
BADUNG, KEN-KENKHABARE — Pemerintah Kabupaten Badung meningkatkan pemantauan antrean bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dengan menyiagakan petugas kesehatan, ambulans, serta personel pengamanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan, keamanan, dan kenyamanan di tengah antrean panjang yang terjadi di wilayah Badung.
Atas arahan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta, Sekretaris Daerah (Sekda) Badung I.B. Surya Suamba bersama jajaran perangkat daerah dan para camat turun langsung memantau kondisi di lapangan, Rabu (14/10/2026).
Saat memantau antrean di SPBU Lukluk, Surya Suamba mengatakan pemerintah daerah berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat yang harus menunggu lama untuk mendapatkan BBM. Selain melakukan pemantauan, Pemkab Badung juga membagikan air mineral kepada warga yang mengantre.
“Ini merupakan bentuk empati Pemerintah Kabupaten Badung kepada masyarakat. Kami memahami warga harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan BBM. Karena itu, atas arahan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati kami hadir untuk memberikan sedikit bantuan berupa air mineral. Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat yang sedang mengantri,” ujar Surya Suamba.
Menurutnya, antrean panjang tidak hanya berdampak pada waktu dan aktivitas masyarakat, tetapi juga perlu diantisipasi dari sisi kesehatan, keselamatan, dan kelancaran lalu lintas di sekitar SPBU.
Karena itu, Pemkab Badung melalui Dinas Kesehatan menyiagakan puskesmas keliling dan ambulans untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan kesehatan selama mengantre. Personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan juga dilibatkan untuk membantu menjaga keamanan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas.
“Jangan sampai masyarakat yang sudah harus menunggu lama justru mengalami masalah kesehatan tanpa segera mendapatkan pertolongan. Karena itu, kami siapkan layanan kesehatan agar jika ada warga yang membutuhkan bantuan, bisa segera ditangani,” kata Surya Suamba.
Pemantauan dan pemberian bantuan tidak hanya dilakukan di SPBU Lukluk. Pemkab Badung telah menugaskan para camat untuk melakukan langkah serupa di wilayah masing-masing dengan dukungan masyarakat dan pihak terkait.
Sejumlah kawasan yang menjadi perhatian meliputi Lukluk, Sembung, Kerobokan, dan Kapal. Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) juga dikerahkan untuk membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan, termasuk mendukung penyediaan air minum bagi masyarakat yang mengantre.
Kesiapsiagaan petugas kesehatan menjadi perhatian penting menyusul adanya laporan warga yang mengalami pingsan saat menunggu BBM. Dengan keberadaan petugas dan fasilitas kesehatan di sekitar lokasi antrean, warga diharapkan dapat segera memperoleh pertolongan apabila mengalami gangguan kesehatan.
Di sisi lain, Pemkab Badung terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendukung kelancaran distribusi BBM. Penyaluran dilaporkan mulai berjalan secara bertahap, sementara koordinasi terus dilakukan agar pasokan dapat tersalurkan sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.
Surya Suamba berharap pasokan BBM segera kembali lancar sehingga masyarakat tidak perlu menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan hingga setengah hari, hanya untuk mendapatkan bahan bakar.
“Mudah-mudahan pasokan BBM segera lancar sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengantri sampai berjam-jam. Kami berharap kondisi ini segera membaik agar aktivitas masyarakat, baik untuk bekerja, menjalankan usaha, maupun memenuhi kebutuhan keluarga, bisa kembali berjalan dengan lebih baik,” ujarnya.
Pemkab Badung mengimbau masyarakat agar tetap bersabar, mengutamakan keselamatan, menjaga ketertiban antrean, serta saling menghormati sesama pengguna BBM. Masyarakat juga diminta mengikuti arahan petugas demi menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan bersama.
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Prokopimkabadung


