Wawali Arya Wibawa Hadiri Puncak Karya Mamungkah di Pura Gede Batur Sari Tonja

0
1071
Foto: Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri puncak Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari, Desa Adat Tonja, Rabu (14/10/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE — Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri puncak Pengratep Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya di Pura Gede Batur Sari, Pusat Kawitan Arya Tegeh Kori, Desa Adat Tonja, Rabu (14/10/2026). Upacara yang bertepatan dengan Rahina Buda Cemeng Klawu ini menjadi momentum memperkuat sradha bhakti, persaudaraan, dan persatuan umat Hindu.

Di sela-sela kegiatan, Arya Wibawa menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara keagamaan di Pura Gede Batur Sari merupakan wujud peningkatan sradha bhakti umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Apalagi di komunitas masyarakat seperti pasemetonan dan desa adat, hal ini perlu diapresiasi sebagai upaya membangun sradha bhakti melalui upakara yang dilaksanakan,” ujarnya.

Baca Juga:  TP PKK Denpasar Berbelanja dan Berbagi di Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali

Ia mengatakan, Pemerintah Kota Denpasar terus mendorong pemberdayaan masyarakat yang berjalan selaras dengan kehidupan keagamaan. Menurutnya, tumbuhnya kemandirian masyarakat dalam membangun kesadaran bersama merupakan hal yang patut diapresiasi.

Arya Wibawa juga menyinggung pentingnya penerapan nilai Tri Guna Karya dan Satwika Karya agar manfaat penyelenggaraan upacara keagamaan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.

Ia berharap, setelah pelaksanaan Karya Mamungkah, Ngenteg Linggih, Pedudusan Agung, miwah Caru Balik Sumpah Madya tersebut, seluruh umat, khususnya warga dan pengempon pura, semakin mempererat rasa persaudaraan dan persatuan.

“Tentu pelaksanaan yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap upacara yadnya ini dapat memberikan energi positif dan menetralisir hal-hal negatif di lingkungan desa setempat,” katanya.

Baca Juga:  Program Bedah Rumah Bali Dikebut, 1.410 Unit Sudah Terealisasi

Sementara itu, Ketua Panitia Karya I Made Oka Bagiartha menjelaskan bahwa rangkaian upacara telah dimulai pada 13 Oktober 2026 dan mencapai puncaknya pada Rabu (14/10/2026), melalui Upacara Puncak Pengratep Karya.

Upacara tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Gde Made Karang dari Griya Gede Karang Tampakgangsul.

Oka Bagiartha menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota Denpasar yang turut menyaksikan puncak karya dan ngaturang punia kepada panitia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Wakil Wali Kota Denpasar yang sudah hadir menyaksikan upacara puncak pengratep karya dan ngaturang punia kepada kami. Semoga karya ini labda karya lan memargi antar,” ungkapnya.

Pelaksanaan karya ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kehidupan spiritual sekaligus menjaga kebersamaan pasemetonan dan masyarakat adat dalam melestarikan tradisi keagamaan di Kota Denpasar.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspemkotdps
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here