Walikota Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman

0
62
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7).

DENPASAR, KEN-KEN – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menghadiri Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, bertepatan dengan rahina Anggara Kliwon Medangsia, Selasa (7/7).

Dalam kesempatan tersebut, Walikota Jaya Negara turut Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha. Karya tersebut dilaksanakan setelah beberapa bagian pura selesai dipugar. Jaya Negara juga turut ngelinggihin Ida Bhatara Sesuhunan di Bale Tajuk serta ngaturang punia.

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Ketua DPRD Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede; Anggota DPRD Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya; Kabag Kesra Setda Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Surya Antara; Camat Denpasar Timur, Ketut Sri Karyawati; serta tokoh agama dan masyarakat setempat.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Teken PKS Proyek PSEL, Perkuat Langkah Menuju Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Di sela pelaksanaan upacara, Walikota Jaya Negara mengatakan bahwa karya keagamaan di Pura Dalem Kedatuan Kesiman merupakan salah satu bentuk peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pesemetonan dan desa adat, perlu diapresiasi bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upakara yang dilaksanakan,” ujar Jaya Negara.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kota Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat yang tidak terlepas dari sektor keagamaan, adat, dan budaya. Namun demikian, hal yang juga patut diapresiasi adalah tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam membangun kesadaran bersama untuk melaksanakan yadnya.

Menurut Jaya Negara, penyelenggaraan upacara keagamaan tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Guna Karya dan Satwika Karya yang memberikan manfaat spiritual, sosial, dan keharmonisan bagi umat.

Jaya Negara berharap, setelah dilaksanakannya Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman, seluruh umat, khususnya warga dan pengempon pura, dapat terus meningkatkan rasa persaudaraan, persatuan, dan kebersamaan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap ke depan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang memancarkan hal-hal baik bagi umat, serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Baca Juga:  Rapat Kerja Pansus IV DPRD Kota Denpasar, Sekda Eddy Mulya Tegaskan Pemkot Terus Perkuat Fondasi Tata Kelola Pelayanan Publik

Sementara itu, Manggala Karya, Wayan Wiranatha, mengatakan Karya Padudusan Alit, Ngenteg Linggih, dan Pecaruan Wreshpati Kalpha di Pura Dalem Kedatuan Kesiman dilaksanakan serangkaian rampungnya pemugaran beberapa palinggih pura.

Ia menjelaskan, rangkaian karya telah dimulai sejak 5 Juni 2026. Adapun puncak karya dilaksanakan pada Selasa, 7 Juli 2026, yang dipuput oleh Ida Peranda Gde Putra Bajing dari Griya Tegal Jingga.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Walikota Denpasar karena sudah hadir menyaksikan upacara Ngenteg Linggih, meresmikan karya ini dengan Ngelingga Tangan atau menandatangani Prasasti Karya, serta mepunia kepada kami. Semoga karya ini labda karya dan memargi antar,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan karya ini, krama pengempon Pura Dalem Kedatuan Kesiman berharap pemugaran pura dan pelaksanaan upacara yadnya dapat semakin memperkuat kesucian pura, meningkatkan keharmonisan umat, serta menjaga keberlanjutan nilai adat, agama, dan budaya Bali di wilayah Kesiman.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here