Gubernur Koster Percaya Giri Prasta Bawa Bali Kembali ke Top 5 PON

0
20

DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, mengajak jajaran pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di bawah kepemimpinan I Nyoman Giri Prasta untuk bekerja maksimal dalam meningkatkan prestasi olahraga Bali.

Koster menaruh harapan besar agar Bali mampu kembali merebut peringkat lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII yang akan digelar di NTB-NTT. Sebelumnya, Bali berhasil menduduki peringkat kelima pada PON XX di Papua dan peringkat ketujuh pada PON XXI di Aceh-Medan.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Koster dalam sambutannya pada acara Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KONI Bali periode 2026–2030 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (15/5). Pelantikan dilakukan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.

“Saya yakin setiap pemimpin memiliki tujuan dan motivasi untuk memajukan organisasi yang dipimpinnya. Sama halnya dengan KONI, saya yakin Giri Prasta yang terpilih memimpin KONI empat tahun ke depan juga memiliki visi untuk memberikan yang terbaik bagi daerah. Besar harapan saya, pada PON 2027 yang akan diselenggarakan di NTB nanti, Bali mampu kembali menduduki peringkat kelima, bahkan lebih tinggi dari itu,” tegas Koster.

Koster menambahkan, kepengurusan KONI Bali bersama para pelatih perlu segera memetakan cabang olahraga yang berpotensi meraih medali emas, perak, dan perunggu. Pemetaan tersebut penting agar pembinaan atlet dapat dilakukan secara lebih terarah, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana latihan.

“Jangan sampai atlet kita melemah karena kurangnya perhatian. Kita bisa bergotong royong untuk memenuhi kebutuhan para atlet, salah satunya melalui pelibatan CSR,” ujarnya.

Ia juga menilai GOR Ngurah Rai yang berada di pusat Kota Denpasar dapat dimanfaatkan sebagai salah satu sarana latihan atlet. Karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kolaborasi antara pelatih, atlet, pengurus KONI, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat.

Lebih lanjut, Gubernur Koster mengajak seluruh pihak, terutama pengurus KONI Bali yang baru, untuk mempersiapkan Bali sebagai tuan rumah berbagai event olahraga berkualitas secara rutin. Menurutnya, Bali memiliki peluang besar untuk menggelar kejuaraan yang melibatkan atlet nasional maupun internasional.

Dengan penyelenggaraan event olahraga yang terencana dan berkelanjutan, Koster berharap misi menjadikan Bali sebagai destinasi sport tourism dapat terwujud.

Menurutnya, sport tourism tidak hanya memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata dunia, tetapi juga dapat mengangkat citra Bali sebagai destinasi pariwisata olahraga. Kehadiran atlet, ofisial, dan penonton dalam berbagai event olahraga juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian daerah.

Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyambut baik harapan tersebut. Ia mendorong Bali terus berbenah, mempertahankan prestasi olahraga, sekaligus memperkuat diri sebagai destinasi sport tourism pilihan para atlet.

“Dua hal yang saling menguntungkan ini tentu memberikan dampak positif bagi perekonomian Bali ke depan. Sport tourism Bali akan semakin unggul dibanding daerah lain. Para atlet tidak hanya memperoleh pengalaman olahraga yang berkualitas, tetapi juga menikmati keindahan Bali sebagai destinasi pariwisata,” ujarnya.

Marciano juga menyatakan dukungan agar Bali dapat menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai kejuaraan olahraga, termasuk event bertaraf dunia. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas penyelenggaraan harus terus ditingkatkan, terutama dari sisi kualitas wasit, standar pertandingan, serta jaminan keamanan atlet selama bertanding.

“Hal tersebut akan menumbuhkan kesan positif dan keinginan untuk kembali datang ke Bali,” tambahnya.

Konsep sport tourism dinilai mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan olahraga prestasi, pertumbuhan pariwisata, serta ekonomi kreatif di Bali. Selain itu, konsep ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif bahwa pariwisata Bali dapat dikembangkan secara lebih berdaya saing melalui olahraga.

Hal tersebut juga tercermin dari sejumlah event olahraga internasional yang sukses diselenggarakan di Bali dan terbukti memberikan dampak positif terhadap pendapatan daerah, ekonomi kreatif masyarakat, serta promosi Bali di mata dunia.

Sementara itu, Ketua KONI Bali periode 2026–2030, I Nyoman Giri Prasta, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan amanah yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan bahwa memimpin KONI Bali bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa prestasi olahraga Bali ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mengemban tugas sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia Provinsi Bali, saya menyadari bahwa ini bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk membawa prestasi olahraga Bali ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh sebab itu, mari kita berkolaborasi menjadikan KONI sebagai organisasi yang membangun daerah melalui 56 cabang olahraga yang dimiliki,” ujarnya.

Giri Prasta menambahkan, pihaknya akan terus meningkatkan kualitas pembinaan olahraga di Bali. Ia menilai rekam jejak prestasi Bali dalam berbagai ajang olahraga selama ini cukup membanggakan, terutama karena Bali mampu bersaing di tingkat nasional dan beberapa kali menempati posisi lima besar di luar Pulau Jawa.

Karena itu, di bawah kepemimpinannya, KONI Bali akan berupaya menjadikan Bali sebagai salah satu kekuatan utama olahraga nasional pada PON mendatang.

“Olahraga tidak hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga memiliki nilai-nilai luhur yang membentuk karakter, kedisiplinan, dan integritas seseorang. Oleh karena itu, peran KONI sebagai induk organisasi yang membina dan mengembangkan olahraga di Bali sangat penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya sehat secara jasmani, tetapi juga memiliki mental kesatria, moral yang kuat, dan berprestasi,” ungkapnya.

Menurut Giri Prasta, dalam dinamika perkembangan olahraga saat ini, penyelenggaraan kejuaraan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menyangkut martabat dan kehormatan daerah maupun bangsa. Bahkan, event olahraga telah berkembang menjadi bagian dari industri yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menjadi sumber devisa negara.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan event olahraga di Bali akan semakin memperkuat promosi Pulau Dewata. Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi pariwisata budaya dan alam, tetapi juga sebagai tempat penyelenggaraan event olahraga bertaraf nasional maupun internasional.

Melalui kepengurusan KONI Bali periode 2026–2030, diharapkan pembinaan atlet semakin terarah, prestasi olahraga Bali semakin meningkat, dan Bali dapat kembali menembus lima besar PON sekaligus memperkuat posisi sebagai destinasi sport tourism dunia.

Editor:Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here