Wawali Arya Wibawa Buka SHOF 2026, Apresiasi Konsistensi Yowana Sesetan Lestarikan Budaya

0
107
Foto: Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, bersama Anggota DPRD Provinsi Bali, Ni Wayan Sari Galung; Anggota Provinsi Kota Denpasar, Luh Putu Mamas Lestari dan Putu Melati Purbaningrat Yo saat pembukaan SHOOF 2026, di Banjar Kaja Sesetan, Jumat (20/3).

DENPASAR, KEN-KEN – Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa secara resmi membuka Sesetan Heritage Omed-Omedan Festival (SHOF) 2026 yang digelar Sekaa Teruna Teruni (STT) Satya Dharma Kerti, Banjar Kaja Sesetan, bertepatan dengan momen Ngembak Geni, Jumat (20/3).

Pembukaan festival yang berlangsung di Jalan Sesetan, tepatnya di depan Banjar Kaja, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, ditandai dengan pemotongan pita dan pemukulan tawa-tawa sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPRD Provinsi Bali Ni Wayan Sari Galung, Anggota DPRD Kota Denpasar Luh Putu Mamas Lestari dan Putu Melati Purbaningrat, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Arya Wibawa memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi STT Satya Dharma Kerti yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi budaya melalui pelaksanaan SHOF.

Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah strategis dalam melestarikan seni dan budaya warisan leluhur.

Baca Juga:  "Sapa Warang" Ribuan Warga Terpukau, Ogoh-Ogoh Sapa Warang Jadi Bintang Malam Pengerupukan

“SHOF ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda kita memiliki kecintaan yang tinggi terhadap tradisi dan budaya, khususnya di Sesetan,” ujar Arya Wibawa.

Ia juga mendorong para yowana untuk terus berinovasi serta menuangkan ide-ide kreatif dalam pengembangan kegiatan budaya, sehingga tradisi tetap relevan dan mampu bertahan di tengah perkembangan zaman.

Sementara itu, Ketua Panitia SHOF 2026, Kadek Dhivanny menjelaskan bahwa rangkaian festival tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan seni, seperti lomba pembuatan tapel ogoh-ogoh dan lomba sketsa ogoh-ogoh.

Selain itu, SHOF juga melibatkan 68 pelaku UMKM lokal yang menghadirkan berbagai produk, mulai dari kerajinan hingga kuliner tradisional.

“Ini merupakan penyelenggaraan SHOF yang ke-18. Kami berterima kasih kepada Pemerintah Kota Denpasar yang terus mendukung pelaksanaan kegiatan ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Menteri PKP dan Gubernur Koster Tinjau Lahan Rusun Arunika di Sesetan, Prioritaskan Hunian bagi Seniman Bali

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tema yang diusung tahun ini, “Toya Prakerti”, memiliki makna filosofis yang mendalam, yakni ajakan untuk memuliakan air sebagai sumber kehidupan, budaya, dan keberlanjutan alam.

“Kami ingin menanamkan kepada generasi muda bahwa air dan alam adalah warisan yang sangat berharga dan harus dijaga untuk masa depan,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan SHOF 2026, diharapkan nilai-nilai budaya, kepedulian terhadap lingkungan, serta semangat kreativitas generasi muda dapat terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

Editor: Ken

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here