimana yang dilatih ini benar-benar siap bekerja. Ada prosesnya, ada perjalanannya, ada tahapan-tahapannya,” ujar Mukhtarudin dalam sambutannya.

Kata dia keberhasilan program tidak hanya dilihat dari berapa banyak masyarakat yang mengikuti pelatihan, tetapi juga dari sejauh mana peserta memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan kapasitas calon pekerja migran agar mereka memiliki keterampilan dan kesiapan yang memadai ketika memasuki pasar kerja internasional.

Mukhtarudin juga menegaskan pentingnya pelaksanaan program secara baik dan terarah karena program tersebut merupakan bagian dari agenda nasional pemerintah.

“Karena ini program nasional, maka kita laksanakan dengan cara yang baik. Ini menyangkut program nasional,” tegasnya.

Ia berharap seluruh pihak yang terlibat dapat memberikan dukungan sehingga program tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan pelatihan, tetapi mampu menghasilkan pekerja migran Indonesia yang kompeten dan siap bekerja.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri juga mengingatkan agar seluruh pihak memiliki cara pandang yang lebih luas dalam menyiapkan pekerja migran. Menurutnya, perlu dipikirkan pula apa yang akan terjadi setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

Baca Juga:  Antisipasi Banjir, Siswa-siswi SMP Widya Sakti Denpasar Bersatu dalam Pembersihan Sungai di Penatih

Dengan demikian, rangkaian program harus dibangun secara berkesinambungan, mulai dari pelatihan, kesiapan kerja, proses keberangkatan, hingga pelindungan ketika pekerja migran berada di negara tujuan.

Pendekatan tersebut penting agar investasi pemerintah dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia memberikan hasil yang nyata bagi masyarakat.

Kunjungan Menteri ke Universitas Warmadewa sekaligus memperlihatkan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung program peningkatan kualitas calon pekerja migran.

Universitas tidak hanya menjadi tempat berlangsungnya pelatihan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari ekosistem penyiapan sumber daya manusia Indonesia yang memiliki kompetensi dan daya saing global.

Sebelumnya, KP2MI telah menjajaki pengembangan Migrant Center di Universitas Warmadewa. Penjajakan tersebut dilakukan BP3MI Provinsi Bali bersama pihak Universitas Warmadewa pada Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas pengembangan Migrant Center sekaligus peluang kemitraan dalam program SMK Go Global.

Kerja sama dengan Universitas Warmadewa juga berkaitan dengan agenda pemerintah meningkatkan kualitas calon pekerja migran dari tenaga kerja berketerampilan rendah menuju tenaga kerja dengan keterampilan menengah dan tinggi.

Menteri Mukhtarudin sebelumnya menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan penyiapan 500.000 pekerja migran terampil sepanjang 2026–2029 melalui program unggulan SMK Go Global. Pelatihan dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk penguasaan bahasa, kompetensi teknis dan sertifikasi.

Pendekatan tersebut menempatkan kebutuhan pasar kerja sebagai salah satu dasar dalam proses pelatihan. Dengan demikian, calon pekerja migran dipersiapkan berdasarkan kebutuhan nyata pengguna tenaga kerja di negara tujuan.

Dalam konteks Bali, keberadaan Universitas Warmadewa dinilai memiliki posisi strategis untuk mendukung pengembangan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan kesiapan memasuki pasar kerja global.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan KP2MI di Jakarta pada Juli 2026, pihak Universitas Warmadewa menyatakan kesiapan mendukung program peningkatan kapasitas calon pekerja migran, termasuk melalui pengembangan Migrant Center di lingkungan kampus.

Kerja sama tersebut tidak hanya menyangkut pendidikan dan pelatihan, tetapi juga diarahkan pada penguatan migrasi aman, peningkatan literasi masyarakat, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pertukaran informasi dan data yang berkaitan dengan pekerja migran.

KP2MI sebelumnya menjelaskan bahwa Migrant Center di perguruan tinggi diharapkan menjadi pusat layanan yang memberikan informasi, edukasi, pembekalan dan pengembangan kompetensi bagi calon pekerja migran, mahasiswa, alumni maupun masyarakat umum.

Keterlibatan perguruan tinggi juga diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan praktik perekrutan ilegal atau pekerja migran non prosedural dan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai prosedur bekerja ke luar negeri secara resmi.

Bagi Bali, penguatan ekosistem tersebut memiliki arti penting mengingat potensi sumber daya manusia daerah yang dapat dikembangkan untuk mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara.

Melalui MoU tersebut, sinergi pemerintah dan Universitas Warmadewa diharapkan dapat berlanjut pada program-program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi calon pekerja migran, khususnya dalam aspek kompetensi, kepastian prosedur, pelindungan hukum dan kesiapan memasuki pasar kerja internasional.

Reporter: Tim Redaksi
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here