Tumpek Uye Dirayakan Serentak di Bali, Diperkuat Aksi Nyata Pelestarian Satwa dan Lingkungan

0
1049
Foto: Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran mengikuti rangkaian perayaan Rahina Tumpek Uye di Pura Luhur Batukau, Tabanan, Sabtu (5/9/2026).

DENPASAR, KEN-KENKHABARE – Perayaan Rahina Tumpek Uye yang jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Uye, Sabtu (5/9/2026), dilaksanakan secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Peringatan tidak hanya diisi dengan persembahyangan, tetapi juga diwujudkan melalui berbagai aksi nyata untuk menjaga, melindungi, dan melestarikan satwa serta lingkungan.

Untuk tingkat Provinsi Bali, rangkaian perayaan dipusatkan di Pura Luhur Batukau, Kabupaten Tabanan, yang dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Sekda Kabupaten Tabanan I Gede Susila, jajaran perangkat daerah Pemprov Bali dan Pemkab Tabanan, serta masyarakat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan memberi makan ikan di kolam Beji Pura Luhur Batukau, dilanjutkan dengan pelepasan ratusan ekor burung titiran ke alam bebas. Setelah itu, dilaksanakan persembahyangan di Pura Beji dan Pura Penataran Luhur Batukau.

Usai mengikuti rangkaian persembahyangan, Gubernur Bali bersama rombongan meninjau pelaksanaan vaksinasi rabies dan sterilisasi massal Hewan Penular Rabies (HPR), terutama anjing, yang dilaksanakan di Banjar Wangaya Kaja, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan.

Foto: Tumpek Uye Pemprov Bali

Perayaan Tumpek Uye menjadi wujud penghormatan manusia terhadap binatang yang telah memberikan berbagai manfaat bagi kehidupan. Nilai tersebut juga sejalan dengan falsafah Tri Hita Karana, yang menekankan keharmonisan dan keseimbangan kehidupan melalui hubungan manusia dengan Tuhan (Parhyangan), manusia dengan manusia (Pawongan), serta manusia dengan alam (Palemahan).

Di tingkat kabupaten/kota, peringatan Tumpek Uye atau Tumpek Kandang juga dilaksanakan secara serentak melalui persembahyangan serta berbagai kegiatan yang berkaitan dengan perlindungan dan kesehatan satwa.

Salah satunya melalui vaksinasi rabies dan sterilisasi massal HPR yang dilaksanakan di sejumlah titik di seluruh kabupaten/kota se-Bali. Kegiatan tersebut juga disertai Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) kepada masyarakat mengenai bahaya rabies serta pentingnya vaksinasi bagi HPR.

Aksi nyata pelestarian satwa juga dilakukan melalui pelepasan tukik. Di Pantai Masceti, Gianyar, serta Oemah Penyu Desa Uma Anyar, Seririt, Buleleng, dilakukan pelepasan ratusan tukik kembali ke habitatnya.

Baca Juga:  Berjibaku Padamkan Kebakaran Jalan Nakula, Damkar Denpasar Kerahkan 9 Armada dan 3 Eskavator

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi nyata Tumpek Uye dalam menjaga keberlangsungan fauna dan keseimbangan ekosistem, khususnya ekosistem laut di Bali.

Perayaan Tumpek Uye secara serentak di seluruh kabupaten/kota se-Bali menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa satwa merupakan bagian penting dari kehidupan dan keseimbangan alam.

Dengan semangat tersebut, Tumpek Uye diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga semakin memperkuat kearifan lokal Bali dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam dan seluruh makhluk hidup.

Editor: I Nyoman Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here