Wawali Arya Wibawa Apresiasi Aksi Peduli Lingkungan MPK SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari

0
144
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa bersama Ketua GOW Kota Denpasar Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari, Minggu (19/4).

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menghadiri kegiatan bakti sosial yang digelar Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAN 2 Denpasar di Pantai Mertasari, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan peduli lingkungan yang bertujuan menumbuhkan kesadaran dan kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan sejak dini, khususnya melalui aksi nyata berupa bersih-bersih pantai dan penanaman pohon.

Dalam kesempatan itu, Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada para siswa, khususnya MPK SMAN 2 Denpasar, yang telah menginisiasi kegiatan sosial berbasis kepedulian lingkungan. Menurutnya, langkah tersebut merupakan contoh konkret yang patut ditiru oleh sekolah lain dalam membangun budaya cinta lingkungan di kalangan pelajar.

Baca Juga:  Tradisi Sangkepan Dadya Pasek Padang Subadra Jadi Ruang Komunikasi, Solidaritas, dan Perencanaan Krama

“Saya ucapkan terima kasih kepada anak-anak, khususnya MPK SMAN 2 Denpasar, yang telah melaksanakan kegiatan ini. Semoga hal ini dapat menjadi contoh bagi sekolah lainnya dalam menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Arya Wibawa menegaskan, keterlibatan generasi muda dalam aksi nyata seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan, terlebih di kawasan wisata yang rentan menghadapi persoalan sampah.

Menurutnya, upaya menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan wacana, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang melibatkan masyarakat, khususnya kalangan muda sebagai generasi penerus.

Sementara itu, Kepala SMAN 2 Denpasar, I Gede Eka Mahendra, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan peduli lingkungan yang menitikberatkan pada aksi, bukan sekadar teori.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Hadiri Halal Bihalal DMI Denpasar, Tegaskan Pentingnya Kerukunan dan Kebersamaan

Ia menilai persoalan sampah saat ini telah menjadi isu global yang membutuhkan penanganan komprehensif dan kolaboratif dari berbagai pihak.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan aksi nyata bahwa kami peduli terhadap lingkungan. Harapannya, ke depan ada solusi yang lebih komprehensif dalam penanganan sampah, khususnya di Bali,” ungkapnya.

Eka Mahendra menambahkan, Pantai Mertasari merupakan salah satu lokasi favorit masyarakat untuk berolahraga dan berekreasi, sehingga memiliki potensi besar menimbulkan sampah jika tidak diimbangi kesadaran kolektif menjaga kebersihan kawasan.

Karena itu, menjaga Pantai Mertasari tetap bersih dinilai penting agar kawasan tersebut dapat menjadi contoh pengelolaan destinasi wisata yang nyaman, tertata, dan ramah lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga melakukan penanaman 20 pohon ketapang sebagai simbol komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Meski demikian, pihak sekolah menegaskan bahwa yang paling utama adalah membangun gerakan berkelanjutan dalam menanggulangi persoalan sampah.

Baca Juga:  Pemkot Denpasar Gelar Persembahyangan Rahina Suci Tumpek Landep di Pura Agung Lokanatha

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai pihak, di antaranya LSM Malu Dong, siswa SMP di kawasan Mertasari termasuk SMPN 2 Denpasar, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa (perbekel) dan jajaran Dinas Pendidikan. Sinergi lintas elemen ini diharapkan mampu memperkuat gerakan peduli lingkungan secara lebih luas di tengah masyarakat.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan bakti sosial seperti ini rutin dilaksanakan setiap tahun oleh organisasi sekolah, baik OSIS maupun MPK, dengan agenda minimal dua kali dalam setahun sebagai bagian dari implementasi pendidikan karakter bagi siswa.

Pihak sekolah berharap kegiatan positif tersebut dapat terus berlanjut dan semakin membangun empati serta semangat generasi muda untuk menjaga lingkungan. Dukungan dari sekolah, masyarakat, dan lingkungan sekitar dinilai menjadi kunci agar gerakan semacam ini tetap hidup dan memberikan dampak nyata.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here