Gubernur Wayan Koster Hadiri Puncak Karya Panca Wali Krama Ulun Danu Batur, Rawat Kesucian Alam Bali

0
1037
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Puncak Karya Panca Wali Krama di Pura Ulun Danu Batur, Songan, Bangli, bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, Sabtu (26/9/2026).

BANGLI, KEN-KENKHABARE – Puncak Karya Panca Wali Krama yang digelar setiap sepuluh tahun sekali berlangsung khidmat di kawasan Pura Ulun Danu Batur, Songan, Bangli, Sabtu (26/9/2026).

Berlangsung bertepatan dengan Purnama Sasih Kapat, puncak karya tersebut dihadiri langsung Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dan Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Ida I Dewa Agung Hadisaputra.

Turut hadir para pemangku, pengempon pura, tokoh masyarakat serta umat yang mengikuti rangkaian persembahyangan.

Bagi Gubernur Wayan Koster, pelaksanaan karya di Pura Ulun Danu Batur memiliki makna yang tidak hanya berkaitan dengan ritual keagamaan.

Kawasan Ulun Danu Batur dikenal sebagai salah satu pusat spiritual Bali sekaligus kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sumber air dan kehidupan masyarakat. Karena itu, rangkaian karya juga menjadi momentum untuk mengingat kembali pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Baca Juga:  Gubernur Koster dan Warga Sepakati Pembebasan Lahan Turyapada Tower Sesuai Appraisal

Nilai tersebut tercermin melalui Sad Kerthi, khususnya Wana Kerthi dan Danu Kerthi. Hutan dan sumber air tidak hanya dipandang sebagai bagian dari alam yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sebagai sumber kehidupan yang harus dihormati dan dijaga keberlangsungannya.

Semangat tersebut sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dikembangkan Wayan Koster, yang menempatkan keharmonisan alam, manusia dan kehidupan sebagai bagian penting dalam pembangunan Bali.

“Kalau kita menjaga alam, sesungguhnya kita sedang menjaga kehidupan kita sendiri.”

Pesan tersebut menjadi refleksi dalam pelaksanaan karya, ketika kegiatan ritual keagamaan sekaligus menjadi pengingat mengenai tanggung jawab manusia dalam menjaga alam Bali.

Rangkaian Karya Panca Wali Krama telah berlangsung sejak 12 Agustus 2026 dan dijadwalkan berakhir pada 7 Oktober 2026. Berbagai prosesi dilaksanakan secara bertahap sesuai wariga dan dresta Bali.

Salah satu tahapan penting adalah Danu Kerthi atau Mapag Toya yang dilaksanakan pada 8 September 2026.

Rangkaian kemudian berlanjut dengan Malasti, Mapekelem ring Danu dan Pakelem ring Gunung pada 18 September 2026.

Tahapan inti dilanjutkan melalui Tawur Manca Wali Krama pada 21 September 2026 di Genah Peyadnyan.

Baca Juga:  Konflik Timur Tengah Berdampak ke Bali, Balinomics Susun Strategi Antisipasi

Pada Sabtu (26/9/2026), umat melaksanakan persembahyangan di sejumlah pura sebagai bagian dari puncak rangkaian.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan Ida Bhatara Tedun ke Peselang, Perayungan, Pedanaan dan Ngaturin Ageng di Pura Ulun Danu Batur.

Pelaksanaan puncak karya menjadi momentum penting bagi umat untuk memperkuat sradha dan bhakti, sekaligus memaknai hubungan manusia dengan alam dan lingkungan.

Setelah puncak karya, rangkaian kegiatan masih berlanjut melalui Subakti Penganyar yang dilaksanakan secara bergiliran oleh pemerintah daerah dan masyarakat dari seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Rangkaian tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 7 Oktober 2026.

Melalui rangkaian Panca Wali Krama, masyarakat tidak hanya menjalankan kewajiban keagamaan, tetapi juga kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan kehidupan. Puncak karya di Pura Ulun Danu Batur sekaligus menjadi refleksi bahwa menjaga Bali tidak hanya berkaitan dengan pembangunan dan kemajuan daerah. Lebih dari itu, menjaga Bali juga berarti merawat kesucian alam, menghormati sumber kehidupan serta memastikan nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Editor: I Nyoman Arta Wirawan
Sumber: Humaspermprovbali
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here