
DENPASAR, KEN-KEN – Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Bali masa bakti 2025–2030 resmi dilantik Ketua Umum KADIN Indonesia Anindya N. Bakrie di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center, Denpasar, Sabtu (25/4/2026). Pelantikan ini menjadi penanda dimulainya babak baru konsolidasi dunia usaha Bali untuk memperkuat peran pengusaha lokal di tengah tantangan ekonomi global yang kian dinamis.
Dalam acara pengukuhan dan pelantikan Pengurus KADIN Bali hadir Gubernur Bali, I Wayan Koster, Anggota DPR RI Sumarjaya Linggih, Kapolda Bali, Ketua DPRD Provinsi Bali diwakili oleh Ketua Komisi II, Pangdam Udayana yang diwakili, Kejaksaan Tinggi Bali, Ketua Umum KADIN Indonesia beserta jajaran, Korem, Danlanud, Danlanal, dan para tamu undangan lainnya.
Pelantikan tersebut merupakan puncak dari proses organisasi yang telah berjalan sejak Musyawarah Provinsi Kadin Bali pada 12 Desember 2025. Dengan formasi kepengurusan yang baru, Kadin Bali diharapkan tampil lebih solid dalam memperjuangkan kepentingan dunia usaha, mulai dari penguatan UMKM, investasi, hingga peningkatan daya saing ekonomi daerah.
Ketua Kadin Bali yang dilantik menegaskan, kepengurusan baru bukan sekadar pergantian struktur organisasi, melainkan momentum untuk menghadirkan energi baru bagi pengusaha Bali agar semakin kuat di daerah sendiri, sekaligus mampu tampil di tingkat nasional dan internasional.
“Kami ingin Kadin Bali menjadi rumah besar dunia usaha yang benar-benar bekerja, bukan hanya organisasi formal. Pengusaha lokal harus naik kelas, harus kuat di Bali, dan harus berani tampil di kancah yang lebih luas,” ujarnya.
Ia menegaskan, tantangan dunia usaha Bali ke depan tidak ringan. Karena itu, Kadin Bali harus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam merespons isu-isu penting seperti investasi, infrastruktur, pariwisata berkualitas, ekonomi hijau, hingga penciptaan lapangan kerja.
“Kadin Bali ke depan harus lebih aktif, lebih solutif, dan lebih responsif terhadap kebutuhan pengusaha. Kita ingin ikut memastikan pembangunan ekonomi Bali berjalan berkelanjutan, inklusif, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Suasana pelantikan juga diwarnai semangat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh senior Kadin, dan para pemangku kepentingan lain. Kehadiran berbagai pihak itu menunjukkan bahwa penguatan ekonomi Bali tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan harus dibangun melalui sinergi yang erat.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya pelantikan, termasuk unsur pemerintah daerah, sponsor, tokoh-tokoh senior, serta seluruh tamu undangan yang hadir.
Dengan kepengurusan masa bakti 2025–2030, Kadin Bali diharapkan mampu melanjutkan fondasi yang telah dibangun para pendahulu, sembari menghadirkan terobosan baru untuk memperkuat posisi Bali sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Indonesia. (aw)
Editor: Ken


