
DENPASAR, KEN-KEN – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait bersama Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung lahan milik Pemerintah Provinsi Bali yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan Rumah Susun (Rusun) Arunika di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, (16/3) lalu.
Peninjauan ini menjadi bagian dari upaya percepatan penyediaan hunian layak di kawasan perkotaan, khususnya bagi masyarakat Bali, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam sektor perumahan.
Dalam rencana pembangunan tersebut, Rusun Arunika akan menyediakan 60 unit hunian tipe 36 yang dilengkapi fasilitas pendukung, termasuk akses ramah disabilitas guna memastikan hunian yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Menariknya, hunian vertikal ini secara khusus diprioritaskan bagi para seniman Bali, sebagai bentuk penghargaan terhadap peran strategis mereka dalam menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan bahwa pembangunan Rusun Arunika tidak hanya berfokus pada aspek hunian semata, tetapi juga harus mencerminkan nilai-nilai budaya Bali.
“Pembangunan rusun ini harus tetap mengusung kearifan lokal Bali, baik dari sisi desain, tata ruang, maupun konsep lingkungannya,” tegas Koster.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan hunian ini diharapkan mampu menjawab kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat Bali di tengah meningkatnya tekanan urbanisasi di wilayah perkotaan, khususnya di Kota Denpasar.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mendukung penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurutnya, proyek Rusun Arunika menjadi contoh nyata kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadirkan solusi perumahan yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya.
Rencananya, pembangunan Rusun Arunika akan dimulai pada Juni 2026 dan ditargetkan rampung pada Maret 2027.
Dengan hadirnya hunian ini, diharapkan dapat memberikan ruang tinggal yang layak, nyaman, serta mendukung keberlanjutan kehidupan sosial dan budaya masyarakat Bali, khususnya para seniman di kawasan perkotaan.
Program ini sekaligus menjadi bagian dari langkah strategis dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan modern dan pelestarian kearifan lokal Bali di tengah dinamika perkembangan kota.
Editor: Ken


