Jaya Negara Hadiri Karya Padudusan di Pura Buwitan dan Hyang Kawitan Bandesa Mas Pohgading

0
1060
Foto: Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Padudusan Wraspati Kalpa Agung di Pura Buwitan lan Hyang Kawitan Bandesa Mas, Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Rabu (21/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menghadiri Karya Padudusan Wraspati Kalpa Agung Meyama Raja, Mendem lan Mupuk Pedagingan, serta Ngenteg Linggih di Pura Buwitan lan Hyang Kawitan Bandesa Mas, Desa Adat Pohgading, Desa Ubung Kaja, Rabu (21/10/2026). Kehadiran tersebut menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan kegiatan keagamaan sekaligus penguatan sradha bhakti umat Hindu.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPD RI I.B. Rai Dharmawijaya Mantra, Anggota DPRD Provinsi Bali I Gusti Ngurah Gede Marhaendra Jaya, Anggota DPRD Kota Denpasar I Nyoman Gede Sumara Putra, Camat Denpasar Utara, Perbekel Desa Ubung Kaja, serta undangan lainnya.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Ngayah Nyangging Serangkaian Metatah Massal di Desa Dauh Puri Kelod

Jaya Negara mengatakan, pelaksanaan upacara keagamaan merupakan salah satu bentuk peningkatan sradha bhakti umat Hindu kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Ia juga mengapresiasi keterlibatan pasemetonan dan desa adat dalam menjaga tradisi serta melaksanakan upakara secara mandiri.

“Pemkot Denpasar terus mengedepankan pemberdayaan masyarakat, tidak terlepas dari sektor keagamaan. Namun patut diapresiasi munculnya kemandirian masyarakat, sehingga manfaat yang diperoleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan dapat dikenal dengan Tri Guna Karya serta Satwika Karya,” ujarnya.

Jaya Negara berharap pelaksanaan karya tersebut dapat memperkuat persaudaraan dan persatuan, khususnya di kalangan warga serta pengempon pura.

“Kami berharap ke depan pelaksanaan upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” pungkasnya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dan desa adat memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta keharmonisan kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Manggala Karya I Made Luther menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai sejak 8 Oktober 2026 melalui Upacara Mapejati Satwa. Selanjutnya, pada 10 Oktober dilaksanakan Upacara Ngulemin Pemangku, Gambelan, dan Sekeha Santi.

Baca Juga:  "Sanan Tuak" Hipnotis Ribuan Penonton, Gubernur Koster Apresiasi Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas

Rangkaian berlanjut pada 11 Oktober 2026 dengan Matur Piuning, Dharmawecana, dan Mendak Pretima.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wali Kota pada karya kami. Hari ini tanggal 21 Oktober 2026 merupakan puncak karya yang diisi dengan Upacara Ngenteg Linggih, Piodalan, Padudusan Alit, Nangun Ayu lan Pengingkup Dewa. Rangkaian karya ini akan dilaksanakan hingga tanggal 24 Oktober dengan Upacara Nyegara Gunung, Rsi Bojana, dan Penyineban,” ujarnya.

Rangkaian karya yang berlangsung hingga 24 Oktober 2026 tersebut diharapkan berjalan lancar dan memberikan makna spiritual bagi umat, sekaligus memperkuat kebersamaan warga Desa Adat Pohgading dalam menjaga tradisi dan warisan budaya Bali.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here