Walikota Jaya Negara Dampingi Mendag Budi Santoso Tinjau Harga Pangan di Pasar Nyanggelan

0
345
Foto: Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Kunjungan Kerja Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dr. Budi Santoso, M.Si, di Pasar Nyanggelan, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (9/9)

DENPASAR, KEN-KEN – Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi Menteri Perdagangan RI Dr. Budi Santoso, M.Si. saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Nyanggelan, Kelurahan Panjer, Denpasar Selatan, Selasa (9/9). Kunjungan ini bertujuan untuk memantau pasokan dan harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.

Mendag Budi Santoso menyampaikan bahwa harga dan pasokan kebutuhan pokok di Pasar Nyanggelan relatif stabil dan aman, bahkan sejumlah komoditas dijual di bawah harga acuan pemerintah.

“Harga beras standar SPAP 5 kg acuan Rp65.500, tetapi di Pasar Nyanggelan dijual Rp60.000. Ayam Rp40.000/kg sesuai acuan, telur Rp27.500/kg di bawah acuan Rp30.000, minyak goreng Rp15.700/liter, dan cabai Rp35.000/kg padahal acuannya Rp55.000/kg. Jadi semua masih terkendali dan pasokan lancar. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Wali Kota Denpasar dan jajaran Dinas,” ujar Mendag.

Ia menambahkan, pemerintah terus menjaga pasokan dan distribusi agar tidak terhambat dengan memanfaatkan Sistem Pemberian Pelayanan Keperdagangan Profesional (SP2KP) yang memonitor harga dan pasokan setiap hari.

Baca Juga:  Menperin Apresiasi Gubernur Koster Konsisten Perhatikan Perajin melalui Pameran IKM Bali Bangkit

“Dengan SP2KP, kita bisa tahu kondisi harga dan ketersediaan pasokan secara real time. Jika ada kenaikan harga atau pasokan berkurang, kita langsung koordinasi dengan pemerintah daerah, asosiasi petani, hingga suplier,” jelas Mendag.

Sementara itu, Wali Kota Jaya Negara menyampaikan apresiasi atas kunjungan Mendag RI. Ia menegaskan bahwa stabilitas harga di Denpasar juga didukung oleh kerja rutin Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar.

“Disperindag rutin memantau pasar, berkoordinasi dengan suplier, serta menggelar pasar murah dua kali sebulan. Untuk LPG, kami juga sudah berkoordinasi dengan Pertamina sesuai daftar kebutuhan,” jelasnya.

Baca Juga:  Setelah Sandang Status ZI WBK, Bapenda Denpasar Dinilai TPN WBBM

Lebih lanjut, Jaya Negara menegaskan komitmen Pemkot Denpasar dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok.

“Jika ada keterbatasan pasokan, segera ditangani lewat operasi pasar murah. Demikian pula dengan Bulog, kami terus bekerja sama melalui pasar pangan dan pasar murah agar masyarakat tetap terlayani dengan baik,” imbuhnya. Dengan pemantauan langsung dari Mendag RI, diharapkan stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok di Denpasar dapat terus terjaga sehingga masyarakat tetap tenang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here