Isi Galungan, Desa Adat Pemanis Gelar Ritual Tradisi Enam Bulanan

0
98
Foto: Bendesa Adat Pemanis, I Wayan Sarjana.

TABANAN – Pelaksananan Hari Raya Galungan yang jatuh pada Buda Kliwon, Dungulan, (17/6) Desa Adat Pemanis, Desa Dinas Biaung, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, melaksanakan tradisi melancaran Tapakan Ida Betara di wewidangan Desa Adat Pemanis.

Ritual tersebut dilaksanakan bertepatan dengan Hari Raya Galungan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan dresta, meningkatkan sradha bhakti, serta memperkuat keharmonisan kehidupan krama adat.

Bendesa Adat Pemanis menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban spiritual, tetapi juga wujud kebersamaan krama dalam menjaga ketenteraman desa adat.

Menurutnya, sebagian besar krama Desa Adat Pemanis menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian dan peternakan. Karena itu, pelaksanaan yadnya menjadi bagian penting dalam memohon kerahayuan, keseimbangan alam, serta keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

“Upacara ini kami laksanakan sebagai bagian dari peningkatan sradha bhakti, sekaligus menjaga ketenteraman dan keharmonisan krama adat. Sebagian besar krama kami hidup dari pertanian dan peternakan, sehingga keseimbangan sekala dan niskala harus terus dirawat,” ujar Bendesa Adat Pemanis, I Wayan Sarjana.

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa Desa Adat Pemanis senantiasa berupaya menjalankan dresta sesuai dengan warisan para tetua.

Warisan tersebut telah dituangkan dalam awig-awig Desa Adat Pemanis sebagai pedoman dalam mengatur kehidupan adat, budaya, sosial, dan spiritual masyarakat.

Sebagai desa adat yang memiliki otonomi berdasarkan nilai-nilai adat dan tradisi, Desa Adat Pemanis berkomitmen menjaga keberlangsungan dresta agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga:  Jelang Galungan dan Kuningan, PHDI dan Bakesbangpol Kota Denpasar Bagikan 300 Paket Daging Babi Kepada Masyarakat

Pelaksanaan ritual Galungan ini juga menjadi ruang bagi krama untuk memperkuat rasa menyama braya, gotong royong, serta kebersamaan dalam menjaga kesucian dan keharmonisan desa adat.

Bendesa Adat Pemanis berharap keberadaan desa adat sebagai benteng adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali terus mendapat pengayoman yang tulus dari Pemerintah Provinsi Bali.

Pengayoman tersebut diharapkan diberikan dengan semangat menjaga desa adat secara murni dan ikhlas, tanpa kepentingan yang mengarah pada politik praktis.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Bali dapat terus mengayomi desa adat secara tulus ikhlas, tanpa kepentingan yang mengarah pada politik praktis. Desa adat harus dijaga sebagai ruang pelestarian adat, budaya, dan spiritual masyarakat Bali,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan ritual serangkaian Hari Raya Galungan ini, Desa Adat Pemanis berharap nilai-nilai dharma, sradha bhakti, dan keharmonisan hidup dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.

Tradisi yang diwariskan para tetua ini diharapkan tetap menjadi pedoman bagi krama dalam menjaga keseimbangan kehidupan, baik secara sekala maupun niskala.

Dengan tetap berpegang pada awig-awig dan dresta desa adat, Desa Adat Pemanis berkomitmen menjaga jati diri adat dan budaya Bali sebagai warisan luhur yang harus terus dirawat, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.(art).

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here