Dinkes Bali Tegaskan Belum Ditemukan Kasus Zika, Warga dan Wisatawan Diminta Waspada

0
1048
Dinkes Bali tegaskan belum ditemukan kasus Zika terkonfirmasi
Foto: Ilustrasi Penyebaran Virus ZIKA dari nyamuk Aedes aegyfti.

DENPASAR, KEN-KEN KHABARE – Dinas Kesehatan Provinsi Bali menegaskan hingga saat ini belum ditemukan kasus Zika terkonfirmasi di Provinsi Bali. Penegasan tersebut disampaikan menyusul pemberitaan mengenai Travel Health Notice Level 2 dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait peningkatan kasus Zika di Bali.

Berdasarkan data surveilans rutin yang dihimpun dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta rumah sakit se-Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan belum menemukan adanya kasus Zika yang terkonfirmasi di wilayah Bali.

Meski demikian, Pemerintah Provinsi Bali bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjadikan informasi dari sistem peringatan dini kesehatan global tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem deteksi dini.

Penyakit virus Zika umumnya ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang juga menjadi vektor penyakit arbovirus lainnya, termasuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

Dalam pers release tersebut disebutkan, gejala Zika antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah dan sakit kepala.

Gejala biasanya muncul setelah masa inkubasi sekitar 3–14 hari dan umumnya berlangsung selama 4–7 hari.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengimbau masyarakat, wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara yang berada di Bali untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan rumah dan sekitarnya sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk.

Baca Juga:  Pastikan Pelayanan Tetap Optimal, Sekda Eddy Mulya Tinjau Layanan Publik Saat Cuti Lebaran

Salah satu langkah pencegahan yang ditekankan adalah gerakan 3M Plus, yakni menguras, menutup dan mendaur ulang, disertai upaya tambahan untuk mencegah gigitan nyamuk.

Upaya tersebut antara lain menggunakan losion antinyamuk, kelambu maupun obat nyamuk lainnya.

Dinkes Bali mengingatkan masyarakat maupun wisatawan agar tidak mengabaikan gejala yang mengarah pada penyakit Zika.

Apabila mengalami gejala seperti ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, lemah atau sakit kepala, masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.

Sebagai langkah proaktif, Kementerian Kesehatan bersama Dinas Kesehatan Provinsi Bali tengah meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat sistem deteksi dini di seluruh fasilitas kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga merencanakan penguatan kapasitas laboratorium dan jejaring surveilans (Surveilabs) untuk virus Zika maupun arbovirus lainnya.

Penguatan tersebut mencakup peningkatan kapasitas pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah maupun laboratorium rujukan nasional untuk memastikan diagnosis dapat dilakukan secara cepat dan akurat.

Baca Juga:  Perkuat Kerja Sama Indonesia dan Rusia, Gubernur Koster Terima Delegasi Parlemen Saint Petersburg

Selain itu, kewaspadaan di pintu masuk negara seperti bandara dan pelabuhan juga ditingkatkan melalui fungsi Health Quarantine.

Pemantauan terhadap gejala demam, ruam dan nyeri sendi juga diintensifkan di puskesmas serta rumah sakit.

Dinas Kesehatan Provinsi Bali menekankan bahwa berdasarkan data surveilans rutin yang tersedia, belum ditemukan kasus Zika terkonfirmasi di Bali.

Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat penyakit tersebut memiliki vektor yang sama dengan beberapa penyakit arbovirus lainnya.

Penguatan surveilans, kapasitas pemeriksaan laboratorium, kewaspadaan di pintu masuk negara serta penerapan 3M Plus menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk menjaga kesehatan masyarakat dan wisatawan di Bali.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. dr. I Nyoman Gede Anom, M.Kes., menyampaikan bahwa informasi mengenai kewaspadaan Zika tersebut perlu disikapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan data surveilans dan langkah pencegahan.

Editor: I Nyoman Arta W
Advertisement

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here