Sekda Eddy Mulya Berharap Balinale Jadi Magnet Wisatawan ke Kota Denpasar

0
108
Foto: Sekda Eddy Mulya didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Mahendra Putra, saat menghadiri Road To Balinale 2026, di Bali Beach Garden Terrace, The Meru Sanur, Kamis (30/4) malam

DENPASAR, KEN-KEN — Atmosfer pelaksanaan Bali International Film Festival 2026 atau yang dikenal dengan Balinale mulai terasa di Kota Denpasar. Rangkaian menuju festival sinema internasional tersebut diawali dengan kegiatan Road to Balinale 2026 yang berlangsung di Bali Beach Garden Terrace, The Meru Sanur, Kamis (30/4/2026) malam.

Sekretaris Daerah Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya, hadir langsung dalam kegiatan tersebut didampingi Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Anak Agung Ngurah Mahendra Putra.

Turut hadir dalam jajaran tamu undangan, Konsulat Jenderal Australia Jo Stevens, Festival Director Balinale Deborah Gabinetti, serta para pelaku industri kreatif, insan perfilman, komunitas budaya, dan undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Sekda Eddy Mulya menyampaikan bahwa festival film internasional seperti Balinale memiliki arti penting bagi pengembangan pariwisata Kota Denpasar. Menurutnya, festival film bukan sekadar ruang hiburan, melainkan juga dapat menjadi magnet pariwisata yang mampu mendatangkan wisatawan dengan profil berbeda dan lebih beragam.

Baca Juga:  May Day 2026, Pemkot Denpasar Perkuat Kolaborasi Demi Kesejahteraan Pekerja

Wisatawan yang hadir melalui event sinema internasional, kata Eddy Mulya, tidak hanya datang untuk menikmati pantai, kuliner, dan keindahan alam Bali. Lebih dari itu, mereka datang untuk merasakan kedalaman budaya, membangun jejaring, bertukar gagasan, serta menyaksikan karya seni sinema dari berbagai penjuru dunia.

“Inilah segmen wisatawan yang kita butuhkan untuk memperkuat kualitas pariwisata Kota Denpasar, bukan sekadar kuantitas kunjungan,” kata Eddy Mulya.

Lebih jauh, Eddy Mulya menegaskan bahwa Pemerintah Kota Denpasar berkomitmen untuk hadir sebagai mitra nyata, bukan sekadar penonton, dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan. Komitmen tersebut sejalan dengan upaya penguatan Sanur sebagai ruang budaya, ruang kreativitas, sekaligus destinasi yang semakin hidup dalam menyambut berbagai perhelatan berskala internasional.

Menurutnya, Sanur memiliki posisi strategis sebagai kawasan pariwisata yang tidak hanya menawarkan keindahan pantai, tetapi juga memiliki karakter budaya, sejarah, dan komunitas kreatif yang kuat. Karena itu, kehadiran Balinale diharapkan mampu memperkaya wajah pariwisata Denpasar melalui pendekatan yang lebih berkualitas, berbudaya, dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Sambut Satu Abad Pariwisata Bali, Gubernur Koster Pimpin Persiapan Jatiluwih Fun Run 2026, Targetkan 10 Ribu Peserta

“Kami percaya bahwa investasi terbaik bagi masa depan pariwisata Kota Denpasar adalah investasi pada sumber daya manusia kreatif, yaitu para sineas muda, seniman, dan komunitas budaya yang duduk bersama kita di ruangan ini,” tegas Eddy Mulya.

Eddy Mulya juga berharap Balinale dapat menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, komunitas kreatif, pelaku pariwisata, dan insan perfilman internasional. Dengan demikian, Denpasar tidak hanya menjadi lokasi penyelenggaraan festival, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem perfilman dan ekonomi kreatif di Bali.

Sementara itu, Festival Director Balinale, Deborah Gabinetti, mengatakan bahwa Road to Balinale 2026 dirancang bukan sekadar sebagai acara promosi festival. Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan antara komunitas lokal, pelaku industri kreatif, insan perfilman, hingga pegiat budaya dalam suasana santai di tepi pantai Sanur.

Menurut Deborah, suasana Sanur yang khas memberikan ruang dialog yang hangat bagi para pelaku kreatif untuk saling mengenal, membangun jejaring, dan membuka peluang kolaborasi lintas negara maupun lintas disiplin.

Balinale edisi ke-19 dijadwalkan resmi digelar pada 1–7 Juni 2026 mendatang. Pada tahun ini, Balinale 2026 akan menampilkan sekitar 100 film dari 35 negara, termasuk 20 world premieres, 10 international premieres, dan 26 Asian premieres.

Selain pemutaran film, Deborah menjelaskan bahwa Balinale juga menghadirkan berbagai program pengembangan talenta kreatif global. Salah satunya adalah Art of the Score, program yang dikembangkan bersama The Juilliard School sejak tahun 2021.

“Program tersebut mempertemukan sineas dunia dengan mahasiswa pencipta musik visual dalam proses kolaborasi kreatif lintas disiplin,” kata Deborah.

Melalui rangkaian Balinale 2026, Pemerintah Kota Denpasar berharap momentum ini dapat semakin memperkuat posisi Denpasar, khususnya Sanur, sebagai destinasi pariwisata budaya dan ekonomi kreatif. Festival ini juga diharapkan mampu membuka ruang lebih luas bagi sineas muda, seniman, komunitas lokal, dan pelaku pariwisata untuk tumbuh bersama dalam ekosistem kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here