Presiden Prabowo Ajak Doakan Korban Bencana di Tengah Peringatan HUT ke-81 RI

0
49
Foto: Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 17 Agustus 2026. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev/ist.

JAKARTA, KEN-KENKHABARE – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/8/2026), tidak hanya menjadi momentum mengenang perjuangan para pahlawan. Di tengah suasana perayaan kemerdekaan, perhatian Presiden Prabowo Subianto juga tertuju kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah bencana alam di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Presiden Prabowo memimpin langsung Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI. Salah satu momen yang berlangsung penuh khidmat terjadi ketika Kepala Negara mengajak seluruh peserta upacara mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus mendoakan masyarakat yang terdampak bencana.

“Saudara-saudara sekalian, marilah kita mengheningkan cipta, untuk mengenang arwah dan jasa para pahlawan kemerdekaan bangsa yang telah berkorban jiwa dan raga untuk kemerdekaan dan kehormatan bangsa Indonesia, serta mendoakan saudara-saudara kita yang terdampak bencana alam di Sumatra, Nusa Tenggara Timur, dan wilayah-wilayah Indonesia lainnya,” ujar Presiden Prabowo.

Pesan tersebut memberikan nuansa reflektif dalam peringatan 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Perayaan kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai ungkapan syukur atas perjalanan bangsa, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama warga negara yang sedang menghadapi kesulitan.

Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana juga disampaikan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang hadir dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI di Jakarta.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia patut disyukuri sebagai perjalanan panjang bangsa menuju persatuan, kedamaian, dan kesejahteraan.

Namun, menurutnya, rasa syukur tersebut harus berjalan beriringan dengan keprihatinan terhadap masyarakat yang saat ini berada dalam kondisi sulit akibat bencana.

“Tentu saja pertama-tama kita harus menyampaikan rasa syukur yang mendalam, bahwa dalam usia Indonesia yang ke-81, kita terus makin bersatu, makin damai, dan juga insyaallah makin sejahtera. Namun, hari ini kita juga harus merasakan keprihatinan yang mendalam, dan dukacita yang mendalam karena sebagian warga negara kita dalam kondisi yang sulit,” ujar Rachmat.

Senada, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Rini Widyantini turut menyampaikan duka cita kepada masyarakat NTT yang masih menghadapi dampak gempa bumi.

Ia berharap masyarakat terdampak segera memperoleh bantuan dan diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit.

“Masih ada saudara-saudara kita masih di pengungsian, karena kemarin kita baru saja ada gempa bumi di NTT. Tentunya saya juga ingin menyampaikan rasa duka cita, dan berharap saudara-saudara kita segera mendapatkan bantuan, dan diberikan kekuatan,” kata Rini.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Pimpin Upacara HUT Ke-81 RI di Istana Merdeka, Doakan Korban Bencana

Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa sejumlah anggota Kabinet Merah Putih tidak mengikuti upacara di Jakarta karena menjalankan tugas di daerah, termasuk memantau penanganan bencana di NTT.

Menurut Prasetyo, sejumlah pejabat pemerintah berada langsung di NTT untuk memastikan proses penanganan bencana berjalan dengan baik.

“Contohnya adalah Menko PMK, kemudian Bapak Mendagri, kemudian Menteri PU, kemudian Wakil Menteri Kesehatan dan juga Wakil Menteri Sosial sekarang sedang berada di Nusa Tenggara Timur, dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Ia menegaskan, perayaan kemerdekaan tidak boleh membuat pemerintah mengabaikan kondisi masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Penanganan kebutuhan warga terdampak tetap menjadi perhatian pemerintah.

“Jadi di tengah-tengah kita merayakan HUT kemerdekaan, tentu saja di satu sisi kita tetap harus memastikan bahwa saudara-saudara kita yang kemarin terkena bencana itu semua tertangani dengan baik,” tegas Prasetyo.

Momen mengheningkan cipta yang dipimpin Presiden Prabowo menjadi salah satu bagian paling reflektif dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka.

Baca Juga:  Jaya Negara Pimpin Upacara HUT ke-81 RI di Denpasar, Ajak Warga Perkuat Gotong Royong

Doa tidak hanya dipanjatkan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Indonesia, tetapi juga untuk saudara-saudara sebangsa yang tengah menghadapi bencana.

Pesan tersebut sekaligus memperkuat makna kemerdekaan sebagai semangat untuk saling menjaga, saling menguatkan dan bergotong royong menghadapi berbagai tantangan sebagai satu bangsa.

Sumber: BMPSetpres
Editor: I Nyoman Arta Wirawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here