
DENPASAR, KEN-KEN – Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menerima kunjungan study tiru Pemerintah Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, yang dipimpin langsung Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, di Kantor Walikota Denpasar, Kamis (16/7).
Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai strategi penanggulangan kemiskinan. Kota Denpasar dipilih sebagai daerah pertama yang dikunjungi Kabupaten Paser untuk mempelajari berbagai inovasi dan kebijakan dalam menekan angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem.
Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli, beserta rombongan diterima langsung oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara. Turut mendampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Denpasar, Komang Lestari Kusuma Dewi; Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gede Juli Artabrata; Sekretaris Dinas Sosial Kota Denpasar, Made Yudyani Putri; serta Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr. Anak Agung Ngurah Gede Dharmayuda.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Fahmi Fadli menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota Denpasar. Menurutnya, keberhasilan Denpasar menekan angka kemiskinan ekstrem hingga sekitar 0,03 persen menjadi inspirasi bagi daerah lain.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Paser ingin mempelajari secara langsung berbagai kebijakan, inovasi, serta pola kolaborasi lintas sektor yang diterapkan Pemkot Denpasar agar dapat diadaptasi sesuai kondisi daerahnya.
“Kami datang ke Denpasar untuk belajar bersama. Penanganan kemiskinan di Kota Denpasar sangat baik, terutama dalam menekan kemiskinan ekstrem yang kini hampir mencapai nol. Terima kasih atas penerimaan dan kesempatan berbagi pengalaman yang diberikan kepada kami,” ujar dr. Fahmi Fadli.
Sementara itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Paser beserta jajaran yang telah memilih Kota Denpasar sebagai tujuan study tiru. Menurutnya, keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak serta dukungan kondisi Denpasar sebagai ibu kota Provinsi Bali dan daerah pariwisata.
Jaya Negara menjelaskan, dengan jumlah penduduk sekitar 762,48 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan, Pemerintah Kota Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM.
“Dengan jumlah penduduk sekitar 762,48 ribu jiwa yang tersebar di empat kecamatan, 27 desa, dan 16 kelurahan, Denpasar terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor jasa, perdagangan, pariwisata, dan penyelenggaraan berbagai event kreatif yang mampu menggerakkan UMKM,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara menambahkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Denpasar saat ini mencapai sekitar Rp2,2 triliun. Di sisi lain, persentase penduduk miskin di Kota Denpasar juga terus mengalami penurunan.
Dari 2,14 persen pada tahun 2020, angka kemiskinan sempat meningkat akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, angka tersebut kembali menurun secara konsisten hingga mencapai 2,16 persen pada tahun 2025. Capaian ini jauh lebih rendah dibandingkan rata-rata Provinsi Bali.
Lebih lanjut, Jaya Negara menjelaskan bahwa Pemkot Denpasar menjalankan berbagai program terpadu dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan. Salah satunya melalui program bedah rumah senilai Rp100 juta per unit yang didukung CSR BUMN, Perumda, serta berbagai pemangku kepentingan.
Selain menyediakan hunian yang layak, Pemerintah Kota Denpasar juga terus memperkuat transformasi digital dalam pelayanan publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pelaksanaan uji coba Perlindungan Sosial Digital atau Perlinsos Digital.
“Program ini menjadi langkah strategis untuk memastikan penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat melalui pemanfaatan data yang terintegrasi,” ujar Jaya Negara.
Jaya Negara berharap kunjungan study tiru tersebut dapat menjadi ruang bertukar pengalaman dan memperkuat kolaborasi antardaerah. Menurutnya, persoalan kemiskinan membutuhkan komitmen bersama, inovasi kebijakan, serta sinergi lintas sektor agar program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat.
Melalui kunjungan ini, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Paser diharapkan dapat saling berbagi praktik baik dalam tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta strategi penanggulangan kemiskinan yang berkelanjutan.
Editor: Ken


