BKKBN Bali Dorong Denpasar Miliki TPA Negeri, TP PKK Siap Berkolaborasi

0
52
Foto: Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara bersama Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (12/5).

DENPASAR, KEN-KEN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau Kemendukbangga/BKKBN terus mendorong pemerintah daerah memfasilitasi keberadaan Tempat Penitipan Anak (TPA) Negeri di masing-masing daerah.

Menindaklanjuti hal tersebut, BKKBN Provinsi Bali mendorong Pemerintah Kota Denpasar untuk segera merealisasikan pembangunan TPA Negeri di Kota Denpasar. Keberadaan TPA Negeri dinilai penting untuk mendukung pengasuhan anak yang aman, nyaman, edukatif, serta membantu produktivitas orang tua, khususnya ibu bekerja.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bali, Ni Luh Gede Sukardiasih, saat melakukan audiensi dengan Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, di Gedung Santi Graha Denpasar, Kamis (12/5).

Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris I TP PKK Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa. Pertemuan ini menjadi ruang koordinasi untuk memperkuat sinergi program pembangunan keluarga, pengasuhan anak, dan percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar.

Dalam kesempatan tersebut, Sukardiasih mengatakan pemerintah pusat saat ini gencar mendorong pemerintah daerah agar memfasilitasi minimal satu TPA di setiap daerah. TPA tersebut diharapkan menjadi layanan pengasuhan terintegrasi atau holistik-integratif yang aman, nyaman, dan edukatif.

Menurutnya, TPA tidak hanya berfungsi sebagai tempat penitipan anak, tetapi juga sebagai mitra orang tua dalam memenuhi hak tumbuh kembang anak. Selain itu, keberadaan TPA juga dapat mendukung produktivitas ekonomi keluarga, terutama bagi ibu bekerja.

Sukardiasih menjelaskan, Perwakilan BKKBN Provinsi Bali pada tahun 2026 fokus menjalankan program Bangga Kencana atau Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana. Program tersebut dilaksanakan dengan pendekatan komprehensif untuk mendukung percepatan penurunan angka stunting.

“Program unggulan percepatan penurunan stunting dilaksanakan melalui Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING, dengan pendekatan gizi, air bersih, dan sanitasi bagi 8.116 keluarga risiko stunting,” ujarnya.

Baca Juga:  DPW ILDI Kota Denpasar Siap Kolaborasi Dukung Program Pemkot Denpasar

Selain GENTING, BKKBN Bali juga melaksanakan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) sebagai edukasi keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak guna mencegah stunting. Program lainnya yakni Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai model tempat pengasuhan anak yang sehat.

Sukardiasih menilai, berbagai program BKKBN Provinsi Bali tersebut dapat disinergikan dengan program Pemerintah Kota Denpasar, termasuk program yang dijalankan TP PKK Kota Denpasar.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan Pemerintah Kota Denpasar telah merancang pembangunan TPA Negeri. Adapun lokasi yang direncanakan yakni di kawasan Lapangan SMPN 4 Denpasar dan eks Bank Mayapada.

“Untuk langkah selanjutnya kami berharap dinas terkait bisa mulai bergerak untuk proses pembangunan TPA tersebut,” ujarnya.

Antari Jaya Negara menegaskan, TP PKK Kota Denpasar siap berkolaborasi dengan BKKBN Provinsi Bali dalam mendukung berbagai program pembangunan keluarga, penguatan pengasuhan anak, serta percepatan penurunan stunting.

Lebih lanjut dijelaskan, TP PKK Kota Denpasar selama ini juga memiliki program rutin Posyandu Paripurna yang memberikan pelayanan kepada lansia, ibu hamil, dan balita di wilayah kelurahan. Sementara di desa, kegiatan serupa dilaksanakan melalui dukungan anggaran APBDes.

Baca Juga:  20 Ribu Lebih Seniman Terlibat di PKB XLVIII 2026, Gubernur Koster Minta Dikelola Profesional

Setelah kegiatan Posyandu Paripurna berakhir, masing-masing wilayah diharapkan mampu melaksanakan kegiatan secara mandiri setiap bulan, sehingga pelayanan kesehatan dasar dan pemantauan tumbuh kembang masyarakat dapat terus berjalan.

Selain itu, TP PKK Kota Denpasar juga menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) gratis bagi masyarakat yang terindikasi stunting. Program ini menjadi salah satu bentuk dukungan langsung dalam meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya balita yang membutuhkan perhatian khusus.

Tak hanya itu, TP PKK Kota Denpasar juga memiliki kegiatan “Menyapa dan Berbagi” dengan menyasar lansia, ibu hamil, dan balita. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan dan sosialisasi kesehatan, tetapi juga diberikan PMT untuk membantu meningkatkan kesehatan dan pemenuhan gizi.

Melalui audiensi ini, BKKBN Provinsi Bali dan TP PKK Kota Denpasar berharap kolaborasi program dapat semakin diperkuat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mendukung terwujudnya keluarga berkualitas, pengasuhan anak yang lebih baik, serta percepatan penurunan stunting di Kota Denpasar.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here