Tim Pembina Posyandu Denpasar Ikuti Bina Posyandu 6 SPM Provinsi Bali

0
73
Foto: Ketua TP. Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara mendampingi Ketua TP. Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster saat membuka Kegiatan Bina Posyandu 6 SPM yang digelar TP. Posyandu Provinsi Bali di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu pada Senin (13/4).

Ny. Sagung Antari: Peningkatan Kapasitas Jadi Kunci Optimalisasi Pelayanan kepada Masyarakat

DENPASAR, KEN-KEN – Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar kembali mengirimkan kader terbaiknya untuk mengikuti Kegiatan Bina Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang digelar oleh Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali di UPTD Bapelkesmas, Kesiman Kertalangu, Senin (13/4/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, bersama Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara. Pelatihan ini dilaksanakan sebagai bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan pengetahuan kader dalam mewujudkan pelayanan Posyandu yang semakin optimal di tengah masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Putri Suastini Koster menjelaskan bahwa kegiatan Bina Posyandu ini sengaja diinisiasi untuk memperkuat kapasitas para kader yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pelaksanaan program Posyandu 6 SPM.

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wahana penting bagi para kader untuk memahami perubahan regulasi dan perluasan fungsi Posyandu. Jika sebelumnya Posyandu lebih identik dengan pelayanan kesehatan, kini cakupannya berkembang lebih luas menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Baca Juga:  Wawali Arya Wibawa Pimpin Apel Peringatan Serangan Umum Kota Denpasar ke-80

Adapun Posyandu 6 SPM merupakan konsep pelayanan terpadu yang mencakup enam bidang utama, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.

“Sebagai Tim Pembina, kami bertugas untuk melakukan pembinaan. Dan kami optimalkan bagi para Tim Pembina Kabupaten/Kota serta Desa/Kelurahan, dengan harapan dapat melaksanakan pembinaan kepada kader Posyandu sebagai upaya optimalisasi Posyandu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga menekankan pentingnya keterlibatan kader Posyandu dalam mengedukasi masyarakat soal pengelolaan sampah berbasis sumber, karena kebersihan lingkungan juga menjadi salah satu bagian dari indikator Posyandu 6 SPM.

Ia mengajak seluruh kader untuk terus bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai program yang telah berjalan, seperti gerakan Kulkul TP PKK dan Posyandu, sosialisasi PSBS, hingga pelayanan terpadu sesuai indikator Posyandu 6 SPM.

“Mari kita sama-sama bergerak untuk kebersihan lingkungan ini. Ini adalah sinergitas yang harus kita lakukan secara berkelanjutan,” ujar Putri Koster.

Senada dengan itu, Ketua TP Posyandu Kota Denpasar, Ny. Sagung Antari Jaya Negara, mengatakan bahwa pelatihan Bina Posyandu 6 SPM kali ini diikuti oleh sekitar 31 orang yang terdiri dari unsur TP Posyandu Kecamatan serta Desa/Kelurahan se-Kota Denpasar.

Baca Juga:  30 Mahasiswa Magister Hukum Ikuti Yudisium Unwar, Lulusan Tercepat Fakultas Pascasarjana Unwar

Menurutnya, melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep Posyandu 6 SPM secara teoritis, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam menjalankan dan mengaplikasikannya di wilayah masing-masing.

“Tentunya melalui Bina Posyandu ini kami berharap TP Posyandu Kecamatan dan Desa/Kelurahan dapat menjadi contoh dalam menjalankan dan mengaplikasikan program Posyandu 6 SPM,” ujarnya.

Sagung Antari juga berharap seluruh peserta dari Kota Denpasar dapat memahami dengan baik seluruh materi yang diberikan, mulai dari akselerasi layanan Posyandu, pengelolaan Posyandu desa/kelurahan, hingga layanan yang berkaitan dengan sosial, pendidikan, kesehatan, dan bidang lainnya.

“Melalui Bina Posyandu ini menjadi momentum peningkatan kapasitas guna mewujudkan pelayanan optimal bagi masyarakat sebagai bentuk bekerja bersama mendukung terwujudnya Kota Denpasar yang MAJU, makmur, aman, jujur, dan unggul,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Posyandu diharapkan semakin bertransformasi menjadi layanan masyarakat yang lebih terpadu, responsif, dan relevan dengan kebutuhan warga, sekaligus memperkuat peran kader sebagai ujung tombak pelayanan di tingkat desa dan kelurahan.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here