Gubernur Koster Minta OPD Inovatif, Realisasi PAD Bali 2026 Harus Digenjot

0
34
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster memimpin Rakor Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Gubernur Bali Wayan Koster meminta seluruh jajaran perangkat daerah bekerja lebih maksimal dan inovatif untuk mengoptimalkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026.

Arahan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi dan Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2026 di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Selasa (18/8/2026).

Menurut Koster, optimalisasi pendapatan daerah menjadi hal penting karena berbagai program pembangunan yang telah dirancang pemerintah membutuhkan dukungan anggaran yang memadai.

“Kita banyak program, tak akan bisa jalan kalau tanpa dukungan anggaran,” ujar Koster.

Karena itu, ia meminta seluruh jajaran Pemprov Bali memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya peningkatan pendapatan daerah. Perangkat daerah penghasil juga didorong untuk tidak bekerja dengan pola rutin, tetapi mampu melahirkan terobosan yang berdampak terhadap peningkatan PAD.

“Jangan kerja biasa-biasa saja. Datang jam delapan, pulang jam empat,” tegasnya.

Koster Dorong OPD Tinggalkan Legacy

Gubernur Koster juga memotivasi jajaran perangkat daerah agar berlomba memberikan kinerja terbaik selama menjalankan tugas pemerintahan.

Menurutnya, kerja maksimal dan inovasi yang dilakukan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) bukan hanya akan memberikan manfaat bagi institusi terkait, tetapi juga meninggalkan capaian yang membanggakan bagi Pemerintah Provinsi Bali.

Ia berharap setiap OPD mampu menghasilkan legacy melalui berbagai inovasi dan terobosan, khususnya dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah yang menjadi kewenangannya.

“Tak hanya membanggakan OPD terkait, tapi juga Pemprov Bali,” imbuhnya.

Target PAD Bali 2026 Capai Rp4,23 Triliun

Rakor evaluasi tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan yang digelar pada April 2026. Dalam pertemuan sebelumnya telah disepakati adanya penambahan target pendapatan sebesar 10 persen pada setiap OPD penghasil.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Bali I Dewa Tagel Wirasa dalam paparannya menyampaikan perkembangan realisasi PAD hingga 14 Agustus 2026.

Realisasi PAD Bali tercatat sebesar Rp2.499.175.145.467 atau 58,95 persen dari target induk sebesar Rp4.239.252.167.568.

Pendapatan tersebut bersumber dari sejumlah komponen, yakni pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, serta lain-lain pendapatan daerah yang sah.

Capaian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi jajaran Pemprov Bali untuk mengidentifikasi potensi pendapatan yang masih dapat dioptimalkan hingga akhir tahun anggaran 2026.

Baca Juga:  Atraksi 150 Penari Buka Bulfest 2026, “Uriping Rasa” Hidupkan Kembali Akar Budaya Buleleng

Dalam rakor tersebut, Gubernur Koster memberikan perhatian khusus kepada sejumlah perangkat daerah yang memiliki kontribusi terhadap pendapatan daerah.

OPD tersebut antara lain Bapenda, BPKAD, BKPSDM, Badan Penghubung, Disparda, PUPRKim, Disnaker dan ESDM, Dinkes, RS Mata Bali Mandara, RSU Bali Mandara, RS Dharma Yadnya, serta Rumah Sakit Jiwa Manah Shanti Mahottama.

Koster meminta perangkat daerah tersebut menggali dan mengembangkan potensi pendapatan sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Untuk sejumlah layanan yang memungkinkan dikembangkan secara komersial, Gubernur Bali meminta pengelolaannya dilakukan dengan pendekatan yang lebih profesional dan meniru pola pengelolaan sektor swasta.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus membuka peluang optimalisasi pendapatan daerah.

Khusus kepada Bapenda Bali, Gubernur Koster mendorong peningkatan strategi jemput bola untuk mengejar wajib pajak kendaraan bermotor yang masih memiliki tunggakan.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus mempercepat realisasi penerimaan pajak daerah.

Baca Juga:  Dukung Pencegahan Stunting, Pemkot Denpasar Luncurkan Dapur Abhipraya

Dengan realisasi PAD yang hingga pertengahan Agustus 2026 baru mencapai 58,95 persen dari target induk, jajaran Pemprov Bali masih memiliki pekerjaan untuk mengoptimalkan penerimaan hingga akhir tahun.

Rakor tersebut sekaligus menjadi momentum bagi seluruh OPD penghasil untuk memperkuat koordinasi, menciptakan inovasi, dan bekerja lebih agresif dalam menggali potensi pendapatan.

Optimalisasi PAD dinilai penting untuk memastikan berbagai program pembangunan Bali dapat berjalan sesuai rencana serta memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Penulis/Editor: I Nyoman Arta W

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here