Aktif Dorong Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Budaya, Gubernur Koster Diundang Jadi Pembicara Nusa Dua Forum

0
59
Gubernur Bali Wayan Koster menerima undangan Nusa Dua Forum 2026 dari Publisher dan Chief Executive SCMP Tammy Tam di Jayasabha Denpasar
Foto: Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi Publisher & Chief Executive SCMP, Tammy Tam, terkait undangan menjadi pembicara Nusa Dua Forum 2026 di Jayasabha, Denpasar, Kamis (16/7).

Forum Investasi Internasional SCMP dan Danantara Perkuat Posisi Bali sebagai Global Meeting Hub

DENPASAR, KEN-KEN – Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima undangan resmi untuk menghadiri sekaligus menjadi pembicara dalam Nusa Dua Forum 2026, forum investasi internasional yang diselenggarakan South China Morning Post (SCMP) bersama Danantara Indonesia di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua, Kabupaten Badung, pada 17 Juli 2026.

Undangan tersebut disampaikan langsung oleh Publisher & Chief Executive SCMP, Tammy Tam, dalam audiensi yang berlangsung di Jayasabha, Denpasar, Kamis (16/7).

Forum eksklusif ini dirancang sebagai jembatan strategis yang menghubungkan pusat-pusat modal utama Asia, khususnya Hong Kong dan kawasan Greater Bay Area (GBA), dengan pasar-pasar berkembang di Asia Tenggara yang dipimpin Indonesia.

Tam menyebut Nusa Dua Forum 2026 sebagai inisiatif investasi swasta unggulan yang mempertemukan pemilik kelompok usaha keluarga, generasi penerus bisnis, investor institusional, sovereign wealth fund, hingga pengambil keputusan investasi dari berbagai negara Asia. Forum ini diharapkan mampu membangun kolaborasi investasi jangka panjang di Indonesia.

Baca Juga:  Gubernur Koster Dorong Kepastian Hukum Bisnis Lintas Negara dalam Indonesia Insolvency Conference 2026

Kehadiran Gubernur Wayan Koster dinilai penting mengingat Bali saat ini menjadi salah satu daerah yang aktif mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan ekonomi hijau.

Di bawah kepemimpinan Koster, Bali juga telah menjadi tuan rumah berbagai forum internasional yang mempertemukan pemimpin dunia, investor, akademisi, dan pelaku industri untuk membahas berbagai isu pembangunan global.

Forum yang hanya diikuti sekitar 80 hingga 100 peserta terpilih ini akan menghadirkan sejumlah tokoh penting dunia usaha dan investasi. Di antaranya Deputi Sekretaris Kehakiman Pemerintah Hong Kong Special Administrative Region (HKSAR), Horace Cheung; anggota Executive Council HKSAR, Jeffrey Lam; Chief Executive Officer Blue Pool Capital, Oliver Weisberg; CEO Hong Kong Investment Corporation, Clara Chan; Presiden dan Co-Founder Gaw Capital, Kenneth Gaw; serta sejumlah pemimpin investasi lainnya dari kawasan Asia.

Dari Indonesia, sejumlah nama yang telah dikonfirmasi hadir antara lain CEO Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia, Rosan Roeslani; Deputy CEO MNC OTT Network, Clarissa Tanoesoedibjo; serta pimpinan sejumlah perusahaan nasional terkemuka.

Baca Juga:  Gubernur Koster Libatkan 12.942 Mahasiswa Bangun Desa se-Bali melalui Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera

Penyelenggaraan Nusa Dua Forum 2026 di Bali dinilai sejalan dengan arah pembangunan jangka panjang yang tengah dijalankan Pemerintah Provinsi Bali melalui Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun 2025–2125.

Haluan tersebut menjadi fondasi pembangunan Bali yang menempatkan Pulau Dewata sebagai pusat peradaban dunia berlandaskan nilai-nilai budaya Bali, berdaya saing global, serta berkelanjutan secara ekonomi dan lingkungan.

Di bawah visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Gubernur Wayan Koster terus mendorong transformasi ekonomi Bali agar tidak hanya bertumpu pada sektor pariwisata. Transformasi tersebut juga diarahkan pada penguatan ekonomi kreatif, ekonomi digital, investasi berkualitas, energi bersih, pertanian modern, industri berbasis budaya, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan strategis, seperti pembangunan infrastruktur terintegrasi, pengembangan energi bersih, pengendalian alih fungsi lahan pertanian, penguatan ekonomi kerakyatan, digitalisasi pelayanan publik, hingga program pengelolaan sampah berbasis sumber yang kini menjadi perhatian berbagai pihak di tingkat nasional maupun internasional.

Gubernur Koster juga menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Bali harus sejalan dengan prinsip pembangunan yang menjaga keseimbangan alam, manusia, dan kebudayaan Bali sesuai filosofi Sad Kerthi.

Karena itu, forum internasional seperti Nusa Dua Forum menjadi momentum penting untuk memperkenalkan arah pembangunan Bali kepada para investor global sekaligus membuka peluang kerja sama yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam agenda forum, peserta akan mengikuti berbagai sesi strategis yang membahas masa depan investasi dan transformasi ekonomi kawasan Asia. Salah satu sesi utama adalah keynote bertajuk “Bridging Mandates: What Sovereign Capital and Private Wealth Can Learn From Each Other”, yang membahas sinergi antara modal negara dan kekayaan swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Forum juga akan menghadirkan sesi pleno bertema “Capital Crossroads – Sovereign Capital as Catalyst: How Southeast Asia’s State-Directed Funds Are Redrawing the Investment Map”, yang menyoroti peran dana investasi negara dalam membentuk peta investasi baru di kawasan.

Selain itu, berbagai panel diskusi akan membahas peluang investasi Indonesia bagi keluarga-keluarga investor Asia, perkembangan industri kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pembangunan rantai pasok baterai dan industri digital, pengembangan ASEAN Power Grid, serta peran generasi penerus dalam mengelola dan mengembangkan modal keluarga di Asia.

Penyelenggara menilai forum ini menjadi kesempatan langka bagi para peserta untuk berinteraksi langsung dengan para pembuat kebijakan Indonesia, mengakses peluang investasi melalui pipeline Danantara Indonesia, serta membangun jejaring dengan pengelola modal keluarga terbesar dan investor terkemuka di kawasan Asia.

Acara ini dirancang sebagai ruang diskusi informal antara investor, pengambil kebijakan, dan pemimpin dunia usaha.

Kehadiran forum internasional tersebut semakin memperkuat posisi Bali sebagai pusat pertemuan global atau global meeting hub. Bali tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dunia, tetapi juga sebagai ruang dialog strategis untuk membahas investasi, ekonomi hijau, transformasi digital, dan masa depan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik.

Editor : Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here