10 Kali Juara Porprov Bali, KONI Tabalong Belajar Strategi Pembinaan Olahraga ke Badung

0
1047
Foto: Pengurus KONI Badung menerima kunjungan studi tiru Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani Alkaf bersama jajaran KONI Tabalong di Badung, Kamis (8/10/2026).

MANGUPURA, KEN-KENKHABARE – Konsistensi KONI Badung mempertahankan gelar juara umum Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali selama 10 kali berturut-turut menarik perhatian daerah lain. Kali ini, KONI Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, datang untuk mempelajari strategi pembinaan atlet, tata kelola organisasi, hingga penerapan sport science yang menjadi bagian dari upaya peningkatan prestasi olahraga Badung.

Kunjungan studi tiru tersebut berlangsung Kamis (8/10/2026). Rombongan dipimpin Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf, bersama empat pengurus KONI Tabalong.

Rombongan diterima Sekretaris Umum KONI Badung, I Ketut Widia Astika, yang didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, Wakil Ketua III, serta jajaran pengurus bidang Pembinaan Prestasi (Binpres), Audit Internal, Sport Science, Data, dan Humas KONI Badung.

Pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi KONI Tabalong untuk menggali praktik pengelolaan olahraga yang dinilai dapat menjadi referensi dalam menyusun strategi peningkatan prestasi daerah.

Baca Juga:  Walikota Jaya Negara Adakan MoU Dengan Majelis Madya Subak Kota Denpasar Dukung Serapan Pasar Hasil Panen Petani

Mewakili Ketua KONI Badung, I Ketut Widia Astika memaparkan berbagai mekanisme dan strategi yang diterapkan organisasi dalam mendukung pembinaan cabang olahraga (cabor), meningkatkan prestasi atlet, serta menjalankan tata kelola organisasi secara profesional.

Salah satu fokus pembahasan adalah sistem pembinaan prestasi yang bertumpu pada peran Bidang Pembinaan Prestasi dan Sport Science. Kedua bidang tersebut berperan dalam mendukung kualitas pembinaan, memantau perkembangan atlet, dan meningkatkan efektivitas program latihan secara berkelanjutan.

Diskusi juga membahas tata kelola dana hibah, sistem pengawasan, akuntabilitas dan audit keuangan, hingga peluang pengembangan sumber pendanaan alternatif.

Selain itu, rombongan mempelajari manajemen pendidikan dan pelatihan (diklat), penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) olahraga, pemetaan cabang olahraga, serta penyelenggaraan kompetisi.

Aspek monitoring dan evaluasi (monev) turut menjadi perhatian, terutama terkait standar pelatih, pelaksanaan kegiatan dan latihan atlet, serta ketertiban administrasi. Mekanisme penganggaran dan pembagian bonus bagi atlet berprestasi juga dibahas sebagai bagian dari pengelolaan olahraga yang efektif dan berkelanjutan.

Bagi KONI Tabalong, kunjungan ini menjadi bagian dari upaya mencari pendekatan pembinaan yang lebih terarah. Prestasi olahraga daerah tersebut masih menghadapi tantangan, terutama setelah hasil yang diraih pada Porprov Kalimantan Selatan 2025.

Dalam pemaparan saat kunjungan, prestasi terbaik Tabalong disebut berupa peringkat ketiga umum Porprov Kalimantan Selatan. Namun, pada Porprov XII Kalimantan Selatan 2025 di Kabupaten Tanah Laut, Tabalong berada di peringkat kesembilan dari 13 kabupaten/kota peserta.

Baca Juga:  “Adaptive dan Stylish: Suzuki Fronx Lolos Uji Test Drive di Tanjakan Ekstrem Petang-Bedugul”

Tabalong pun berupaya mengulang capaian terbaiknya saat menjadi tuan rumah Porprov X Kalimantan Selatan pada 2017. Target berikutnya diarahkan pada Porprov Kalimantan Selatan 2029 yang direncanakan berlangsung di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

“Kami tidak mau muluk-muluk dalam membuat target untuk Porprov Kalsel di tahun 2029, yang direncanakan di Kabupaten Hulu Sungai Utara,” terang Wakil Bupati Tabalong, Habib Taufani Alkaf.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan prestasi menjadi pekerjaan yang perlu disiapkan melalui pembinaan, pengelolaan organisasi, dan perencanaan yang lebih matang.

Sementara itu, Bidang Pembinaan Prestasi KONI Badung yang diwakili Ida Ayu Putu Adnya Dewi menjelaskan bahwa pembinaan cabang olahraga bukan dimaksudkan untuk mengambil alih tugas pengurus maupun pelatih cabor.

Menurutnya, KONI perlu membangun kemitraan dengan pengurus dan pelatih agar target prestasi dapat dicapai melalui kerja sama yang terarah.

KONI Badung sendiri menargetkan mempertahankan gelar juara umum Porprov Bali untuk ke-11 kalinya pada penyelenggaraan mendatang yang direncanakan berlangsung di Buleleng.

Untuk mempersiapkan target tersebut, KONI Badung mulai memetakan seluruh cabang olahraga dan menyiapkan tim bayangan. Standarisasi tenaga pelatih juga menjadi perhatian, termasuk mendorong pelatih memiliki standar kompetensi yang tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan agar pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada kompetisi yang sudah dekat, tetapi juga memperhatikan kesiapan jangka panjang.

Pengalaman Badung dalam menerapkan sport science turut dibagikan kepada rombongan Tabalong. Perwakilan bidang tersebut, Gede Yuddha Anantawijaya, menjelaskan penerapan ilmu keolahragaan dalam pembinaan berbagai cabang olahraga.

Program yang dijalankan meliputi Training of Trainers (TOT) bagi pelatih serta tes dan pengukuran kondisi fisik atlet. Pengukuran biasanya dilakukan dua kali untuk memperoleh gambaran kondisi atlet sebelum mengikuti pertandingan.

KONI Badung juga menjalin kerja sama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) di Singaraja, khususnya fakultas yang menangani bidang olahraga, untuk mendukung penerapan sport science sejak 2015.

Baca Juga:  Pertama Satgas Pamtas Statis RI- PNG Yonif RK 111/KB menancapkan bendera merah putih dipatok MM 8.1 perbatasan RI- Papua Nugini

Melalui kunjungan ini, pengalaman KONI Badung diharapkan dapat menjadi referensi bagi KONI Tabalong dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terukur. Sementara bagi Badung, tantangan berikutnya adalah mempertahankan konsistensi pembinaan agar target gelar juara umum Porprov Bali ke-11 dapat diperjuangkan.

Reporter: Erwin Suryadarma
Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here