Bunda Literasi Denpasar Dorong Perempuan Berdaya Melalui Literasi

0
1068
Foto: Bunda Literasi Kota Denpasar Ny. Sagung Antari Jaya Negara saat menyampaikan materi dalam Bincang Literasi Perempuan “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya” di Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Bunda Literasi Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengajak perempuan untuk terus meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan.

Pesan tersebut disampaikannya dalam kegiatan Bincang Literasi Perempuan bertajuk “Perempuan Literat, Denpasar Berdaya” yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar dalam rangka Gebyar Literasi Denpasar 2026 di Ruang Audio Visual Gedung Dharma Negara Alaya Denpasar, Jumat (2/10/2026).

Mengangkat tema “Apa yang Dibaca, Apa yang Ditulis, Apa yang Dilakukan”, kegiatan tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai pentingnya literasi bagi perempuan. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami informasi, mengambil keputusan, meningkatkan kapasitas diri, hingga berkontribusi di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara mengatakan, pengalaman terjun langsung ke masyarakat merupakan proses pembelajaran yang sangat berharga. Menurutnya, setiap persoalan yang ditemukan memiliki kondisi dan kebutuhan berbeda sehingga membutuhkan pemahaman yang tepat sebelum menentukan langkah.

“Saya tahu dari mengerjakan sesuatu, sama seperti ketika kita terjun ke masyarakat. Dari sana kita melihat berbagai persoalan. Saya tidak selalu belajar dari teori, tetapi melihat kasus-kasus yang ada di masyarakat. Dari situ kita belajar bahwa setiap kasus berbeda dan harus disikapi dengan cara yang tepat,” ujarnya.

Ia mencontohkan ketika menghadapi persoalan anak penyandang disabilitas. Menurutnya, pemahaman mengenai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak diperlukan agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai.

Baca Juga:  Sambut Baik Bali Tuan Rumah Konferensi Pendidikan PAUD Internasional, Wagub Cok Ace Harap Hasilkan Rumusan untuk Pendidikan Usia Dini ke Depan

Dari pengalaman tersebut, ia juga belajar untuk selalu bersyukur atas kehidupan yang dijalani sekaligus memahami langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan persoalan di tengah masyarakat.

“Saya bertanya kepada Dinas Sosial, apa yang bisa dibantu oleh Pemerintah Kota. Dari sana saya mendapatkan arahan. Jadi bukan saya yang membantu semuanya, saya hanya membantu membuka jalan. Selanjutnya perangkat daerah memberikan arahan mengenai apa yang bisa dibantu. Dari sana saya juga belajar,” jelasnya.

Menurut Ny. Sagung Antari Jaya Negara, menjadi perempuan yang mampu menjalankan banyak peran tidak cukup hanya mengandalkan pengalaman. Membaca dan belajar tetap penting untuk memperluas wawasan sehingga setiap persoalan dapat disikapi secara lebih tepat.

“Menjadi perempuan super tidak harus selalu membaca teori, tetapi idealnya kita harus membaca. Dari membaca kita menjadi tahu dan bisa melakukan sesuatu dengan benar. Apa yang kita lihat di masyarakat bisa kita selesaikan dengan lebih tepat,” katanya.

Ia menyampaikan, kota tidak hanya dibangun oleh gedung, pusat perbelanjaan, maupun jalan, tetapi juga oleh orang-orang yang hidup di dalamnya. Dalam konteks tersebut, perempuan memiliki peran penting sebagai benih pertama literasi dalam keluarga.

Literasi perempuan juga tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Literasi berkembang pada kemampuan membaca informasi, menggunakan teknologi, meningkatkan keterampilan, serta mengembangkan potensi diri hingga mampu menjadi perempuan yang berdaya.

Baca Juga:  Pembukaan ADUJAKNAS 2026, Duta GenRe Badung Wakili Bali

“Dari membaca menjadi berdaya. Literasi akan terasa manfaatnya ketika pengetahuan yang kita miliki dapat dihubungkan dengan kesejahteraan,” ungkapnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menambahkan, perempuan saat ini menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan peran. Perempuan yang bekerja dituntut profesional, sementara di dalam keluarga juga dituntut mampu mengelola keuangan, menjadi pendidik sekaligus penjaga moral anak, serta tetap aktif dalam kegiatan adat dan sosial.

Beragam peran tersebut dapat menguras energi fisik dan mental perempuan. Karena itu, perempuan membutuhkan ruang untuk terus belajar, membaca, mengembangkan diri, sekaligus merawat kapasitas diri.

Selain itu, pengalaman perempuan juga menjadi bagian penting dari sejarah kehidupan masyarakat yang perlu terus didokumentasikan. Perjalanan perempuan sejak lahir, menikah, menjalani kehidupan keluarga hingga memasuki usia lanjut, termasuk kiprahnya dalam seni dan budaya, merupakan pengetahuan yang berharga bagi generasi berikutnya.

Ny. Sagung Antari Jaya Negara menegaskan, perempuan yang berliterasi tidak hanya mencerdaskan dirinya sendiri, tetapi juga memiliki peran dalam mencerdaskan keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Mengutip pepatah bijak, ia menyampaikan, “Jika kamu mendidik seorang pria, kamu mendidik seorang individu. Namun jika kamu mendidik seorang perempuan, kamu mendidik sebuah bangsa.”

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Denpasar Cokorda Gede Partha Sudarsana menyampaikan terima kasih kepada Bunda Literasi Kota Denpasar yang telah mengajak perempuan meningkatkan kemampuan literasi sebagai bekal menghadapi berbagai dinamika kehidupan perkotaan.

Menurutnya, kegiatan tersebut membuka wawasan perempuan mengenai pentingnya literasi dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk memperkaya materi, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang, yakni Nyoman Wirayuni, S.H., M.M.; Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini, S.Sos., M.Si., Wakil Rektor Akademik Undiknas University; serta Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi, P.F., S.Ag., M.Pd., Direktur Pascasarjana Institut Agama Hindu Negeri Mpu Kuturan Singaraja.

Nyoman Wirayuni dan Prof. Dr. Ni Wayan Widhiasthini menyampaikan materi “Perempuan Literat Denpasar Berdaya: Aksi Nyata” serta “Urgensi Literasi Digital Menciptakan Ruang Aman bagi Perempuan”.

Sementara itu, Prof. Dr. Kadek Aria Prima Dewi membawakan materi “Perempuan Membaca, Menulis, dan Menggerakkan”.

Baca Juga:  PERPANI Bali Apresiasi Komitmen Giri Prasta Membangun Sport Center, Base Camp dan BK PON 2027

Melalui kegiatan tersebut, perempuan diharapkan semakin memiliki kesadaran untuk terus membaca, belajar, berkarya, dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan tema Gebyar Literasi Denpasar 2026, yakni membangun masyarakat yang berpengetahuan dan sejahtera, sekaligus mendukung visi Pemerintah Kota Denpasar menuju Denpasar Maju (Makmur, Aman, Jujur, dan Unggul).

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: HumasPemkotDps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here