Duta Kota Denpasar Tampil Apik di Peed Aya Pembukaan PKB XLVIII

0
45
Foto: Gubernur Bali, I Wayan Koster didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, melalui pemukulan Kulkul di kawasan Monumen Bajra Sandi, Renon, Sabtu (13/6).

Libatkan 700 Peserta, Sajikan Garapan “Tattwa Parisuda Vasudhaiva Kutumbhakam”

DENPASAR, KEN-KEN – Peed Aya atau Pawai Pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 yang mengusung tema Atma Kerthi: “Jiwa Siwa Parisudha” dibuka secara resmi oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Pembukaan tersebut turut didampingi Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Enik Ermawati, dan ditandai dengan pemukulan kulkul di kawasan Monumen Bajra Sandhi, Renon, Sabtu (13/6).

Duta kesenian Kota Denpasar turut ambil bagian dalam pesta kesenian tahunan tersebut dengan menyajikan garapan bertajuk “Tattwa Parisuda Vasudhaiva Kutumbhakam.”

Hadir langsung menyaksikan penampilan Duta Kota Denpasar, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, didampingi Ketua GOW Kota Denpasar, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, serta para tamu undangan lainnya.

Ribuan masyarakat juga tampak tumpah ruah memadati sepanjang kawasan jalan yang dilalui barisan pawai dari masing-masing daerah.

Sajian Peed Aya Kota Denpasar dikemas megah dan melibatkan 700 peserta. Mereka terdiri atas para penari, penabuh, truna-truni Kota Denpasar, siswa-siswi sekolah, serta berbagai unsur seni budaya lainnya.

Rentetan pawai Kota Denpasar diawali dengan penampilan papan nama, dilanjutkan Busana Adat Kota Denpasar, kemudian secara berurutan menampilkan Tek-Tekan, Karnaval, Bungan Jaja, dan Uparengga.

Setelah itu, barisan pawai dilanjutkan dengan penampilan Legong Manca yang diiringi Semara Pegulingan Sekehe Nada Acharya Kota Denpasar.

Berikutnya, ditampilkan Tari Barong dari Sekehe Kubu Barong Kota Denpasar, dilanjutkan Tari Sang Hyang Dedari.

Barisan pawai kemudian berlanjut dengan penampilan Pasepan, disusul garapan tematik Wayang Sapuh Leger yang diiringi Gender Sekehe Sabda Kencana Sakti Kota Denpasar.

Baca Juga:  Pengrajeg Karya Agung Pura Dang Kahyangan Payogan Agung Segara Rupek, Wali Kota Jaya Negara Dampingi Gubernur Koster Ikuti Prosesi Tawur Tabuh Gentuh

Sebagai penutup rentetan pawai Kota Denpasar, ditampilkan Ogoh-Ogoh Sapa Warang Banjar Gemeh karya Maestro Marmar Herayukti. Ogoh-ogoh tersebut tampil gagah dengan iringan Sekehe Baleganjur Banjar Tengah Sidakarya.

Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan terhadap penampilan para seniman Duta Kota Denpasar yang dikomandoi oleh Komunitas Sakti Manca.

Menurutnya, penampilan Duta Kota Denpasar tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mampu menghadirkan nilai budaya, spiritual, dan kebersamaan yang kuat.

“Penampilan adik-adik peserta Peed Aya Kota Denpasar begitu memukau. Tentunya ini adalah sebuah kebanggaan. Mewakili Pemerintah Kota Denpasar dan seluruh masyarakat Kota Denpasar, saya mengucapkan terima kasih atas penampilan dan semangat luar biasa dari adik-adik semua,” ujar Arya Wibawa.

Sementara itu, Koordinator Pawai Duta Kota Denpasar, Ida Bagus Eka Harista, mengatakan bahwa dalam Pembukaan Pawai PKB 2026, tema Tattwa Parisuda yang diangkat memiliki esensi dialektika spiritual antara kesadaran hakiki atau tattwa dan purifikasi eksistensial atau parisuda.

Secara filosofis, kata Gus Eka, konsep tersebut merepresentasikan proses penyucian kesadaran melalui dekonstruksi terhadap kekotoran batin atau mala dengan ketajaman spiritual atau wiweka.

Foto: Para penari dalam Peed Aya duta kota Denpasar.
Baca Juga:  Pendataan Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai

Proses tersebut dipahami sebagai evolusi kesadaran dari realitas material menuju kemurnian jiwa.

“Tattwa Parisuda menyatukan kejernihan pikiran atau manacika dengan integritas tindakan atau kayika, sehingga jiwa kembali pada esensi yang nirmala menuju kebenaran yang hakiki dan mutlak,” jelasnya.

Gus Eka menambahkan, secara garis besar penampilan Duta Kota Denpasar dibagi menjadi tiga segmentasi.

Segmen pertama diawali dengan penampilan nilai-nilai Vasudhaiva Kutumbhakam atau menyama braya, yang merefleksikan Denpasar sebagai ruang harmonis dalam merawat keberagaman, kreativitas, serta menjaga warisan budaya sebagai identitas kota.

Segmen kedua mengangkat kearifan lokal yang berisi berbagai tarian sakral, seperti Dedari Mesolah dan Tari Legong.

“Segmen terakhir adalah segmen tematik yang ditutup dengan penampilan Ogoh-Ogoh Sapa Warang karya Marmar Herayukti dari Banjar Gemeh,” katanya.

Melalui penampilan ini, Duta Kota Denpasar tidak hanya menghadirkan kemegahan seni pertunjukan, tetapi juga pesan mendalam tentang kesucian jiwa, harmoni, persaudaraan, dan pelestarian budaya.

Garapan Tattwa Parisuda Vasudhaiva Kutumbhakam menjadi cerminan Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya yang terus merawat tradisi, memperkuat identitas, serta memberi ruang bagi generasi muda untuk berkarya dalam panggung seni Bali.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here