Diesnatalis Unud ke-61, Menkopolhukam Mahfud MD Sebagai Narasumber Dalam Kuliah Umum Pemilu Bermartabat

0
530
Foto: Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP menyerahkan kenang-kenangan kepada narasumber, Prof. Dr. Mahfud MD, pada acara Kuliah Umum yang digelar Universitas Udayana, Selasa, (10/10).

Badung, ken-ken-khabare.com | Bali Lintas Media –

Kuliah Umum dalam rangka Diesnatalis ke-61 Universitas Udayana, dengan tema “Demokrasi Konstitusional dan Pemilu yang Bermartabat”, pada, Selasa, (10/10/2023), di Gedung Widya Sabha, Kampus Universitas Udayana, Jimbaran.  

Acara Kuliah Umum ini  menghadirkan pembicara tunggal yakni Menteri Kordinator Polhukam Prof. Dr. Mohammad Mahfud MD, S.H., S.U., M.I.P. Sebagai moderator Dosen Fakultas Hukum Universitas Udayana yang pernah menjabat sebagai Hakim Konstitusi,  Dr. I Dewa Gede Palguna, S.H., M.Hum.

Kuliah Umum ini dihadiri oleh civitas akademika, Dekan, Ketua dan Sekretaris Guru Besar, dan para mahasiswa Pimpinan Ormas/  Parpol, Forkopimda Bali, Pimpinan Perguruan Tinggi se Bali.

Foto: Sesi Foto Bersama peserta Kuliah Umum, yang digelar Universitas Udayana, Selasa (10/10).

Dalam sambutannya Wakil Rektor I Bidang Akademik  Prof. Dr. Ir. I Gede Rai Maya Temaja, MP., menyampaikan,  dalam menyongsong Pemilu 2024, pentingnya  pemahaman politik dalam menggunakan hak konstitusional untuk memilih dan dipilih.  Karena Pemilu sebagai sarana bagi segenap elemen bangsa dalam memilih pemimpin terbaik yang akan memimpin negara ini 5 tahun kedepan.

Sebagai bagian dari hak konstitusional seluruh elemen bangsa,  diharapkan memiliki persefektif yang sama untuk mewujudkan pemilu yang bermartabat.

Baca juga :

< Desa Tegal Harum Desa Terbaik 2023, Dikunjungi Pemkab OKU Timur

“Pemilu tidak semata soal politik saja,  tetapi pemilu juga bersinggungan dengan hukum, ekonomi, budaya, dan pertahanan dan keamanan. Dan tidak mudah tentu dibutuhkan tokoh intelektual yang memahaminya. Dibutuhkan  tokoh intelektual yang memiliki kompetensi dan memahami tentang pemilu sebagai bekal bagi kita  tentang kepemimpinan,” ungkap WR I.

Wakil Rektor I berharap Kuliah Umum ini,  dapat memberikan pemahaman tentang demokrasi yang konstitusional dan bermartabat. Dan juga sebagai bagian dari  pendidikan politik kepada segenap mahasiswa dan undangan yang hadir.

Diakhir sambutannya Wakil Rektor I mengucapkan terima kasih kepada Menteri Kordinator Polhukam, Mahfud MD, yang berkenan hadir disela-sela kesibukan di kementriaannya.

Baca Juga :

< Wali Kota Jaya Negara Dukung Pelaksanaan Mukernas INDONESIAPERSADA.ID Tahun 2023 di Kota Denpasar

Selanjutnya Kuliah Umum yang dipandu oleh mantan Hakim MK, Dewa Palguna, sebagai pembuka menyampaikan kepada seluruh yang hadir, “jangan sampai pemilu membuat hati pilu”. Selanjutnya “ Pemilu bukan untuk memilih pemimpin yang sempurna, tetapi untuk mencegah agar orang jahat tidak menjadi pemimpin”.

Narasumber Prof. Mahfud MD, menyampaikan materinya selama kurang lebih 45 menit, yang isinya pokok-pokok dalam menciptakan pemilu bermartabat.

“Saya akan menyampaikan kampanye politik tetapi bukan politik electoral. Saya berkampanye politik kebangsaan,” ungkap Prof. Mahfud.

Menurutnya kampanye politik kebangsaan diperbolehkan dilaksanakan di kampus-kampus karena muatan atau isinya berbicara tentang gagasan, ide, dan semangat kebangsaan.

Berbagai teori dan prinsip dasar demokrasi disampaikan oleh Prof. Mahfud MD. Pemilu merupakan salah satu mekanisme yang menjadi penanda negara demokrasi. Sebagai mekanisme politik pembentukan pemerintahan dan pergantian kekuasaan. Pemilu diharapkan untuk menghasilkan pemerintahan dan kekuasaan yang demokratis sesuai dengan aspirasi rakyat.

Dengan demikian menurut Mahfud, Pemilu harus dilaksanakan secara bermartabat, sesuai dengan nilai, etika, dan aturan hukum.

[Penulis : Artha]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here